alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Fakta Baru, Tersangka Kasus Pembunuhan Gondol Uang 13,3 Jt Bukan 2,8 Jt

Utang Ditolak, Pisau Bertindak Demi 13,3 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Motif kasus dugaan perampokan yang mengakibatkan korbannya tewas akhirnya terkuak. Kini, polisi telah menetapkan Hafid Prasetyo Hadi, warga Dusun Krajan Lama, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, sebagai tersangka atas peristiwa pembunuhan sekaligus pencurian yang disertai kekerasan tersebut.

Hasil penyidikan kepolisian mengungkap, ternyata tanggungan utang menjadi dalih pria 31 tahun pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di jalan wijaya kusuma kemarin (18/1) itu berbuat nekat. Pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di jalan wijaya kusuma itu mencuri uang hingga menghabisi nyawa korban. Uang yang hendak digondol tersangka jumlahnya mencapai Rp 13,3 juta. Uang Rp 2,8 juta yang dikabarkan sebelumnya merupakan uang titipan korban untuk membeli TV, menjadi bagian dari belasan juta duit yang dirampas oleh pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di jalan wijaya kusuma. “Saya khilaf. Saya menyesal telah membunuh,” kata Hafid saat memberikan keterangan di hadapan awak media dalam konferensi pers di Mapolres Jember, kemarin (19/1).

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, tersangka pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di sekitar stasiun Jember yang merupakan tukang servis TV panggilan itu membunuh korban menggunakan sebilah pisau. Kejadian bermula, kata Komang, saat korban menelepon tersangka pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di sekitar stasiun Jember itu untuk memperbaiki televisi, beberapa hari sebelum tragedi berdarah itu terjadi. Ketika itu, tersangka meminta korban membeli televisi baru. Karena dia menyimpulkan, televisi tersebut sudah tidak bisa diperbaiki atau diservis lagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemudian, berselang tiga hari, Selasa (18/1), tersangka datang kembali dengan maksud memenuhi panggilan korban yang meminta membeli televisi baru. Korban memberikan uang Rp 2 juta kepada tersangka. Setelah memberikan uang itu, tersangka  menyampaikan ingin meminjam uang kepada korban. Namun, korban meminta tersangka agar membelikan televisi terlebih dahulu.

Lantaran korban tidak memenuhi permintaan itu, tersangka pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di sekitar stasiun Jember sempat mengancam korban agar segera menyerahkan uang yang dipinjam. Bahkan, sempat terjadi cekcok hingga tersangka nekat menganiaya korban. Ketika itu, korban baru keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan jarik. Tersangka lalu mendorong korban masuk lagi ke dalam kamar mandi. “Tersangka membunuh korban dengan cara digorok,” terangnya.

Diduga korban sempat melakukan perlawanan, karena terdapat luka sayatan di lengan kiri, bahu sebelah kanan, dan jempol sebelah kiri. “Korban meninggal di tempat karena luka sayatan yang cukup lebar,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Motif kasus dugaan perampokan yang mengakibatkan korbannya tewas akhirnya terkuak. Kini, polisi telah menetapkan Hafid Prasetyo Hadi, warga Dusun Krajan Lama, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, sebagai tersangka atas peristiwa pembunuhan sekaligus pencurian yang disertai kekerasan tersebut.

Hasil penyidikan kepolisian mengungkap, ternyata tanggungan utang menjadi dalih pria 31 tahun pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di jalan wijaya kusuma kemarin (18/1) itu berbuat nekat. Pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di jalan wijaya kusuma itu mencuri uang hingga menghabisi nyawa korban. Uang yang hendak digondol tersangka jumlahnya mencapai Rp 13,3 juta. Uang Rp 2,8 juta yang dikabarkan sebelumnya merupakan uang titipan korban untuk membeli TV, menjadi bagian dari belasan juta duit yang dirampas oleh pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di jalan wijaya kusuma. “Saya khilaf. Saya menyesal telah membunuh,” kata Hafid saat memberikan keterangan di hadapan awak media dalam konferensi pers di Mapolres Jember, kemarin (19/1).

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, tersangka pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di sekitar stasiun Jember yang merupakan tukang servis TV panggilan itu membunuh korban menggunakan sebilah pisau. Kejadian bermula, kata Komang, saat korban menelepon tersangka pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di sekitar stasiun Jember itu untuk memperbaiki televisi, beberapa hari sebelum tragedi berdarah itu terjadi. Ketika itu, tersangka meminta korban membeli televisi baru. Karena dia menyimpulkan, televisi tersebut sudah tidak bisa diperbaiki atau diservis lagi.

Kemudian, berselang tiga hari, Selasa (18/1), tersangka datang kembali dengan maksud memenuhi panggilan korban yang meminta membeli televisi baru. Korban memberikan uang Rp 2 juta kepada tersangka. Setelah memberikan uang itu, tersangka  menyampaikan ingin meminjam uang kepada korban. Namun, korban meminta tersangka agar membelikan televisi terlebih dahulu.

Lantaran korban tidak memenuhi permintaan itu, tersangka pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di sekitar stasiun Jember sempat mengancam korban agar segera menyerahkan uang yang dipinjam. Bahkan, sempat terjadi cekcok hingga tersangka nekat menganiaya korban. Ketika itu, korban baru keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan jarik. Tersangka lalu mendorong korban masuk lagi ke dalam kamar mandi. “Tersangka membunuh korban dengan cara digorok,” terangnya.

Diduga korban sempat melakukan perlawanan, karena terdapat luka sayatan di lengan kiri, bahu sebelah kanan, dan jempol sebelah kiri. “Korban meninggal di tempat karena luka sayatan yang cukup lebar,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Motif kasus dugaan perampokan yang mengakibatkan korbannya tewas akhirnya terkuak. Kini, polisi telah menetapkan Hafid Prasetyo Hadi, warga Dusun Krajan Lama, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, sebagai tersangka atas peristiwa pembunuhan sekaligus pencurian yang disertai kekerasan tersebut.

Hasil penyidikan kepolisian mengungkap, ternyata tanggungan utang menjadi dalih pria 31 tahun pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di jalan wijaya kusuma kemarin (18/1) itu berbuat nekat. Pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di jalan wijaya kusuma itu mencuri uang hingga menghabisi nyawa korban. Uang yang hendak digondol tersangka jumlahnya mencapai Rp 13,3 juta. Uang Rp 2,8 juta yang dikabarkan sebelumnya merupakan uang titipan korban untuk membeli TV, menjadi bagian dari belasan juta duit yang dirampas oleh pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di jalan wijaya kusuma. “Saya khilaf. Saya menyesal telah membunuh,” kata Hafid saat memberikan keterangan di hadapan awak media dalam konferensi pers di Mapolres Jember, kemarin (19/1).

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, tersangka pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di sekitar stasiun Jember yang merupakan tukang servis TV panggilan itu membunuh korban menggunakan sebilah pisau. Kejadian bermula, kata Komang, saat korban menelepon tersangka pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di sekitar stasiun Jember itu untuk memperbaiki televisi, beberapa hari sebelum tragedi berdarah itu terjadi. Ketika itu, tersangka meminta korban membeli televisi baru. Karena dia menyimpulkan, televisi tersebut sudah tidak bisa diperbaiki atau diservis lagi.

Kemudian, berselang tiga hari, Selasa (18/1), tersangka datang kembali dengan maksud memenuhi panggilan korban yang meminta membeli televisi baru. Korban memberikan uang Rp 2 juta kepada tersangka. Setelah memberikan uang itu, tersangka  menyampaikan ingin meminjam uang kepada korban. Namun, korban meminta tersangka agar membelikan televisi terlebih dahulu.

Lantaran korban tidak memenuhi permintaan itu, tersangka pelaku pembunuhan, pencurian dan kekerasan di sekitar stasiun Jember sempat mengancam korban agar segera menyerahkan uang yang dipinjam. Bahkan, sempat terjadi cekcok hingga tersangka nekat menganiaya korban. Ketika itu, korban baru keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan jarik. Tersangka lalu mendorong korban masuk lagi ke dalam kamar mandi. “Tersangka membunuh korban dengan cara digorok,” terangnya.

Diduga korban sempat melakukan perlawanan, karena terdapat luka sayatan di lengan kiri, bahu sebelah kanan, dan jempol sebelah kiri. “Korban meninggal di tempat karena luka sayatan yang cukup lebar,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/