alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Beras Cadangan Belum Terpakai

Untuk Logistik Korban Bencana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Logistik bantuan korban bencana menjadi hal yang penting dalam penanganan kebencanaan, termasuk banjir di Wonoasri, Tempurejo. Namun, cadangan beras pemerintah (CBP) untuk bencana belum dikeluarkan. Hal itu tidak lain karena stok bantuan beras dirasa masih mencukupi.

Pimpinan Cabang Bulog Jember Budi Sultika menjelaskan, setiap tahun Bulog menyiapkan beras cadangan yang digunakan untuk bencana. Per tahun jumlahnya 100 ton. Namun, hingga kini CBP tersebut belum disalurkan walau di Jember terdapat bencana banjir.

Budi mengatakan, untuk pencairan CBP perlu beberapa prosedur. Salah satunya adalah harus ada surat dari bupati. Selain surat, juga terdapat lampiran dari Dinas Sosial (Dinsos) yang menyertakan penerima bantuan beras cadangan itu. “Jadi, ada by name by address,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga kemarin (19/1), surat bantuan beras cadangan dari Pemkab Jember juga belum diterima Bulog. Karenanya, Bulog juga tidak bisa mengeluarkan beras bantuan tersebut. Menurut dia, surat dari bupati merupakan syarat administrasi yang harus dipenuhi. “Bila surat tersebut ada, maka bisa langsung dikeluarkan berasnya,” ucap dia.

Budi menegaskan, tugas Bulog dalam hal beras cadangan ini adalah menyiapkan saja, tidak sampai ikut mendistribusikan. Karena itu, untuk armada distribusi juga disiapkan pemerintah daerah. Beras cadangan hingga 100 ton tersebut tidak sulit bagi Bulog menyiapkannya. “Stok Bulog Jember 27 ribu ton. Mengeluarkan cadangan beras 100 ton itu tidak ada kendala,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Logistik bantuan korban bencana menjadi hal yang penting dalam penanganan kebencanaan, termasuk banjir di Wonoasri, Tempurejo. Namun, cadangan beras pemerintah (CBP) untuk bencana belum dikeluarkan. Hal itu tidak lain karena stok bantuan beras dirasa masih mencukupi.

Pimpinan Cabang Bulog Jember Budi Sultika menjelaskan, setiap tahun Bulog menyiapkan beras cadangan yang digunakan untuk bencana. Per tahun jumlahnya 100 ton. Namun, hingga kini CBP tersebut belum disalurkan walau di Jember terdapat bencana banjir.

Budi mengatakan, untuk pencairan CBP perlu beberapa prosedur. Salah satunya adalah harus ada surat dari bupati. Selain surat, juga terdapat lampiran dari Dinas Sosial (Dinsos) yang menyertakan penerima bantuan beras cadangan itu. “Jadi, ada by name by address,” ucapnya.

Hingga kemarin (19/1), surat bantuan beras cadangan dari Pemkab Jember juga belum diterima Bulog. Karenanya, Bulog juga tidak bisa mengeluarkan beras bantuan tersebut. Menurut dia, surat dari bupati merupakan syarat administrasi yang harus dipenuhi. “Bila surat tersebut ada, maka bisa langsung dikeluarkan berasnya,” ucap dia.

Budi menegaskan, tugas Bulog dalam hal beras cadangan ini adalah menyiapkan saja, tidak sampai ikut mendistribusikan. Karena itu, untuk armada distribusi juga disiapkan pemerintah daerah. Beras cadangan hingga 100 ton tersebut tidak sulit bagi Bulog menyiapkannya. “Stok Bulog Jember 27 ribu ton. Mengeluarkan cadangan beras 100 ton itu tidak ada kendala,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Logistik bantuan korban bencana menjadi hal yang penting dalam penanganan kebencanaan, termasuk banjir di Wonoasri, Tempurejo. Namun, cadangan beras pemerintah (CBP) untuk bencana belum dikeluarkan. Hal itu tidak lain karena stok bantuan beras dirasa masih mencukupi.

Pimpinan Cabang Bulog Jember Budi Sultika menjelaskan, setiap tahun Bulog menyiapkan beras cadangan yang digunakan untuk bencana. Per tahun jumlahnya 100 ton. Namun, hingga kini CBP tersebut belum disalurkan walau di Jember terdapat bencana banjir.

Budi mengatakan, untuk pencairan CBP perlu beberapa prosedur. Salah satunya adalah harus ada surat dari bupati. Selain surat, juga terdapat lampiran dari Dinas Sosial (Dinsos) yang menyertakan penerima bantuan beras cadangan itu. “Jadi, ada by name by address,” ucapnya.

Hingga kemarin (19/1), surat bantuan beras cadangan dari Pemkab Jember juga belum diterima Bulog. Karenanya, Bulog juga tidak bisa mengeluarkan beras bantuan tersebut. Menurut dia, surat dari bupati merupakan syarat administrasi yang harus dipenuhi. “Bila surat tersebut ada, maka bisa langsung dikeluarkan berasnya,” ucap dia.

Budi menegaskan, tugas Bulog dalam hal beras cadangan ini adalah menyiapkan saja, tidak sampai ikut mendistribusikan. Karena itu, untuk armada distribusi juga disiapkan pemerintah daerah. Beras cadangan hingga 100 ton tersebut tidak sulit bagi Bulog menyiapkannya. “Stok Bulog Jember 27 ribu ton. Mengeluarkan cadangan beras 100 ton itu tidak ada kendala,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/