alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Unik Nih ! Melon di Smart Green House Polije

Mobile_AP_Rectangle 1

Perawatan melon di SGH juga dilakukan secara otomatis. Baik untuk sistem pemupukan dan irigasi, maupun iklim mikro atau suhu di dalam ruangan. “Kita siapkan blower, kipas, untuk menarik udara panas agar iklim mikro sesuai dengan prasyarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman. Operasional sudah tersistem secara otomatis. Jika suhu di atas 32 derajat Celsius kipas akan on secara otomatis, jika dibawah 30 derajat dia juga off otomatis,” lanjut Fendi.

Karena tanaman melon merupakan tanaman musiman atau hanya memiliki kesempatan satu kali berbuah, maka perawatannya harus dilakukan secara maksimal untuk mendapatkan buah yang berkualitas. Selain itu, di lahan yang memiliki luas 2.500 meter persegi ini, waktu penanamannya juga tidak semuanya berbarengan. Artinya, usia dan masa panen tanaman melon tidak sama meskipun dalam satu tempat yang sama. “Kami tidak tergantung musim, karena penanamannya bertahap. Jadi sepanjang tahun, tanaman bisa kami panen,” ujarnya.

Tanaman melon biasanya bisa dipanen setelah berusia tiga bulan dari waktu penanaman. Sementara, jumlah tanaman melon di sini, setidaknya terdapat sekitar 2.600 tanaman. Agar produksi dapat terus berjalan, SGH menerapkan untuk melakukan penanaman degan jarak waktu dua minggu sekali.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Perawatan melon di SGH juga dilakukan secara otomatis. Baik untuk sistem pemupukan dan irigasi, maupun iklim mikro atau suhu di dalam ruangan. “Kita siapkan blower, kipas, untuk menarik udara panas agar iklim mikro sesuai dengan prasyarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman. Operasional sudah tersistem secara otomatis. Jika suhu di atas 32 derajat Celsius kipas akan on secara otomatis, jika dibawah 30 derajat dia juga off otomatis,” lanjut Fendi.

Karena tanaman melon merupakan tanaman musiman atau hanya memiliki kesempatan satu kali berbuah, maka perawatannya harus dilakukan secara maksimal untuk mendapatkan buah yang berkualitas. Selain itu, di lahan yang memiliki luas 2.500 meter persegi ini, waktu penanamannya juga tidak semuanya berbarengan. Artinya, usia dan masa panen tanaman melon tidak sama meskipun dalam satu tempat yang sama. “Kami tidak tergantung musim, karena penanamannya bertahap. Jadi sepanjang tahun, tanaman bisa kami panen,” ujarnya.

Tanaman melon biasanya bisa dipanen setelah berusia tiga bulan dari waktu penanaman. Sementara, jumlah tanaman melon di sini, setidaknya terdapat sekitar 2.600 tanaman. Agar produksi dapat terus berjalan, SGH menerapkan untuk melakukan penanaman degan jarak waktu dua minggu sekali.

Jurnalis: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Perawatan melon di SGH juga dilakukan secara otomatis. Baik untuk sistem pemupukan dan irigasi, maupun iklim mikro atau suhu di dalam ruangan. “Kita siapkan blower, kipas, untuk menarik udara panas agar iklim mikro sesuai dengan prasyarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman. Operasional sudah tersistem secara otomatis. Jika suhu di atas 32 derajat Celsius kipas akan on secara otomatis, jika dibawah 30 derajat dia juga off otomatis,” lanjut Fendi.

Karena tanaman melon merupakan tanaman musiman atau hanya memiliki kesempatan satu kali berbuah, maka perawatannya harus dilakukan secara maksimal untuk mendapatkan buah yang berkualitas. Selain itu, di lahan yang memiliki luas 2.500 meter persegi ini, waktu penanamannya juga tidak semuanya berbarengan. Artinya, usia dan masa panen tanaman melon tidak sama meskipun dalam satu tempat yang sama. “Kami tidak tergantung musim, karena penanamannya bertahap. Jadi sepanjang tahun, tanaman bisa kami panen,” ujarnya.

Tanaman melon biasanya bisa dipanen setelah berusia tiga bulan dari waktu penanaman. Sementara, jumlah tanaman melon di sini, setidaknya terdapat sekitar 2.600 tanaman. Agar produksi dapat terus berjalan, SGH menerapkan untuk melakukan penanaman degan jarak waktu dua minggu sekali.

Jurnalis: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/