alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pesisir Berpotensi Tsunami, Gubernur: Jangan Panik!

Warga Diminta Tetap Waspada

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi warga terdampak gempa di Kecamatan Ambulu, Sabtu (18/12) kemarin. Kedatangan orang nomor satu di Jawa Timur itu bertujuan untuk meninjau kerusakan akibat gempa sekaligus menyalurkan bantuan.

Saat itu, Khofifah datang didampingi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bupati Jember Hendy Siswanto, serta sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember.

Bersama rombongan dan Forkopimda, Khofifah meninjau langsung sejumlah rumah-rumah warga yang rusak karena dihantam gempa berkekuatan 5,1 skala richter tersebut. Dia mengaku turut prihatin atas musibah gempa tersebut. Secara bersamaan, pihaknya juga menyalurkan sejumlah bantuan berupa kebutuhan logistik dan uang Rp 500 juta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di hadapan awak media, Khofifah memaparkan mengenai status kebencanaan yang diprediksi bakal terjadi dalam beberapa hari ke depan. Menurut dia, Jawa Timur, khususnya bagian selatan, berpotensi terjadinya gempa disertai dengan gelombang tinggi atau tsunami. Hal itu terjadi seiring dengan fenomena anomali cuaca (La Nina) yang menyebabkan munculnya bencana hidrometeorologi berupa hujan deras disertai angin, banjir, hingga gempa yang berpotensi tsunami. “Kita berada di area ring of fire. Maka kesiapsiagaan dan mitigasi bencana harus dilakukan semua pihak,” terangnya.

Dia juga meminta keterlibatan berbagai unsur dalam membangun kesiapsiagaan dan mitigasi bencana tersebut. Tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga perguruan tinggi, media massa, serta masyarakat pada umumnya. “Semuanya memiliki peran yang sangat penting untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan dan perlindungan kepada masyarakat,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi warga terdampak gempa di Kecamatan Ambulu, Sabtu (18/12) kemarin. Kedatangan orang nomor satu di Jawa Timur itu bertujuan untuk meninjau kerusakan akibat gempa sekaligus menyalurkan bantuan.

Saat itu, Khofifah datang didampingi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bupati Jember Hendy Siswanto, serta sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember.

Bersama rombongan dan Forkopimda, Khofifah meninjau langsung sejumlah rumah-rumah warga yang rusak karena dihantam gempa berkekuatan 5,1 skala richter tersebut. Dia mengaku turut prihatin atas musibah gempa tersebut. Secara bersamaan, pihaknya juga menyalurkan sejumlah bantuan berupa kebutuhan logistik dan uang Rp 500 juta.

Di hadapan awak media, Khofifah memaparkan mengenai status kebencanaan yang diprediksi bakal terjadi dalam beberapa hari ke depan. Menurut dia, Jawa Timur, khususnya bagian selatan, berpotensi terjadinya gempa disertai dengan gelombang tinggi atau tsunami. Hal itu terjadi seiring dengan fenomena anomali cuaca (La Nina) yang menyebabkan munculnya bencana hidrometeorologi berupa hujan deras disertai angin, banjir, hingga gempa yang berpotensi tsunami. “Kita berada di area ring of fire. Maka kesiapsiagaan dan mitigasi bencana harus dilakukan semua pihak,” terangnya.

Dia juga meminta keterlibatan berbagai unsur dalam membangun kesiapsiagaan dan mitigasi bencana tersebut. Tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga perguruan tinggi, media massa, serta masyarakat pada umumnya. “Semuanya memiliki peran yang sangat penting untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan dan perlindungan kepada masyarakat,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi warga terdampak gempa di Kecamatan Ambulu, Sabtu (18/12) kemarin. Kedatangan orang nomor satu di Jawa Timur itu bertujuan untuk meninjau kerusakan akibat gempa sekaligus menyalurkan bantuan.

Saat itu, Khofifah datang didampingi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bupati Jember Hendy Siswanto, serta sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember.

Bersama rombongan dan Forkopimda, Khofifah meninjau langsung sejumlah rumah-rumah warga yang rusak karena dihantam gempa berkekuatan 5,1 skala richter tersebut. Dia mengaku turut prihatin atas musibah gempa tersebut. Secara bersamaan, pihaknya juga menyalurkan sejumlah bantuan berupa kebutuhan logistik dan uang Rp 500 juta.

Di hadapan awak media, Khofifah memaparkan mengenai status kebencanaan yang diprediksi bakal terjadi dalam beberapa hari ke depan. Menurut dia, Jawa Timur, khususnya bagian selatan, berpotensi terjadinya gempa disertai dengan gelombang tinggi atau tsunami. Hal itu terjadi seiring dengan fenomena anomali cuaca (La Nina) yang menyebabkan munculnya bencana hidrometeorologi berupa hujan deras disertai angin, banjir, hingga gempa yang berpotensi tsunami. “Kita berada di area ring of fire. Maka kesiapsiagaan dan mitigasi bencana harus dilakukan semua pihak,” terangnya.

Dia juga meminta keterlibatan berbagai unsur dalam membangun kesiapsiagaan dan mitigasi bencana tersebut. Tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga perguruan tinggi, media massa, serta masyarakat pada umumnya. “Semuanya memiliki peran yang sangat penting untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan dan perlindungan kepada masyarakat,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/