alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Terobosan Penanganan Sampah Belum Tampak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masalah sampah memang menjadi urusan semua orang. Akan tetapi, pemerintah tetap dituntut untuk mengaturnya. Nah, persoalan sampah yang sedemikian akut sepertinya tidak akan banyak berubah, seiring belum tampaknya terobosan baru pada awal 2021 ini.

Tidak adanya terobosan dalam penanganan sampah ini terungkap dalam rapat yang dilangsungkan di ruang Badan Musyawarah DPRD Jember. Dari pemaparan para pegawai di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ada banyak faktor sehingga terobosan baru belum muncul.

Faktor pertama yakni kaitan dengan rencana anggaran di dinas tersebut. Di mana DLH rencananya akan mendapatkan pagu anggaran kurang dari Rp 41 miliar. “Dari anggaran itu, sebesar Rp 32 miliar habis untuk belanja pegawai,” kata Plt Kepala DLH Eko Heru Sunarso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, sebesar Rp 7,4 miliar nantinya akan habis untuk pembelian BBM serta keperluan lain. Sisanya sebesar Rp 3 miliar dibagi pada tiga bidang. “Hanya ada sisa sekitar Rp 1 miliar. Itu nanti akan untuk kegiatan pelatihan, operasional, dan beberapa kegiatan lain,” imbuhnya.

Melihat anggaran yang demikian, DLH belum bisa menggunakan anggaran untuk membeli alat berat baru, untuk pengadaan lahan, maupun membeli kendaraan. “Kami tetap akan berupaya untuk memaksimalkan penanganan sampah. Tahun ini belum bisa melakukan pengadaan. Mungkin tahun depan,” papar Heru.

Sementara itu, Ketua Komisi C David Handoko Seto menyampaikan, kondisi TPA Pakusari sudah sangat memprihatinkan. Sampah di lahan itu, menurut David, sudah sesak. Akibatnya, lahan warga di sekitar TPA Pakusari jadi korban. “Lahan di sekitar TPA sudah tidak bisa ditanami. Alat berat juga sudah ada yang rusak,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masalah sampah memang menjadi urusan semua orang. Akan tetapi, pemerintah tetap dituntut untuk mengaturnya. Nah, persoalan sampah yang sedemikian akut sepertinya tidak akan banyak berubah, seiring belum tampaknya terobosan baru pada awal 2021 ini.

Tidak adanya terobosan dalam penanganan sampah ini terungkap dalam rapat yang dilangsungkan di ruang Badan Musyawarah DPRD Jember. Dari pemaparan para pegawai di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ada banyak faktor sehingga terobosan baru belum muncul.

Faktor pertama yakni kaitan dengan rencana anggaran di dinas tersebut. Di mana DLH rencananya akan mendapatkan pagu anggaran kurang dari Rp 41 miliar. “Dari anggaran itu, sebesar Rp 32 miliar habis untuk belanja pegawai,” kata Plt Kepala DLH Eko Heru Sunarso.

Selain itu, lanjut dia, sebesar Rp 7,4 miliar nantinya akan habis untuk pembelian BBM serta keperluan lain. Sisanya sebesar Rp 3 miliar dibagi pada tiga bidang. “Hanya ada sisa sekitar Rp 1 miliar. Itu nanti akan untuk kegiatan pelatihan, operasional, dan beberapa kegiatan lain,” imbuhnya.

Melihat anggaran yang demikian, DLH belum bisa menggunakan anggaran untuk membeli alat berat baru, untuk pengadaan lahan, maupun membeli kendaraan. “Kami tetap akan berupaya untuk memaksimalkan penanganan sampah. Tahun ini belum bisa melakukan pengadaan. Mungkin tahun depan,” papar Heru.

Sementara itu, Ketua Komisi C David Handoko Seto menyampaikan, kondisi TPA Pakusari sudah sangat memprihatinkan. Sampah di lahan itu, menurut David, sudah sesak. Akibatnya, lahan warga di sekitar TPA Pakusari jadi korban. “Lahan di sekitar TPA sudah tidak bisa ditanami. Alat berat juga sudah ada yang rusak,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masalah sampah memang menjadi urusan semua orang. Akan tetapi, pemerintah tetap dituntut untuk mengaturnya. Nah, persoalan sampah yang sedemikian akut sepertinya tidak akan banyak berubah, seiring belum tampaknya terobosan baru pada awal 2021 ini.

Tidak adanya terobosan dalam penanganan sampah ini terungkap dalam rapat yang dilangsungkan di ruang Badan Musyawarah DPRD Jember. Dari pemaparan para pegawai di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ada banyak faktor sehingga terobosan baru belum muncul.

Faktor pertama yakni kaitan dengan rencana anggaran di dinas tersebut. Di mana DLH rencananya akan mendapatkan pagu anggaran kurang dari Rp 41 miliar. “Dari anggaran itu, sebesar Rp 32 miliar habis untuk belanja pegawai,” kata Plt Kepala DLH Eko Heru Sunarso.

Selain itu, lanjut dia, sebesar Rp 7,4 miliar nantinya akan habis untuk pembelian BBM serta keperluan lain. Sisanya sebesar Rp 3 miliar dibagi pada tiga bidang. “Hanya ada sisa sekitar Rp 1 miliar. Itu nanti akan untuk kegiatan pelatihan, operasional, dan beberapa kegiatan lain,” imbuhnya.

Melihat anggaran yang demikian, DLH belum bisa menggunakan anggaran untuk membeli alat berat baru, untuk pengadaan lahan, maupun membeli kendaraan. “Kami tetap akan berupaya untuk memaksimalkan penanganan sampah. Tahun ini belum bisa melakukan pengadaan. Mungkin tahun depan,” papar Heru.

Sementara itu, Ketua Komisi C David Handoko Seto menyampaikan, kondisi TPA Pakusari sudah sangat memprihatinkan. Sampah di lahan itu, menurut David, sudah sesak. Akibatnya, lahan warga di sekitar TPA Pakusari jadi korban. “Lahan di sekitar TPA sudah tidak bisa ditanami. Alat berat juga sudah ada yang rusak,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/