alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Unik Nih ! Melon di Smart Green House Polije

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDBerwisata memetik buah langsung dari pohonnya sambil belajar, tentu menjadi kegiatan menyenangkan dan bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Apalagi, jika buah yang dipetik bisa langsung dinikmati di tempat. Sungguh layak disebut wisata paket komplet.

Ya, di Teaching Factory (Tefa) Smart Green House (SGH) milik Politeknik Negeri Jember (Polije) pengunjung tak hanya dapat memetik dan menikmati manisnya buah melon yang baru saja dipanen. Di tempat ini, pengunjung dapat belajar tentang budidaya melon hidroponik, mulai dari penanaman, perawatan, hingga produksi atau panen.

Istimewanya, metode penanaman melon di SGH ini berbeda dengan penanaman melon konvensional atau pada umumnya. Mula-mula bibit melon tak langsung ditanam dalam tanah lapang. Namun, bibit dimasukkan ke dalam polybag berisi kokopit atau serbuk serabut kelapa. Kemudian, bibit mulai ditanam di tanah seperti pada umumnya tanpa melepaskan kokopitnya. “Satu tanaman dimasukkan ke dalam polibag khusus. Dengan begitu, saat diberi nutrisi, proses penyerapan unsur haranya hanya terfokus ke satu tanaman itu sendiri,” ungkap Fendi Hermawan, koordinator lapang SGH Polije.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya medianya yang berbeda, lahan yang digunakan juga sangat berbeda dengan lahan melon biasanya. Lahan penanaman melon ini tertutup dan selalu dalam keadaan steril. Oleh karenanya, setiap pengunjung yang akan masuk ke SGH ini harus terlebih dahulu melepas alas kakinya dan menggunakan cairan desinfektan khusus yang disediakan di pintu masuk. Inilah yang membuat kualitas melon di SGH juga berbeda dengan melon yang ada di pasaran.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDBerwisata memetik buah langsung dari pohonnya sambil belajar, tentu menjadi kegiatan menyenangkan dan bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Apalagi, jika buah yang dipetik bisa langsung dinikmati di tempat. Sungguh layak disebut wisata paket komplet.

Ya, di Teaching Factory (Tefa) Smart Green House (SGH) milik Politeknik Negeri Jember (Polije) pengunjung tak hanya dapat memetik dan menikmati manisnya buah melon yang baru saja dipanen. Di tempat ini, pengunjung dapat belajar tentang budidaya melon hidroponik, mulai dari penanaman, perawatan, hingga produksi atau panen.

Istimewanya, metode penanaman melon di SGH ini berbeda dengan penanaman melon konvensional atau pada umumnya. Mula-mula bibit melon tak langsung ditanam dalam tanah lapang. Namun, bibit dimasukkan ke dalam polybag berisi kokopit atau serbuk serabut kelapa. Kemudian, bibit mulai ditanam di tanah seperti pada umumnya tanpa melepaskan kokopitnya. “Satu tanaman dimasukkan ke dalam polibag khusus. Dengan begitu, saat diberi nutrisi, proses penyerapan unsur haranya hanya terfokus ke satu tanaman itu sendiri,” ungkap Fendi Hermawan, koordinator lapang SGH Polije.

Tak hanya medianya yang berbeda, lahan yang digunakan juga sangat berbeda dengan lahan melon biasanya. Lahan penanaman melon ini tertutup dan selalu dalam keadaan steril. Oleh karenanya, setiap pengunjung yang akan masuk ke SGH ini harus terlebih dahulu melepas alas kakinya dan menggunakan cairan desinfektan khusus yang disediakan di pintu masuk. Inilah yang membuat kualitas melon di SGH juga berbeda dengan melon yang ada di pasaran.

JEMBER, RADARJEMBER.IDBerwisata memetik buah langsung dari pohonnya sambil belajar, tentu menjadi kegiatan menyenangkan dan bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Apalagi, jika buah yang dipetik bisa langsung dinikmati di tempat. Sungguh layak disebut wisata paket komplet.

Ya, di Teaching Factory (Tefa) Smart Green House (SGH) milik Politeknik Negeri Jember (Polije) pengunjung tak hanya dapat memetik dan menikmati manisnya buah melon yang baru saja dipanen. Di tempat ini, pengunjung dapat belajar tentang budidaya melon hidroponik, mulai dari penanaman, perawatan, hingga produksi atau panen.

Istimewanya, metode penanaman melon di SGH ini berbeda dengan penanaman melon konvensional atau pada umumnya. Mula-mula bibit melon tak langsung ditanam dalam tanah lapang. Namun, bibit dimasukkan ke dalam polybag berisi kokopit atau serbuk serabut kelapa. Kemudian, bibit mulai ditanam di tanah seperti pada umumnya tanpa melepaskan kokopitnya. “Satu tanaman dimasukkan ke dalam polibag khusus. Dengan begitu, saat diberi nutrisi, proses penyerapan unsur haranya hanya terfokus ke satu tanaman itu sendiri,” ungkap Fendi Hermawan, koordinator lapang SGH Polije.

Tak hanya medianya yang berbeda, lahan yang digunakan juga sangat berbeda dengan lahan melon biasanya. Lahan penanaman melon ini tertutup dan selalu dalam keadaan steril. Oleh karenanya, setiap pengunjung yang akan masuk ke SGH ini harus terlebih dahulu melepas alas kakinya dan menggunakan cairan desinfektan khusus yang disediakan di pintu masuk. Inilah yang membuat kualitas melon di SGH juga berbeda dengan melon yang ada di pasaran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/