alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Saat Sungai Banjir, Badan Bisa Hanyut Terseret Arus

Perjuangan Mat Sulaiman dan Heri benar-benar tak bisa disepelekan. Keduanya tetap bertahan menjadi pencari pasir di sungai dengan menggunakan alat seadanya. Meski hasil yang didapat tidak seberapa, namun mereka enggan berpangku tangan. Yang penting bisa membawa uang walau hanya untuk membeli sejumlah beras.

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia menambahkan, dalam sehari keduanya bisa mengambil pasir di sungai sebanyak dua rit. Satu rit setara dengan bak kendaraan roda tiga. Satu rit hanya dibeli seharga Rp 60 ribu. Dengan demikian, dari Rp 60 itu dibagi dua, masing-masing mendapat Rp 30 ribu per satu rit. “Yang penting setiap hari saya bisa membawa uang dan bisa untuk membeli beras,” katanya

Namun, belakangan ini keduanya tak bisa mendapatkan pasir sebanyak dulu. Itu karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. “Sekarang sulit pasir, karena sungai banjir setelah hujan deras beberapa minggu terakhir ini,” kata Sulaiman.

Bukan hanya Sulaiman dan Heri yang mencari pasir dengan alat manual. Di bagian hilir sungai pun banyak masyarakat setempat yang mencari pasir. Apalagi di masa pandemi Covid-19, mencari uang sangat susah. Dia pun tak mengharap bantuan apa pun dari pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya tidak mengantungkan pada pemberian bantuan dari pemerintah. Saya masih kuat dan terus berusaha. Yang penting kita berusaha, pasti ada jalan. Pasir yang sudah dinaikkan dari dasar sungai pasti ada yang membeli,” tegas pria yang sudah bekerja menambang pasir dengan alat manual ini sejak 1995 silam.

Namun, menurut Sulaiman, mencari pasir sekarang berbeda dengan 25 tahun lalu. Kalau dulu sangat mudah karena belum banyak yang bekerja sebagai pencari pasir. “Kalau waktu itu sudah banyak pikap yang mengantre karena sangat mudah mendapatkan pasir. Kalau sekarang menunggu hasil dulu, baru kendaraan roda tiga atau pikap itu datang,” katanya.

Meski penuh perjuangan, dirinya tetap bersyukur dengan setiap hasil yang didapat. Dengan prinsip tidak pernah mengantungkan hidup pada orang lain atau bantuan dari pemerintah. Sebab, jika hanya mengantungkan pada pemberian dari orang atau pemerintah, tidak setiap hari ada. “Kalau ada kemauan, pasti Allah akan memberikan, yang penting ada niat dan ada usaha,” kata bapak yang murah senyum itu.

- Advertisement -

Dia menambahkan, dalam sehari keduanya bisa mengambil pasir di sungai sebanyak dua rit. Satu rit setara dengan bak kendaraan roda tiga. Satu rit hanya dibeli seharga Rp 60 ribu. Dengan demikian, dari Rp 60 itu dibagi dua, masing-masing mendapat Rp 30 ribu per satu rit. “Yang penting setiap hari saya bisa membawa uang dan bisa untuk membeli beras,” katanya

Namun, belakangan ini keduanya tak bisa mendapatkan pasir sebanyak dulu. Itu karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. “Sekarang sulit pasir, karena sungai banjir setelah hujan deras beberapa minggu terakhir ini,” kata Sulaiman.

Bukan hanya Sulaiman dan Heri yang mencari pasir dengan alat manual. Di bagian hilir sungai pun banyak masyarakat setempat yang mencari pasir. Apalagi di masa pandemi Covid-19, mencari uang sangat susah. Dia pun tak mengharap bantuan apa pun dari pemerintah.

“Saya tidak mengantungkan pada pemberian bantuan dari pemerintah. Saya masih kuat dan terus berusaha. Yang penting kita berusaha, pasti ada jalan. Pasir yang sudah dinaikkan dari dasar sungai pasti ada yang membeli,” tegas pria yang sudah bekerja menambang pasir dengan alat manual ini sejak 1995 silam.

Namun, menurut Sulaiman, mencari pasir sekarang berbeda dengan 25 tahun lalu. Kalau dulu sangat mudah karena belum banyak yang bekerja sebagai pencari pasir. “Kalau waktu itu sudah banyak pikap yang mengantre karena sangat mudah mendapatkan pasir. Kalau sekarang menunggu hasil dulu, baru kendaraan roda tiga atau pikap itu datang,” katanya.

Meski penuh perjuangan, dirinya tetap bersyukur dengan setiap hasil yang didapat. Dengan prinsip tidak pernah mengantungkan hidup pada orang lain atau bantuan dari pemerintah. Sebab, jika hanya mengantungkan pada pemberian dari orang atau pemerintah, tidak setiap hari ada. “Kalau ada kemauan, pasti Allah akan memberikan, yang penting ada niat dan ada usaha,” kata bapak yang murah senyum itu.

Dia menambahkan, dalam sehari keduanya bisa mengambil pasir di sungai sebanyak dua rit. Satu rit setara dengan bak kendaraan roda tiga. Satu rit hanya dibeli seharga Rp 60 ribu. Dengan demikian, dari Rp 60 itu dibagi dua, masing-masing mendapat Rp 30 ribu per satu rit. “Yang penting setiap hari saya bisa membawa uang dan bisa untuk membeli beras,” katanya

Namun, belakangan ini keduanya tak bisa mendapatkan pasir sebanyak dulu. Itu karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. “Sekarang sulit pasir, karena sungai banjir setelah hujan deras beberapa minggu terakhir ini,” kata Sulaiman.

Bukan hanya Sulaiman dan Heri yang mencari pasir dengan alat manual. Di bagian hilir sungai pun banyak masyarakat setempat yang mencari pasir. Apalagi di masa pandemi Covid-19, mencari uang sangat susah. Dia pun tak mengharap bantuan apa pun dari pemerintah.

“Saya tidak mengantungkan pada pemberian bantuan dari pemerintah. Saya masih kuat dan terus berusaha. Yang penting kita berusaha, pasti ada jalan. Pasir yang sudah dinaikkan dari dasar sungai pasti ada yang membeli,” tegas pria yang sudah bekerja menambang pasir dengan alat manual ini sejak 1995 silam.

Namun, menurut Sulaiman, mencari pasir sekarang berbeda dengan 25 tahun lalu. Kalau dulu sangat mudah karena belum banyak yang bekerja sebagai pencari pasir. “Kalau waktu itu sudah banyak pikap yang mengantre karena sangat mudah mendapatkan pasir. Kalau sekarang menunggu hasil dulu, baru kendaraan roda tiga atau pikap itu datang,” katanya.

Meski penuh perjuangan, dirinya tetap bersyukur dengan setiap hasil yang didapat. Dengan prinsip tidak pernah mengantungkan hidup pada orang lain atau bantuan dari pemerintah. Sebab, jika hanya mengantungkan pada pemberian dari orang atau pemerintah, tidak setiap hari ada. “Kalau ada kemauan, pasti Allah akan memberikan, yang penting ada niat dan ada usaha,” kata bapak yang murah senyum itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/