alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tahu Kocek Jadi Pilihan Usaha Menjanjikan Masa Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahu kocek bisa dibilang masih baru. Fathur Rohim dan istrinya Siti mulai merintis usaha tersebut Februari 2020. Yaitu pada awal pandemi Covid-19 ramai di Indonesia.

Baca Juga: Cobain Nih Pedasnya Tahu Kocek di Johar Plaza Jember

Mereka berjualan dengan rombong sederhana. Tetapi jangan heran, omsetnya bisa mencapai Rp 2 juta sehari. Dalam rombong itu mampu memuat seperangkat alat gorengan dan tempat ulekan tahu. “Awalnya omsetnya 200 ribu perhari” kata fathul yang berasal dari Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saking banyaknya peminat, mereka pun membuka dua cabang sekaligus. Satu cabang berada di Jalan Udang Windu Kelurahan Mangli. Sementara yang lain berada sekitar double way perumahan Taman Gading, Tegal Besar, . “Kami memilih nama “tahu e kocek” karena itu berasal dari bahasa Madura, tahu yang diulek” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahu kocek bisa dibilang masih baru. Fathur Rohim dan istrinya Siti mulai merintis usaha tersebut Februari 2020. Yaitu pada awal pandemi Covid-19 ramai di Indonesia.

Baca Juga: Cobain Nih Pedasnya Tahu Kocek di Johar Plaza Jember

Mereka berjualan dengan rombong sederhana. Tetapi jangan heran, omsetnya bisa mencapai Rp 2 juta sehari. Dalam rombong itu mampu memuat seperangkat alat gorengan dan tempat ulekan tahu. “Awalnya omsetnya 200 ribu perhari” kata fathul yang berasal dari Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang tersebut.

Saking banyaknya peminat, mereka pun membuka dua cabang sekaligus. Satu cabang berada di Jalan Udang Windu Kelurahan Mangli. Sementara yang lain berada sekitar double way perumahan Taman Gading, Tegal Besar, . “Kami memilih nama “tahu e kocek” karena itu berasal dari bahasa Madura, tahu yang diulek” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahu kocek bisa dibilang masih baru. Fathur Rohim dan istrinya Siti mulai merintis usaha tersebut Februari 2020. Yaitu pada awal pandemi Covid-19 ramai di Indonesia.

Baca Juga: Cobain Nih Pedasnya Tahu Kocek di Johar Plaza Jember

Mereka berjualan dengan rombong sederhana. Tetapi jangan heran, omsetnya bisa mencapai Rp 2 juta sehari. Dalam rombong itu mampu memuat seperangkat alat gorengan dan tempat ulekan tahu. “Awalnya omsetnya 200 ribu perhari” kata fathul yang berasal dari Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang tersebut.

Saking banyaknya peminat, mereka pun membuka dua cabang sekaligus. Satu cabang berada di Jalan Udang Windu Kelurahan Mangli. Sementara yang lain berada sekitar double way perumahan Taman Gading, Tegal Besar, . “Kami memilih nama “tahu e kocek” karena itu berasal dari bahasa Madura, tahu yang diulek” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/