alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tega! LPG Milik Pedagang Kacang Rebus Digondol Maling Saat Shalat

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – Pencuri yang satu ini bisa dibilang keterlaluan. Betapa tidak, saat korbannya sedang salat Magrib, pelaku menggondol tabung gas elpiji 3 kilogram. Padahal, gas tersebut masih digunakan oleh korban untuk menghangatkan kacang rebus dagangannya.

Korban yang diketahui bernama Jatim, warga Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, ini setiap harinya mangkal di double way Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates. Pria 65 tahun ini berdagang menggunakan becak bermesin motor (bentor). Saat berjualan, LPG 3 kilogram itu diletakkan di samping bentornya.

Korban baru tahu bahwa LPG untuk memanaskan kacangnya hilang setelah pulang salat Magrib di Masjid Baiturrohman, Jalan Basuki Rahmat, Tegalbesar. “Saya sudah terbiasa setiap Magrib dan Isya barang dagangan saya tinggal untuk ke masjid yang ada di seberang jalan. Kalau ada orang beli, biasanya menunggu saya pulang dari masjid,” kata Jatim, kemarin (18/10).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia pun mengaku heran, kenapa sampai tega-teganya pelaku mengambil LPG yang masih digunakan itu. Padahal, LPG tersebut dipakainya untuk mencari nafkah. “Kok tidak ambil kacangnya saja. Jadi tinggal makan,” kata kakek yang sudah delapan tahun berjualan di pintu masuk Perumahan Taman Gading tersebut.

Akibat aksi pencurian itu, Jatim tak bisa lanjut berjualan. Dia kembali ke rumah lebih awal karena kacangnya sudah dingin. “Saya bungkus saja. Sisanya tak bawa pulang,” pungkasnya.

- Advertisement -

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – Pencuri yang satu ini bisa dibilang keterlaluan. Betapa tidak, saat korbannya sedang salat Magrib, pelaku menggondol tabung gas elpiji 3 kilogram. Padahal, gas tersebut masih digunakan oleh korban untuk menghangatkan kacang rebus dagangannya.

Korban yang diketahui bernama Jatim, warga Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, ini setiap harinya mangkal di double way Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates. Pria 65 tahun ini berdagang menggunakan becak bermesin motor (bentor). Saat berjualan, LPG 3 kilogram itu diletakkan di samping bentornya.

Korban baru tahu bahwa LPG untuk memanaskan kacangnya hilang setelah pulang salat Magrib di Masjid Baiturrohman, Jalan Basuki Rahmat, Tegalbesar. “Saya sudah terbiasa setiap Magrib dan Isya barang dagangan saya tinggal untuk ke masjid yang ada di seberang jalan. Kalau ada orang beli, biasanya menunggu saya pulang dari masjid,” kata Jatim, kemarin (18/10).

Dia pun mengaku heran, kenapa sampai tega-teganya pelaku mengambil LPG yang masih digunakan itu. Padahal, LPG tersebut dipakainya untuk mencari nafkah. “Kok tidak ambil kacangnya saja. Jadi tinggal makan,” kata kakek yang sudah delapan tahun berjualan di pintu masuk Perumahan Taman Gading tersebut.

Akibat aksi pencurian itu, Jatim tak bisa lanjut berjualan. Dia kembali ke rumah lebih awal karena kacangnya sudah dingin. “Saya bungkus saja. Sisanya tak bawa pulang,” pungkasnya.

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – Pencuri yang satu ini bisa dibilang keterlaluan. Betapa tidak, saat korbannya sedang salat Magrib, pelaku menggondol tabung gas elpiji 3 kilogram. Padahal, gas tersebut masih digunakan oleh korban untuk menghangatkan kacang rebus dagangannya.

Korban yang diketahui bernama Jatim, warga Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, ini setiap harinya mangkal di double way Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates. Pria 65 tahun ini berdagang menggunakan becak bermesin motor (bentor). Saat berjualan, LPG 3 kilogram itu diletakkan di samping bentornya.

Korban baru tahu bahwa LPG untuk memanaskan kacangnya hilang setelah pulang salat Magrib di Masjid Baiturrohman, Jalan Basuki Rahmat, Tegalbesar. “Saya sudah terbiasa setiap Magrib dan Isya barang dagangan saya tinggal untuk ke masjid yang ada di seberang jalan. Kalau ada orang beli, biasanya menunggu saya pulang dari masjid,” kata Jatim, kemarin (18/10).

Dia pun mengaku heran, kenapa sampai tega-teganya pelaku mengambil LPG yang masih digunakan itu. Padahal, LPG tersebut dipakainya untuk mencari nafkah. “Kok tidak ambil kacangnya saja. Jadi tinggal makan,” kata kakek yang sudah delapan tahun berjualan di pintu masuk Perumahan Taman Gading tersebut.

Akibat aksi pencurian itu, Jatim tak bisa lanjut berjualan. Dia kembali ke rumah lebih awal karena kacangnya sudah dingin. “Saya bungkus saja. Sisanya tak bawa pulang,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/