alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Rutin Berbagi ke Masyarakat Kurang Mampu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Toleransi menjadi salah satu aspek yang selalu digaungkan kala momen keagamaan. Salah satunya dilakukan oleh para wanita yang tergabung dalam Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Jember. Setiap tahun, saat Ramadan tiba, mereka tak pernah absen berbagi kepada sesama, khususnya kalangan kurang mampu.

Ketua WKRI Kabupaten Jember Valentina Indarti memaparkan, anggota WKRI Jember rutin menggelar aksi berbagi kepada kaum muslim. Baik berupa takjil maupun nasi bungkus. “Ini diperuntukkan bagi umat Islam dan tengah menjalankan ibadah puasa. Aksi kemanusiaan ini bagian dari toleransi beragama, tanpa memandang suku, agama, dan ras,” paparnya.

Namun, kali ini aksi yang mereka lakukan sedikit berbeda. Jika biasanya anggota WKRI membuka Warung Kasih dan berjualan makanan serta minuman dengan harga murah untuk kalangan kurang mampu, kini mereka mendistribusikan nasi bungkus. “Karena pandemi Covid-19. Sebagai gantinya kami distribusikan 200 nasi bungkus setiap Senin sampai Kamis,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, untuk menghindari kerumunan, WKRI sengaja tidak menggunakan peralatan makan seperti piring, sendok, dan gelas saat berbagi takjil. Indarti menerangkan, begitu mereka mendapatkan nasi bungkus, maka diharapkan langsung meninggalkan tempat karena saat ini kondisi masih belum aman dari Covid-19.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Toleransi menjadi salah satu aspek yang selalu digaungkan kala momen keagamaan. Salah satunya dilakukan oleh para wanita yang tergabung dalam Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Jember. Setiap tahun, saat Ramadan tiba, mereka tak pernah absen berbagi kepada sesama, khususnya kalangan kurang mampu.

Ketua WKRI Kabupaten Jember Valentina Indarti memaparkan, anggota WKRI Jember rutin menggelar aksi berbagi kepada kaum muslim. Baik berupa takjil maupun nasi bungkus. “Ini diperuntukkan bagi umat Islam dan tengah menjalankan ibadah puasa. Aksi kemanusiaan ini bagian dari toleransi beragama, tanpa memandang suku, agama, dan ras,” paparnya.

Namun, kali ini aksi yang mereka lakukan sedikit berbeda. Jika biasanya anggota WKRI membuka Warung Kasih dan berjualan makanan serta minuman dengan harga murah untuk kalangan kurang mampu, kini mereka mendistribusikan nasi bungkus. “Karena pandemi Covid-19. Sebagai gantinya kami distribusikan 200 nasi bungkus setiap Senin sampai Kamis,” lanjutnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk menghindari kerumunan, WKRI sengaja tidak menggunakan peralatan makan seperti piring, sendok, dan gelas saat berbagi takjil. Indarti menerangkan, begitu mereka mendapatkan nasi bungkus, maka diharapkan langsung meninggalkan tempat karena saat ini kondisi masih belum aman dari Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Toleransi menjadi salah satu aspek yang selalu digaungkan kala momen keagamaan. Salah satunya dilakukan oleh para wanita yang tergabung dalam Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Jember. Setiap tahun, saat Ramadan tiba, mereka tak pernah absen berbagi kepada sesama, khususnya kalangan kurang mampu.

Ketua WKRI Kabupaten Jember Valentina Indarti memaparkan, anggota WKRI Jember rutin menggelar aksi berbagi kepada kaum muslim. Baik berupa takjil maupun nasi bungkus. “Ini diperuntukkan bagi umat Islam dan tengah menjalankan ibadah puasa. Aksi kemanusiaan ini bagian dari toleransi beragama, tanpa memandang suku, agama, dan ras,” paparnya.

Namun, kali ini aksi yang mereka lakukan sedikit berbeda. Jika biasanya anggota WKRI membuka Warung Kasih dan berjualan makanan serta minuman dengan harga murah untuk kalangan kurang mampu, kini mereka mendistribusikan nasi bungkus. “Karena pandemi Covid-19. Sebagai gantinya kami distribusikan 200 nasi bungkus setiap Senin sampai Kamis,” lanjutnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk menghindari kerumunan, WKRI sengaja tidak menggunakan peralatan makan seperti piring, sendok, dan gelas saat berbagi takjil. Indarti menerangkan, begitu mereka mendapatkan nasi bungkus, maka diharapkan langsung meninggalkan tempat karena saat ini kondisi masih belum aman dari Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/