alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Hidup Pasti Bermasyarakat, Harus Bisa Bertobat

Hukuman penjara bagi M Hamim Aminullah dan mantan narapidana (napi) lain pasti menjadi pengalaman pahit. Begitu bebas, butuh niat tulus untuk berubah, karena bagaimanapun akan hidup bermasyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah semringah terpancar dari belasan napi yang bebas dari Lapas Kelas II A Jember. Salah satunya M Hamim Aminullah. Pria ini juga terlihat senang karena telah selesai menjalani hukuman atas apa yang pernah dia lakukan.

Hamim yang bebas seakan tambah girang karena beberapa keluarganya sudah siap menunggu di halaman depan lapas. Dirinya yang sempat naik kendaraan dari lapas, lantas turun di pinggir jalan untuk ikut bersama kendaraan penjemput yang telah disiapkan keluarganya.

Mata pria ini tampak berkaca-kaca. Mungkin, lantaran terharu karena dirinya tetap begitu dicintai dan dinanti oleh keluarganya. Saat itu, tak kurang dari empat orang keluarganya yang datang dari Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang dulunya merupakan seorang kuli bangunan itu tak berpikir apa yang pernah dia lakukan bisa membawanya ke penjara. Ya, lantaran salah langkah, hidupnya harus singgah tiga bulan di penjara gara-gara pil koplo. Akan tetapi, begitu keluar, Hamim bertekad untuk tidak lagi bergaul dengan barang yang dilarang oleh agama dan negara tersebut.

“Saya sangat senang. Saya tidak akan mengulangi apa yang saya perbuat,” ucap Hamim, yang selanjutnya menyalami sejumlah keluarganya yang menjemput.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah semringah terpancar dari belasan napi yang bebas dari Lapas Kelas II A Jember. Salah satunya M Hamim Aminullah. Pria ini juga terlihat senang karena telah selesai menjalani hukuman atas apa yang pernah dia lakukan.

Hamim yang bebas seakan tambah girang karena beberapa keluarganya sudah siap menunggu di halaman depan lapas. Dirinya yang sempat naik kendaraan dari lapas, lantas turun di pinggir jalan untuk ikut bersama kendaraan penjemput yang telah disiapkan keluarganya.

Mata pria ini tampak berkaca-kaca. Mungkin, lantaran terharu karena dirinya tetap begitu dicintai dan dinanti oleh keluarganya. Saat itu, tak kurang dari empat orang keluarganya yang datang dari Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe.

Pria yang dulunya merupakan seorang kuli bangunan itu tak berpikir apa yang pernah dia lakukan bisa membawanya ke penjara. Ya, lantaran salah langkah, hidupnya harus singgah tiga bulan di penjara gara-gara pil koplo. Akan tetapi, begitu keluar, Hamim bertekad untuk tidak lagi bergaul dengan barang yang dilarang oleh agama dan negara tersebut.

“Saya sangat senang. Saya tidak akan mengulangi apa yang saya perbuat,” ucap Hamim, yang selanjutnya menyalami sejumlah keluarganya yang menjemput.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah semringah terpancar dari belasan napi yang bebas dari Lapas Kelas II A Jember. Salah satunya M Hamim Aminullah. Pria ini juga terlihat senang karena telah selesai menjalani hukuman atas apa yang pernah dia lakukan.

Hamim yang bebas seakan tambah girang karena beberapa keluarganya sudah siap menunggu di halaman depan lapas. Dirinya yang sempat naik kendaraan dari lapas, lantas turun di pinggir jalan untuk ikut bersama kendaraan penjemput yang telah disiapkan keluarganya.

Mata pria ini tampak berkaca-kaca. Mungkin, lantaran terharu karena dirinya tetap begitu dicintai dan dinanti oleh keluarganya. Saat itu, tak kurang dari empat orang keluarganya yang datang dari Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe.

Pria yang dulunya merupakan seorang kuli bangunan itu tak berpikir apa yang pernah dia lakukan bisa membawanya ke penjara. Ya, lantaran salah langkah, hidupnya harus singgah tiga bulan di penjara gara-gara pil koplo. Akan tetapi, begitu keluar, Hamim bertekad untuk tidak lagi bergaul dengan barang yang dilarang oleh agama dan negara tersebut.

“Saya sangat senang. Saya tidak akan mengulangi apa yang saya perbuat,” ucap Hamim, yang selanjutnya menyalami sejumlah keluarganya yang menjemput.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/