alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Sepakat Akhiri Dualisme Jabatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) sepakat mengakhiri dualisme jabatan di birokrasi lingkungan Pemkab Jember, kemarin (19/1). Niat baik ini datang dari banyak pegawai dan disampaikan secara terbuka di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.

Ajakan mengakhiri pecah kongsi agar kembali utuh disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano yang di-nonjob-kan Bupati Jember. Menurutnya, Surat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah secara detail menguliti kebijakan kontroversial di Jember. Dalam rapat konsolidasi ASN serta para pejabat di lingkungan Pemkab Jember, Mirfano juga menyikapi kondisi birokrasi, khususnya pasca-pilkada digelar. Apa yang telah terjadi harus diakhiri demi memberikan pelayanan maksimal serta menyelesaikan PR-PR pemkab yang belum selesai.

Mirfano pun mengajak seluruh ASN untuk bersatu padu. Mengakhiri pecah kongsi dan tidak meneruskan kesalahan-kesalahan yang telah terjadi. Kembali pada sumpah dan janji akan mengabdi kepada negara. “Kami sepakat untuk mengakhiri dualisme pejabat yang saat ini ada seperti Plt atau Plh. Kami tetap bersahabat dengan adanya Plt baru itu dalam bekerja,” kata Mirfano.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasar surat Gubernur Jawa Timur yang diterbitkan 15 Januari lalu, Mirfano mengaku akan mengusulkan agar segera ditindaklanjuti oleh Bupati Jember. Yaitu mencabut keputusan pencopotan jabatan yang telah cacat prosedur serta pengisian Plt/Plh yang tidak sah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) sepakat mengakhiri dualisme jabatan di birokrasi lingkungan Pemkab Jember, kemarin (19/1). Niat baik ini datang dari banyak pegawai dan disampaikan secara terbuka di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.

Ajakan mengakhiri pecah kongsi agar kembali utuh disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano yang di-nonjob-kan Bupati Jember. Menurutnya, Surat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah secara detail menguliti kebijakan kontroversial di Jember. Dalam rapat konsolidasi ASN serta para pejabat di lingkungan Pemkab Jember, Mirfano juga menyikapi kondisi birokrasi, khususnya pasca-pilkada digelar. Apa yang telah terjadi harus diakhiri demi memberikan pelayanan maksimal serta menyelesaikan PR-PR pemkab yang belum selesai.

Mirfano pun mengajak seluruh ASN untuk bersatu padu. Mengakhiri pecah kongsi dan tidak meneruskan kesalahan-kesalahan yang telah terjadi. Kembali pada sumpah dan janji akan mengabdi kepada negara. “Kami sepakat untuk mengakhiri dualisme pejabat yang saat ini ada seperti Plt atau Plh. Kami tetap bersahabat dengan adanya Plt baru itu dalam bekerja,” kata Mirfano.

Berdasar surat Gubernur Jawa Timur yang diterbitkan 15 Januari lalu, Mirfano mengaku akan mengusulkan agar segera ditindaklanjuti oleh Bupati Jember. Yaitu mencabut keputusan pencopotan jabatan yang telah cacat prosedur serta pengisian Plt/Plh yang tidak sah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) sepakat mengakhiri dualisme jabatan di birokrasi lingkungan Pemkab Jember, kemarin (19/1). Niat baik ini datang dari banyak pegawai dan disampaikan secara terbuka di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.

Ajakan mengakhiri pecah kongsi agar kembali utuh disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano yang di-nonjob-kan Bupati Jember. Menurutnya, Surat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah secara detail menguliti kebijakan kontroversial di Jember. Dalam rapat konsolidasi ASN serta para pejabat di lingkungan Pemkab Jember, Mirfano juga menyikapi kondisi birokrasi, khususnya pasca-pilkada digelar. Apa yang telah terjadi harus diakhiri demi memberikan pelayanan maksimal serta menyelesaikan PR-PR pemkab yang belum selesai.

Mirfano pun mengajak seluruh ASN untuk bersatu padu. Mengakhiri pecah kongsi dan tidak meneruskan kesalahan-kesalahan yang telah terjadi. Kembali pada sumpah dan janji akan mengabdi kepada negara. “Kami sepakat untuk mengakhiri dualisme pejabat yang saat ini ada seperti Plt atau Plh. Kami tetap bersahabat dengan adanya Plt baru itu dalam bekerja,” kata Mirfano.

Berdasar surat Gubernur Jawa Timur yang diterbitkan 15 Januari lalu, Mirfano mengaku akan mengusulkan agar segera ditindaklanjuti oleh Bupati Jember. Yaitu mencabut keputusan pencopotan jabatan yang telah cacat prosedur serta pengisian Plt/Plh yang tidak sah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/