alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Siswa Belajar di Kelas Darurat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sempit dan kurang nyaman. Inilah yang dirasakan oleh sejumlah siswa SDN Keting 02, Kecamatan Jombang. Karena insiden ambruknya ruang kelas 5 akhir pekan kemarin, berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar mereka. Sehingga beberapa kelas terpaksa menempati ruang belajar darurat. Siswa kelas 3 menempati perpustakaan dan kelas 6 menggunakan musala.

“Kurang nyaman karena belajarnya sambil lesehan. Sehingga cepat capek dan punggung terasa sakit,” kata Adit, siswa kelas 6. Beberapa kali bocah itu terlihat menggeser posisi kakinya. Beberapa saat ditindih tubuh, kemudian bersila. Berulang kali dia melakukan gerakan itu.

“Kalau terlalu lama kaki jadi kesemutan,” ucapnya, menyampaikan alasan kenapa posisi kakinya terus berganti. Dia pun berharap, ruang kelas yang ambruk itu segera diperbaiki. Sehingga dirinya dan siswa yang lain bisa belajar dengan nyaman kembali.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala SDN Keting 02 Satram, mengaku kasihan dengan kondisi siswa yang belajar menempati musala dan perpustakaan tersebut. Karena mereka belajar sambil lesehan dan duduk dilantai yang hanya beralaskan karpet. “Posisi belajar yang seperti itu, tak hanya membuat siswa cepat lelah, tapi juga mengganggu konsentrasi mereka,” sebutnya. Sebagaimana Adit, dia juga berharap ruang kelas yang rusak itu segera diperbaiki.

Sebenarnya sebelum gedung yang baru direhab itu ambruk, siswa kelas 3 menempati ruang kelas. Namun pasca ambruknya ruang kelas 5, maka siswa kelas 3 yang jumlahnya 19 anak terpaksa mengalah dan pindah untuk menempati perpustakaan. Sedangkan kelas 5 yang jumlahnya lebih banyak menempati ruang kelas 3.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sempit dan kurang nyaman. Inilah yang dirasakan oleh sejumlah siswa SDN Keting 02, Kecamatan Jombang. Karena insiden ambruknya ruang kelas 5 akhir pekan kemarin, berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar mereka. Sehingga beberapa kelas terpaksa menempati ruang belajar darurat. Siswa kelas 3 menempati perpustakaan dan kelas 6 menggunakan musala.

“Kurang nyaman karena belajarnya sambil lesehan. Sehingga cepat capek dan punggung terasa sakit,” kata Adit, siswa kelas 6. Beberapa kali bocah itu terlihat menggeser posisi kakinya. Beberapa saat ditindih tubuh, kemudian bersila. Berulang kali dia melakukan gerakan itu.

“Kalau terlalu lama kaki jadi kesemutan,” ucapnya, menyampaikan alasan kenapa posisi kakinya terus berganti. Dia pun berharap, ruang kelas yang ambruk itu segera diperbaiki. Sehingga dirinya dan siswa yang lain bisa belajar dengan nyaman kembali.

Kepala SDN Keting 02 Satram, mengaku kasihan dengan kondisi siswa yang belajar menempati musala dan perpustakaan tersebut. Karena mereka belajar sambil lesehan dan duduk dilantai yang hanya beralaskan karpet. “Posisi belajar yang seperti itu, tak hanya membuat siswa cepat lelah, tapi juga mengganggu konsentrasi mereka,” sebutnya. Sebagaimana Adit, dia juga berharap ruang kelas yang rusak itu segera diperbaiki.

Sebenarnya sebelum gedung yang baru direhab itu ambruk, siswa kelas 3 menempati ruang kelas. Namun pasca ambruknya ruang kelas 5, maka siswa kelas 3 yang jumlahnya 19 anak terpaksa mengalah dan pindah untuk menempati perpustakaan. Sedangkan kelas 5 yang jumlahnya lebih banyak menempati ruang kelas 3.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sempit dan kurang nyaman. Inilah yang dirasakan oleh sejumlah siswa SDN Keting 02, Kecamatan Jombang. Karena insiden ambruknya ruang kelas 5 akhir pekan kemarin, berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar mereka. Sehingga beberapa kelas terpaksa menempati ruang belajar darurat. Siswa kelas 3 menempati perpustakaan dan kelas 6 menggunakan musala.

“Kurang nyaman karena belajarnya sambil lesehan. Sehingga cepat capek dan punggung terasa sakit,” kata Adit, siswa kelas 6. Beberapa kali bocah itu terlihat menggeser posisi kakinya. Beberapa saat ditindih tubuh, kemudian bersila. Berulang kali dia melakukan gerakan itu.

“Kalau terlalu lama kaki jadi kesemutan,” ucapnya, menyampaikan alasan kenapa posisi kakinya terus berganti. Dia pun berharap, ruang kelas yang ambruk itu segera diperbaiki. Sehingga dirinya dan siswa yang lain bisa belajar dengan nyaman kembali.

Kepala SDN Keting 02 Satram, mengaku kasihan dengan kondisi siswa yang belajar menempati musala dan perpustakaan tersebut. Karena mereka belajar sambil lesehan dan duduk dilantai yang hanya beralaskan karpet. “Posisi belajar yang seperti itu, tak hanya membuat siswa cepat lelah, tapi juga mengganggu konsentrasi mereka,” sebutnya. Sebagaimana Adit, dia juga berharap ruang kelas yang rusak itu segera diperbaiki.

Sebenarnya sebelum gedung yang baru direhab itu ambruk, siswa kelas 3 menempati ruang kelas. Namun pasca ambruknya ruang kelas 5, maka siswa kelas 3 yang jumlahnya 19 anak terpaksa mengalah dan pindah untuk menempati perpustakaan. Sedangkan kelas 5 yang jumlahnya lebih banyak menempati ruang kelas 3.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/