alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

J-Branding Desa, Langkah Milenial Desa untuk Guncang Dunia

Mobile_AP_Rectangle 1

Bupati Hendy meminta, pelatihan bagi pemuda desa ini terus dikembangkan. Harapannya, para milenial juga dapat membantu mengembangkan desanya sendiri. “Nantinya, harus ada branding dan langkah konkret setelah pelaksanaan pelatihan J-Branding Desa selesai. Kalau sudah punya ilmunya, maka tularkan juga kepada orang lain. Sehingga bisa bahu-membahu membangun Jember,” tandasnya.

Kepala Dispemasdes Jember Adi Wijaya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digagas untuk melatih para milenial di desa. “Dengan harapan, ada pemulihan ekonomi pascapandemi,” ucapnya. Harapannya, kegiatan itu dapat bermanfaat bagi para peserta. Termasuk menyukseskan pelatihan dengan wujud mampu mem-branding berbagai potensi di dusun mereka masing-masing. (c2/dwi)

 

- Advertisement -

Bupati Hendy meminta, pelatihan bagi pemuda desa ini terus dikembangkan. Harapannya, para milenial juga dapat membantu mengembangkan desanya sendiri. “Nantinya, harus ada branding dan langkah konkret setelah pelaksanaan pelatihan J-Branding Desa selesai. Kalau sudah punya ilmunya, maka tularkan juga kepada orang lain. Sehingga bisa bahu-membahu membangun Jember,” tandasnya.

Kepala Dispemasdes Jember Adi Wijaya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digagas untuk melatih para milenial di desa. “Dengan harapan, ada pemulihan ekonomi pascapandemi,” ucapnya. Harapannya, kegiatan itu dapat bermanfaat bagi para peserta. Termasuk menyukseskan pelatihan dengan wujud mampu mem-branding berbagai potensi di dusun mereka masing-masing. (c2/dwi)

 

Bupati Hendy meminta, pelatihan bagi pemuda desa ini terus dikembangkan. Harapannya, para milenial juga dapat membantu mengembangkan desanya sendiri. “Nantinya, harus ada branding dan langkah konkret setelah pelaksanaan pelatihan J-Branding Desa selesai. Kalau sudah punya ilmunya, maka tularkan juga kepada orang lain. Sehingga bisa bahu-membahu membangun Jember,” tandasnya.

Kepala Dispemasdes Jember Adi Wijaya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digagas untuk melatih para milenial di desa. “Dengan harapan, ada pemulihan ekonomi pascapandemi,” ucapnya. Harapannya, kegiatan itu dapat bermanfaat bagi para peserta. Termasuk menyukseskan pelatihan dengan wujud mampu mem-branding berbagai potensi di dusun mereka masing-masing. (c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/