alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Angkat Konsep Urban Farming, Juarai Lomba Tulis Tingkat Nasional

Wabah Covid-19 tak menjadi alasan Reza membatasi aktivitas. Mahasiswa kelahiran Bondowoso tersebut justru berhasil menjuarai lomba menulis tingkat nasional. Dia mengangkat tentang konsep urban farming. Sebuah solusi pertanian modern dalam mencegah ancaman krisis pangan di tengah masa pandemi.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dia karib disapa Reza. Mahasiswa pemilik nama lengkap Alfareza Firdaus itu tak mau berpangku tangan di tengah masa pandemi seperti sekarang ini. Berkat kreativitasnya dalam tulis-menulis, Reza berhasil menyabet juara pertama dalam lomba penulisan opini bertema Covid-19 di Aceh, medio Mei ini.

Judul tulisannya pun cukup menarik, bertema pertanian perkotaan (urban farming) dengan judul, Urban Farming Masa Pandemi Covid-19. Dia menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Dia memilih tanah kelahirannya, Bondowoso, sebagai lokasi penelitian. Sebab, daerah itu menjadi salah satu kabupaten yang memiliki potensi di bidang pertanian.

Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP Unej) ini menyoroti tentang kebijakan pemerintah mengatasi krisis pangan akibat dampak pandemi. “Alhamdulillah bisa juara pertama. Sempat nggak menyangka juga mengingat tema ini masih baru. Namun berkat dukungan dosen, saya berani mengikuti lomba itu,” tutur Reza.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jauh sebelum mengikuti lomba, Reza tidak pernah tebersit bakal mengikuti lalu menjuarainya. Ini berawal dari kebiasaan mengikuti seminar daring melalui webinar yang membahas dampak pandemi Covid-19 di Indonesia. Berangkat dari itu, kemudian dia tergerak untuk menulis sesuatu. Hatinya terusik karena ingin membenahi tanah kelahiran melalui tulisan. “Karena pandemi itu dapat menyebabkan krisis pangan. Itu juga bisa terjadi di Bondowoso,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dia karib disapa Reza. Mahasiswa pemilik nama lengkap Alfareza Firdaus itu tak mau berpangku tangan di tengah masa pandemi seperti sekarang ini. Berkat kreativitasnya dalam tulis-menulis, Reza berhasil menyabet juara pertama dalam lomba penulisan opini bertema Covid-19 di Aceh, medio Mei ini.

Judul tulisannya pun cukup menarik, bertema pertanian perkotaan (urban farming) dengan judul, Urban Farming Masa Pandemi Covid-19. Dia menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Dia memilih tanah kelahirannya, Bondowoso, sebagai lokasi penelitian. Sebab, daerah itu menjadi salah satu kabupaten yang memiliki potensi di bidang pertanian.

Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP Unej) ini menyoroti tentang kebijakan pemerintah mengatasi krisis pangan akibat dampak pandemi. “Alhamdulillah bisa juara pertama. Sempat nggak menyangka juga mengingat tema ini masih baru. Namun berkat dukungan dosen, saya berani mengikuti lomba itu,” tutur Reza.

Jauh sebelum mengikuti lomba, Reza tidak pernah tebersit bakal mengikuti lalu menjuarainya. Ini berawal dari kebiasaan mengikuti seminar daring melalui webinar yang membahas dampak pandemi Covid-19 di Indonesia. Berangkat dari itu, kemudian dia tergerak untuk menulis sesuatu. Hatinya terusik karena ingin membenahi tanah kelahiran melalui tulisan. “Karena pandemi itu dapat menyebabkan krisis pangan. Itu juga bisa terjadi di Bondowoso,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dia karib disapa Reza. Mahasiswa pemilik nama lengkap Alfareza Firdaus itu tak mau berpangku tangan di tengah masa pandemi seperti sekarang ini. Berkat kreativitasnya dalam tulis-menulis, Reza berhasil menyabet juara pertama dalam lomba penulisan opini bertema Covid-19 di Aceh, medio Mei ini.

Judul tulisannya pun cukup menarik, bertema pertanian perkotaan (urban farming) dengan judul, Urban Farming Masa Pandemi Covid-19. Dia menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Dia memilih tanah kelahirannya, Bondowoso, sebagai lokasi penelitian. Sebab, daerah itu menjadi salah satu kabupaten yang memiliki potensi di bidang pertanian.

Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP Unej) ini menyoroti tentang kebijakan pemerintah mengatasi krisis pangan akibat dampak pandemi. “Alhamdulillah bisa juara pertama. Sempat nggak menyangka juga mengingat tema ini masih baru. Namun berkat dukungan dosen, saya berani mengikuti lomba itu,” tutur Reza.

Jauh sebelum mengikuti lomba, Reza tidak pernah tebersit bakal mengikuti lalu menjuarainya. Ini berawal dari kebiasaan mengikuti seminar daring melalui webinar yang membahas dampak pandemi Covid-19 di Indonesia. Berangkat dari itu, kemudian dia tergerak untuk menulis sesuatu. Hatinya terusik karena ingin membenahi tanah kelahiran melalui tulisan. “Karena pandemi itu dapat menyebabkan krisis pangan. Itu juga bisa terjadi di Bondowoso,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/