alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Membeludak, Pengunjung Pantai Abaikan Prokes

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini memang cukup pendek. Beberapa pegawai sudah mulai masuk kerja sejak Senin (17/5) lalu. Namun, hingga hari ketujuh setelah Idul Fitri, sejumlah tempat wisata masih dipadati pengunjung. Seperti yang tampak di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kemarin (19/5).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ribuan warga Jember yang mendatangi Pantai Payangan memang mematuhi protokol kesehatan. Namun demikian, bagi mereka yang mandi di pantai, hal itu tak berlaku lagi. Orang dewasa maupun anak-anak kontan melepas masker yang mereka kenakan.

Andi, salah seorang penjaga pantai, menyebut, ramainya warga yang datang ke Pantai Payangan tidak seberapa banyak dibanding pada hari Minggu (16/5) yang lalu. “Minggu lalu lebih banyak. Ini tidak begitu banyak,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di pantai tersebut, sebenarnya warga dilarang mandi. Akan tetapi, warga tetap saja mandi di pantai. Ada pula yang sekadar menemani si buah hati. “Ada lima penjaga. Menjaganya bergantian,” tutur Andi.

Warga yang tampak mulai ke tengah, oleh Andi dan rekannya yang berjaga langsung diingatkan. Caranya dengan meniup peluit sebagai tanda agar warga kembali ke pinggir. Hal itu dilakukan selama libur Lebaran.

Menurut Ahmad, warga asal Jenggawah, dirinya datang ke pantai bersama keluarganya. Dia datang untuk merayakan libur hari raya. “Di rumah tadi kupatan. Setelah itu, bersama keluarga ke sini,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini memang cukup pendek. Beberapa pegawai sudah mulai masuk kerja sejak Senin (17/5) lalu. Namun, hingga hari ketujuh setelah Idul Fitri, sejumlah tempat wisata masih dipadati pengunjung. Seperti yang tampak di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kemarin (19/5).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ribuan warga Jember yang mendatangi Pantai Payangan memang mematuhi protokol kesehatan. Namun demikian, bagi mereka yang mandi di pantai, hal itu tak berlaku lagi. Orang dewasa maupun anak-anak kontan melepas masker yang mereka kenakan.

Andi, salah seorang penjaga pantai, menyebut, ramainya warga yang datang ke Pantai Payangan tidak seberapa banyak dibanding pada hari Minggu (16/5) yang lalu. “Minggu lalu lebih banyak. Ini tidak begitu banyak,” ucapnya.

Di pantai tersebut, sebenarnya warga dilarang mandi. Akan tetapi, warga tetap saja mandi di pantai. Ada pula yang sekadar menemani si buah hati. “Ada lima penjaga. Menjaganya bergantian,” tutur Andi.

Warga yang tampak mulai ke tengah, oleh Andi dan rekannya yang berjaga langsung diingatkan. Caranya dengan meniup peluit sebagai tanda agar warga kembali ke pinggir. Hal itu dilakukan selama libur Lebaran.

Menurut Ahmad, warga asal Jenggawah, dirinya datang ke pantai bersama keluarganya. Dia datang untuk merayakan libur hari raya. “Di rumah tadi kupatan. Setelah itu, bersama keluarga ke sini,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini memang cukup pendek. Beberapa pegawai sudah mulai masuk kerja sejak Senin (17/5) lalu. Namun, hingga hari ketujuh setelah Idul Fitri, sejumlah tempat wisata masih dipadati pengunjung. Seperti yang tampak di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kemarin (19/5).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ribuan warga Jember yang mendatangi Pantai Payangan memang mematuhi protokol kesehatan. Namun demikian, bagi mereka yang mandi di pantai, hal itu tak berlaku lagi. Orang dewasa maupun anak-anak kontan melepas masker yang mereka kenakan.

Andi, salah seorang penjaga pantai, menyebut, ramainya warga yang datang ke Pantai Payangan tidak seberapa banyak dibanding pada hari Minggu (16/5) yang lalu. “Minggu lalu lebih banyak. Ini tidak begitu banyak,” ucapnya.

Di pantai tersebut, sebenarnya warga dilarang mandi. Akan tetapi, warga tetap saja mandi di pantai. Ada pula yang sekadar menemani si buah hati. “Ada lima penjaga. Menjaganya bergantian,” tutur Andi.

Warga yang tampak mulai ke tengah, oleh Andi dan rekannya yang berjaga langsung diingatkan. Caranya dengan meniup peluit sebagai tanda agar warga kembali ke pinggir. Hal itu dilakukan selama libur Lebaran.

Menurut Ahmad, warga asal Jenggawah, dirinya datang ke pantai bersama keluarganya. Dia datang untuk merayakan libur hari raya. “Di rumah tadi kupatan. Setelah itu, bersama keluarga ke sini,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/