alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Profil Prita Hapsari Korban Peristiwa Berdarah, Terkapar di Kamar Mandi

Dikenal sebagai Pianis Klasik, Korban Tinggalkan Murid-Murid Berbakat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Garis polisi masih terpasang di sekitar area kediaman mendiang Prita Hapsari, perempuan yang menjadi korban pembunuhan di rumahnya sendiri di jalan wijaya kusuma dekat stasiun Jember. Suasana berkabung masih membalut keluarga pensiunan pegawai perkebunan ini. Tampak di sekitar rumah terpajang dua buah karangan bunga ucapan belasungkawa dari keluarga dan kolega. Tidak terlihat ada aktivitas apa pun di rumah jalan wijaya kusuma dekat stasiun Jember tersebut. Setelah tragedi itu terjadi, Selasa (18/1), rumah itu seperti ditinggalkan pemiliknya.

Di sekitar rumah, warga dan pengendara motor masih terlihat lalu lalang, bergantian menyempatkan berhenti. Mereka seperti masih belum percaya, bagaimana peristiwa berdarah itu bisa terjadi pada rumah yang berarsitektur lawas tersebut. “Tadi siang ini (kemarin, Red), Ibu Prita Hapsari sudah dikebumikan,” kata Andri, salah satu warga sekitar, seusai ikut mengantarkan mendiang di Gedung Persemayaman PRK Panca Budi, Jalan Teratai, Kaliwates Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, mendiang Prita Hapsari dikenal sebagai sosok yang ramah dan kalem. Dia merupakan seorang pianis. Hal itu juga terlihat dari laman media sosialnya. Dia banyak menunjukkan kegiatan sehari-harinya yang tengah memainkan piano. Bahkan, sejumlah anak didiknya juga dipampang di sana. Mereka, para muridnya, adalah anak-anak berbakat dengan beragam piagam dan sertifikat yang juga diunggah di media sosial tersebut.

Sepak terjangnya ini rupanya sudah dikenal sejumlah musisi kawakan Jember. Misalnya Toto Sandora, gitaris Tatto Band. “Beliau itu memiliki style klasik. Dari karakternya sampai cara dia berpakaian, mirip noni Belanda,” terang musisi ini.

Mengetahui kabar pianis itu meninggal, diakuinya menjadi pukulan bagi kalangan musisi Jember. Namanya kini seketika mengharum. Menurut Toto, mendiang dikenal sebagai sosok yang disiplin, konsisten, dan berpegang teguh pada aliran musik klasiknya.

Hal itulah yang membawa style, cara berpakaian, karakter, hingga tindak-tanduknya setiap hari yang bergaya klasik. Bahkan, Prita Hapsari dikenal antikompromi dengan aliran musik nonklasik. “Banyak pianis yang beraneka aliran, tapi jarang ditemui seperti Mbak Prita yang konsisten. Bagi saya, beliau itu langka. Sangat keren,” tambah Toto.

Dalam riwayat perjalanan karir mendiang, diketahui sempat belajar musik di House Music, yang dulu masih Istana Music di daerah pasar burung dekat Hotel Dafam. Saat itu, Prita diajar oleh gurunya, Agus Susanto. “Sekitar tahun 1999 dia belajar piano ke saya. Dan setahun berikutnya, dia belajar sekaligus mengajar musik juga,” kenang Agus.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Garis polisi masih terpasang di sekitar area kediaman mendiang Prita Hapsari, perempuan yang menjadi korban pembunuhan di rumahnya sendiri di jalan wijaya kusuma dekat stasiun Jember. Suasana berkabung masih membalut keluarga pensiunan pegawai perkebunan ini. Tampak di sekitar rumah terpajang dua buah karangan bunga ucapan belasungkawa dari keluarga dan kolega. Tidak terlihat ada aktivitas apa pun di rumah jalan wijaya kusuma dekat stasiun Jember tersebut. Setelah tragedi itu terjadi, Selasa (18/1), rumah itu seperti ditinggalkan pemiliknya.

Di sekitar rumah, warga dan pengendara motor masih terlihat lalu lalang, bergantian menyempatkan berhenti. Mereka seperti masih belum percaya, bagaimana peristiwa berdarah itu bisa terjadi pada rumah yang berarsitektur lawas tersebut. “Tadi siang ini (kemarin, Red), Ibu Prita Hapsari sudah dikebumikan,” kata Andri, salah satu warga sekitar, seusai ikut mengantarkan mendiang di Gedung Persemayaman PRK Panca Budi, Jalan Teratai, Kaliwates Jember.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, mendiang Prita Hapsari dikenal sebagai sosok yang ramah dan kalem. Dia merupakan seorang pianis. Hal itu juga terlihat dari laman media sosialnya. Dia banyak menunjukkan kegiatan sehari-harinya yang tengah memainkan piano. Bahkan, sejumlah anak didiknya juga dipampang di sana. Mereka, para muridnya, adalah anak-anak berbakat dengan beragam piagam dan sertifikat yang juga diunggah di media sosial tersebut.

Sepak terjangnya ini rupanya sudah dikenal sejumlah musisi kawakan Jember. Misalnya Toto Sandora, gitaris Tatto Band. “Beliau itu memiliki style klasik. Dari karakternya sampai cara dia berpakaian, mirip noni Belanda,” terang musisi ini.

Mengetahui kabar pianis itu meninggal, diakuinya menjadi pukulan bagi kalangan musisi Jember. Namanya kini seketika mengharum. Menurut Toto, mendiang dikenal sebagai sosok yang disiplin, konsisten, dan berpegang teguh pada aliran musik klasiknya.

Hal itulah yang membawa style, cara berpakaian, karakter, hingga tindak-tanduknya setiap hari yang bergaya klasik. Bahkan, Prita Hapsari dikenal antikompromi dengan aliran musik nonklasik. “Banyak pianis yang beraneka aliran, tapi jarang ditemui seperti Mbak Prita yang konsisten. Bagi saya, beliau itu langka. Sangat keren,” tambah Toto.

Dalam riwayat perjalanan karir mendiang, diketahui sempat belajar musik di House Music, yang dulu masih Istana Music di daerah pasar burung dekat Hotel Dafam. Saat itu, Prita diajar oleh gurunya, Agus Susanto. “Sekitar tahun 1999 dia belajar piano ke saya. Dan setahun berikutnya, dia belajar sekaligus mengajar musik juga,” kenang Agus.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Garis polisi masih terpasang di sekitar area kediaman mendiang Prita Hapsari, perempuan yang menjadi korban pembunuhan di rumahnya sendiri di jalan wijaya kusuma dekat stasiun Jember. Suasana berkabung masih membalut keluarga pensiunan pegawai perkebunan ini. Tampak di sekitar rumah terpajang dua buah karangan bunga ucapan belasungkawa dari keluarga dan kolega. Tidak terlihat ada aktivitas apa pun di rumah jalan wijaya kusuma dekat stasiun Jember tersebut. Setelah tragedi itu terjadi, Selasa (18/1), rumah itu seperti ditinggalkan pemiliknya.

Di sekitar rumah, warga dan pengendara motor masih terlihat lalu lalang, bergantian menyempatkan berhenti. Mereka seperti masih belum percaya, bagaimana peristiwa berdarah itu bisa terjadi pada rumah yang berarsitektur lawas tersebut. “Tadi siang ini (kemarin, Red), Ibu Prita Hapsari sudah dikebumikan,” kata Andri, salah satu warga sekitar, seusai ikut mengantarkan mendiang di Gedung Persemayaman PRK Panca Budi, Jalan Teratai, Kaliwates Jember.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, mendiang Prita Hapsari dikenal sebagai sosok yang ramah dan kalem. Dia merupakan seorang pianis. Hal itu juga terlihat dari laman media sosialnya. Dia banyak menunjukkan kegiatan sehari-harinya yang tengah memainkan piano. Bahkan, sejumlah anak didiknya juga dipampang di sana. Mereka, para muridnya, adalah anak-anak berbakat dengan beragam piagam dan sertifikat yang juga diunggah di media sosial tersebut.

Sepak terjangnya ini rupanya sudah dikenal sejumlah musisi kawakan Jember. Misalnya Toto Sandora, gitaris Tatto Band. “Beliau itu memiliki style klasik. Dari karakternya sampai cara dia berpakaian, mirip noni Belanda,” terang musisi ini.

Mengetahui kabar pianis itu meninggal, diakuinya menjadi pukulan bagi kalangan musisi Jember. Namanya kini seketika mengharum. Menurut Toto, mendiang dikenal sebagai sosok yang disiplin, konsisten, dan berpegang teguh pada aliran musik klasiknya.

Hal itulah yang membawa style, cara berpakaian, karakter, hingga tindak-tanduknya setiap hari yang bergaya klasik. Bahkan, Prita Hapsari dikenal antikompromi dengan aliran musik nonklasik. “Banyak pianis yang beraneka aliran, tapi jarang ditemui seperti Mbak Prita yang konsisten. Bagi saya, beliau itu langka. Sangat keren,” tambah Toto.

Dalam riwayat perjalanan karir mendiang, diketahui sempat belajar musik di House Music, yang dulu masih Istana Music di daerah pasar burung dekat Hotel Dafam. Saat itu, Prita diajar oleh gurunya, Agus Susanto. “Sekitar tahun 1999 dia belajar piano ke saya. Dan setahun berikutnya, dia belajar sekaligus mengajar musik juga,” kenang Agus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/