alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

PKB Mengunci Pintu untuk Djoko

Merasa Dikhianati, Rekomendasi Bakal Dicabut

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) mengunci pintu kendaraan politik untuk pencalonan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Jember, Djoko Susanto. Hal itu dilakukan setelah PKB merasa dikhianati atas kesepakatan politik yang telah dibangun beberapa waktu lalu. Untuk itu, rekomendasi yang telah turun bakal dicabut.

Rencana pencabutan rekomendasi Djoko Susanto disampaikan langsung Ketua DPC PKB Jember Syaiful Bahri Anshori, kemarin (19/3). “Kami sepakat pencabutan dan surat rekomendasi itu akan dianulir,” kata pria yang akrab dipanggil SBA tersebut.

SBA menyebut, pencabutan rekomendasi yang turun ke Djoko sudah menjadi kesepakatan. Mulai dari kepengurusan PKB tingkat bawah sampai ke pusat. Untuk itu, DPC tinggal menunggu surat pencabutan yang telah diusulkan ke DPP PKB. “Sudah kesepakatan, PAC, DPC, dan semua. Saya juga pengurus pusat,” papar SBA yang diketahui sebagai salah satu anggota Dewan Syura DPP PKB tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan, telah terjadi wanprestasi dalam kesepakatan politik yang dibangun beberapa waktu lalu. Menurutnya, sebelum rekomendasi turun, Djoko Susanto sepakat berpasangan dengan Ayub Junaidi sebagai wakilnya. Akan tetapi, yang terjadi setelah rekomendasi PKB turun, Djoko Susanto juga diketahui mendapat rekomendasi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan dipasangkan dengan Ahmad Halim sebagai wakilnya.

Untuk itulah, PKB secara tegas akan mencabut rekomendasi yang turun kepada Djoko. “PKB sudah merekomendasi Djoko dengan Cawabup Ayub Junaidi. Kalau sama Ayub (harusnya rekomendasi dari partai lain, Red) ya Ayub semua. Ini kan nggak. Di tempat lain malah dengan orang lain,” tegas SBA kepada Jawa Pos Radar Jember.

Secara teknis, Ahmad Buang, Wakil Ketua DPC PKB Jember, membeber alasan mengapa PKB akan mencabut rekomendasi Djoko. Menurutnya, Djoko telah berkhianat dan mengingkari kontrak politik yang dibuat dengan judul Kontrak Jamiyah tertanggal 3 Desember 2019.

Dalam surat kontrak itu, Buang menjelaskan ada komitmen untuk berpasangan dengan kader Nahdlatul Ulama (NU). Bukan hanya itu, dalam surat juga ada komitmen untuk menggandeng calon wakil bupati, yaitu Ayub Junadi yang merupakan Ketua GP Ansor Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) mengunci pintu kendaraan politik untuk pencalonan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Jember, Djoko Susanto. Hal itu dilakukan setelah PKB merasa dikhianati atas kesepakatan politik yang telah dibangun beberapa waktu lalu. Untuk itu, rekomendasi yang telah turun bakal dicabut.

Rencana pencabutan rekomendasi Djoko Susanto disampaikan langsung Ketua DPC PKB Jember Syaiful Bahri Anshori, kemarin (19/3). “Kami sepakat pencabutan dan surat rekomendasi itu akan dianulir,” kata pria yang akrab dipanggil SBA tersebut.

SBA menyebut, pencabutan rekomendasi yang turun ke Djoko sudah menjadi kesepakatan. Mulai dari kepengurusan PKB tingkat bawah sampai ke pusat. Untuk itu, DPC tinggal menunggu surat pencabutan yang telah diusulkan ke DPP PKB. “Sudah kesepakatan, PAC, DPC, dan semua. Saya juga pengurus pusat,” papar SBA yang diketahui sebagai salah satu anggota Dewan Syura DPP PKB tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan, telah terjadi wanprestasi dalam kesepakatan politik yang dibangun beberapa waktu lalu. Menurutnya, sebelum rekomendasi turun, Djoko Susanto sepakat berpasangan dengan Ayub Junaidi sebagai wakilnya. Akan tetapi, yang terjadi setelah rekomendasi PKB turun, Djoko Susanto juga diketahui mendapat rekomendasi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan dipasangkan dengan Ahmad Halim sebagai wakilnya.

Untuk itulah, PKB secara tegas akan mencabut rekomendasi yang turun kepada Djoko. “PKB sudah merekomendasi Djoko dengan Cawabup Ayub Junaidi. Kalau sama Ayub (harusnya rekomendasi dari partai lain, Red) ya Ayub semua. Ini kan nggak. Di tempat lain malah dengan orang lain,” tegas SBA kepada Jawa Pos Radar Jember.

Secara teknis, Ahmad Buang, Wakil Ketua DPC PKB Jember, membeber alasan mengapa PKB akan mencabut rekomendasi Djoko. Menurutnya, Djoko telah berkhianat dan mengingkari kontrak politik yang dibuat dengan judul Kontrak Jamiyah tertanggal 3 Desember 2019.

Dalam surat kontrak itu, Buang menjelaskan ada komitmen untuk berpasangan dengan kader Nahdlatul Ulama (NU). Bukan hanya itu, dalam surat juga ada komitmen untuk menggandeng calon wakil bupati, yaitu Ayub Junadi yang merupakan Ketua GP Ansor Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) mengunci pintu kendaraan politik untuk pencalonan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Jember, Djoko Susanto. Hal itu dilakukan setelah PKB merasa dikhianati atas kesepakatan politik yang telah dibangun beberapa waktu lalu. Untuk itu, rekomendasi yang telah turun bakal dicabut.

Rencana pencabutan rekomendasi Djoko Susanto disampaikan langsung Ketua DPC PKB Jember Syaiful Bahri Anshori, kemarin (19/3). “Kami sepakat pencabutan dan surat rekomendasi itu akan dianulir,” kata pria yang akrab dipanggil SBA tersebut.

SBA menyebut, pencabutan rekomendasi yang turun ke Djoko sudah menjadi kesepakatan. Mulai dari kepengurusan PKB tingkat bawah sampai ke pusat. Untuk itu, DPC tinggal menunggu surat pencabutan yang telah diusulkan ke DPP PKB. “Sudah kesepakatan, PAC, DPC, dan semua. Saya juga pengurus pusat,” papar SBA yang diketahui sebagai salah satu anggota Dewan Syura DPP PKB tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan, telah terjadi wanprestasi dalam kesepakatan politik yang dibangun beberapa waktu lalu. Menurutnya, sebelum rekomendasi turun, Djoko Susanto sepakat berpasangan dengan Ayub Junaidi sebagai wakilnya. Akan tetapi, yang terjadi setelah rekomendasi PKB turun, Djoko Susanto juga diketahui mendapat rekomendasi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan dipasangkan dengan Ahmad Halim sebagai wakilnya.

Untuk itulah, PKB secara tegas akan mencabut rekomendasi yang turun kepada Djoko. “PKB sudah merekomendasi Djoko dengan Cawabup Ayub Junaidi. Kalau sama Ayub (harusnya rekomendasi dari partai lain, Red) ya Ayub semua. Ini kan nggak. Di tempat lain malah dengan orang lain,” tegas SBA kepada Jawa Pos Radar Jember.

Secara teknis, Ahmad Buang, Wakil Ketua DPC PKB Jember, membeber alasan mengapa PKB akan mencabut rekomendasi Djoko. Menurutnya, Djoko telah berkhianat dan mengingkari kontrak politik yang dibuat dengan judul Kontrak Jamiyah tertanggal 3 Desember 2019.

Dalam surat kontrak itu, Buang menjelaskan ada komitmen untuk berpasangan dengan kader Nahdlatul Ulama (NU). Bukan hanya itu, dalam surat juga ada komitmen untuk menggandeng calon wakil bupati, yaitu Ayub Junadi yang merupakan Ketua GP Ansor Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/