alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Warning! Jangan sampai Langgar UU KIP

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beberapa kali, informasi yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember tentang aktivitas Bupati Hendy Siswanto bikin wartawan kecele. Betapa tidak, kabar kegiatan bupati yang disampaikan sebelumnya, ternyata tertutup untuk umum. Pekerja media tak boleh meliputnya. Padahal, aktivitas bupati itu dinilai cukup penting dan perlu diketahui oleh publik.

Biasanya, wartawan yang datang akan meliput kerap mendapati pintu ruang pertemuan bupati tertutup. Padahal, jadwalnya telah disajikan Diskominfo di salah satu grup WhatsApp yang berisi para jurnalis. Akibatnya, banyak informasi yang tak bisa diserap dengan baik. Sebab, awak media tak bisa menyimak secara langsung. Selain itu, hal tersebut juga dinilai menyulitkan jurnalis televisi lantaran tak bisa mengambil video secara utuh.

Pekan lalu, Plt Kepala Diskominfo Jember Habib Salim sempat mengungkapkan, pihaknya masih bakal berkoordinasi lebih dulu dengan pimpinan. “Nanti, kami koordinasikan lebih dulu. Baru kami sampaikan ke rekan-rekan media,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi ulang Habib Salim, kemarin (18/3). Dia mengaku, tidak ada yang ditutup-tutupi dalam setiap agenda bupati. “Kalau teman-teman mau liputan ya silakan. Bisa door stop. Hanya saja, karena baru menjabat, saya memang sering lupa memberikan jadwal kepada teman-teman melalui pesan di grup WhatsApp,” paparnya.

Pengamat komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej, Muhammad Iqbal menilai, persoalan itu masih wajar. Namun, dia menegaskan, jika yang terjadi adalah pembatasan akses dalam memperoleh informasi, maka hal itu tak boleh terjadi karena melanggar regulasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beberapa kali, informasi yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember tentang aktivitas Bupati Hendy Siswanto bikin wartawan kecele. Betapa tidak, kabar kegiatan bupati yang disampaikan sebelumnya, ternyata tertutup untuk umum. Pekerja media tak boleh meliputnya. Padahal, aktivitas bupati itu dinilai cukup penting dan perlu diketahui oleh publik.

Biasanya, wartawan yang datang akan meliput kerap mendapati pintu ruang pertemuan bupati tertutup. Padahal, jadwalnya telah disajikan Diskominfo di salah satu grup WhatsApp yang berisi para jurnalis. Akibatnya, banyak informasi yang tak bisa diserap dengan baik. Sebab, awak media tak bisa menyimak secara langsung. Selain itu, hal tersebut juga dinilai menyulitkan jurnalis televisi lantaran tak bisa mengambil video secara utuh.

Pekan lalu, Plt Kepala Diskominfo Jember Habib Salim sempat mengungkapkan, pihaknya masih bakal berkoordinasi lebih dulu dengan pimpinan. “Nanti, kami koordinasikan lebih dulu. Baru kami sampaikan ke rekan-rekan media,” paparnya.

Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi ulang Habib Salim, kemarin (18/3). Dia mengaku, tidak ada yang ditutup-tutupi dalam setiap agenda bupati. “Kalau teman-teman mau liputan ya silakan. Bisa door stop. Hanya saja, karena baru menjabat, saya memang sering lupa memberikan jadwal kepada teman-teman melalui pesan di grup WhatsApp,” paparnya.

Pengamat komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej, Muhammad Iqbal menilai, persoalan itu masih wajar. Namun, dia menegaskan, jika yang terjadi adalah pembatasan akses dalam memperoleh informasi, maka hal itu tak boleh terjadi karena melanggar regulasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beberapa kali, informasi yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember tentang aktivitas Bupati Hendy Siswanto bikin wartawan kecele. Betapa tidak, kabar kegiatan bupati yang disampaikan sebelumnya, ternyata tertutup untuk umum. Pekerja media tak boleh meliputnya. Padahal, aktivitas bupati itu dinilai cukup penting dan perlu diketahui oleh publik.

Biasanya, wartawan yang datang akan meliput kerap mendapati pintu ruang pertemuan bupati tertutup. Padahal, jadwalnya telah disajikan Diskominfo di salah satu grup WhatsApp yang berisi para jurnalis. Akibatnya, banyak informasi yang tak bisa diserap dengan baik. Sebab, awak media tak bisa menyimak secara langsung. Selain itu, hal tersebut juga dinilai menyulitkan jurnalis televisi lantaran tak bisa mengambil video secara utuh.

Pekan lalu, Plt Kepala Diskominfo Jember Habib Salim sempat mengungkapkan, pihaknya masih bakal berkoordinasi lebih dulu dengan pimpinan. “Nanti, kami koordinasikan lebih dulu. Baru kami sampaikan ke rekan-rekan media,” paparnya.

Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi ulang Habib Salim, kemarin (18/3). Dia mengaku, tidak ada yang ditutup-tutupi dalam setiap agenda bupati. “Kalau teman-teman mau liputan ya silakan. Bisa door stop. Hanya saja, karena baru menjabat, saya memang sering lupa memberikan jadwal kepada teman-teman melalui pesan di grup WhatsApp,” paparnya.

Pengamat komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej, Muhammad Iqbal menilai, persoalan itu masih wajar. Namun, dia menegaskan, jika yang terjadi adalah pembatasan akses dalam memperoleh informasi, maka hal itu tak boleh terjadi karena melanggar regulasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/