alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Satu dari Empat Kades Penyabu di Jember Dituntut Ganda

“Berdasarkan penyidikan, terdakwa MA nyabu di dua lokasi berbeda, dan barang buktinya juga beda. Sehingga berkasnya ada dua, dan dituntut dua kali.” ADITYA OKTO THOHARI - Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang dilakukan empat kepala desa nonaktif di Jember membuat jaksa harus melakukan penuntutan berlapis terhadap salah satu terdakwanya, yakni Muhammad Alwi (MA), Kades Tempurejo. Dalam berkas perkaranya, terdakwa MA berada dalam dua berkas berbeda. Pertama berkas nomor 620, MA bersama Sugianto (S), Kades Tamansari. Sementara di berkas kedua nomor 621, MA bersama Kades Wonojati Muhammad Mukip (MM) dan Kades Glundengan Heri Hariyanto (HH).

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto Thohari menjelaskan, berkas ganda dari terdakwa MA karena dia melakukan tindak pidana menikmati sabu-sabu di dua lokasi berbeda. Satu lokasi bersama S, dan lokasi lainnya bersama MM dan HH. Barang bukti yang disertakan pun berbeda di dua berkas tersebut. Oleh karena itu, jaksa menuntut MA melalui dua berkas tersebut.

Tidak menutup kemungkinan vonis majelis hakim terhadap MA bisa lebih tinggi ketimbang ketiga kades lainnya. Bisa 1,6 tahun, 2 tahun, atau lebih. “Berdasarkan penyidikan, terdakwa MA nyabu di dua lokasi berbeda, dan barang buktinya juga beda. Sehingga berkasnya ada dua, dan dituntut dua kali,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Jember Sigit Triatmojo menjelaskan, kewenangan penuntutan itu sudah menjadi wilayah jaksa. Meskipun ada kemungkinan vonis terdakwa MA bisa saja lebih tinggi dari ketiga kades lainnya, namun semua keputusan atau vonis nantinya menjadi kewenangan majelis hakim. “Sementara itu tuntutan jaksa. Vonis nantinya tetap kewenangan majelis hakim dengan mempertimbangkan fakta-fakta persidangan,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (18/10).

Berdasarkan pantauan sidang terakhir, jaksa menuntut keempat kades masing-masing satu tahun penjara. Sempat terjadwal sidang dengan agenda pleidoi, kemarin (18/10), namun tertunda karena dua majelis hakim berhalangan. “Sidang pleidoi ditunda Kamis (21/10) mendatang, dengan agenda pembelaan (pleidoi, Red),” pungkas Sigit.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang dilakukan empat kepala desa nonaktif di Jember membuat jaksa harus melakukan penuntutan berlapis terhadap salah satu terdakwanya, yakni Muhammad Alwi (MA), Kades Tempurejo. Dalam berkas perkaranya, terdakwa MA berada dalam dua berkas berbeda. Pertama berkas nomor 620, MA bersama Sugianto (S), Kades Tamansari. Sementara di berkas kedua nomor 621, MA bersama Kades Wonojati Muhammad Mukip (MM) dan Kades Glundengan Heri Hariyanto (HH).

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto Thohari menjelaskan, berkas ganda dari terdakwa MA karena dia melakukan tindak pidana menikmati sabu-sabu di dua lokasi berbeda. Satu lokasi bersama S, dan lokasi lainnya bersama MM dan HH. Barang bukti yang disertakan pun berbeda di dua berkas tersebut. Oleh karena itu, jaksa menuntut MA melalui dua berkas tersebut.

Tidak menutup kemungkinan vonis majelis hakim terhadap MA bisa lebih tinggi ketimbang ketiga kades lainnya. Bisa 1,6 tahun, 2 tahun, atau lebih. “Berdasarkan penyidikan, terdakwa MA nyabu di dua lokasi berbeda, dan barang buktinya juga beda. Sehingga berkasnya ada dua, dan dituntut dua kali,” jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Jember Sigit Triatmojo menjelaskan, kewenangan penuntutan itu sudah menjadi wilayah jaksa. Meskipun ada kemungkinan vonis terdakwa MA bisa saja lebih tinggi dari ketiga kades lainnya, namun semua keputusan atau vonis nantinya menjadi kewenangan majelis hakim. “Sementara itu tuntutan jaksa. Vonis nantinya tetap kewenangan majelis hakim dengan mempertimbangkan fakta-fakta persidangan,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (18/10).

Berdasarkan pantauan sidang terakhir, jaksa menuntut keempat kades masing-masing satu tahun penjara. Sempat terjadwal sidang dengan agenda pleidoi, kemarin (18/10), namun tertunda karena dua majelis hakim berhalangan. “Sidang pleidoi ditunda Kamis (21/10) mendatang, dengan agenda pembelaan (pleidoi, Red),” pungkas Sigit.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang dilakukan empat kepala desa nonaktif di Jember membuat jaksa harus melakukan penuntutan berlapis terhadap salah satu terdakwanya, yakni Muhammad Alwi (MA), Kades Tempurejo. Dalam berkas perkaranya, terdakwa MA berada dalam dua berkas berbeda. Pertama berkas nomor 620, MA bersama Sugianto (S), Kades Tamansari. Sementara di berkas kedua nomor 621, MA bersama Kades Wonojati Muhammad Mukip (MM) dan Kades Glundengan Heri Hariyanto (HH).

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto Thohari menjelaskan, berkas ganda dari terdakwa MA karena dia melakukan tindak pidana menikmati sabu-sabu di dua lokasi berbeda. Satu lokasi bersama S, dan lokasi lainnya bersama MM dan HH. Barang bukti yang disertakan pun berbeda di dua berkas tersebut. Oleh karena itu, jaksa menuntut MA melalui dua berkas tersebut.

Tidak menutup kemungkinan vonis majelis hakim terhadap MA bisa lebih tinggi ketimbang ketiga kades lainnya. Bisa 1,6 tahun, 2 tahun, atau lebih. “Berdasarkan penyidikan, terdakwa MA nyabu di dua lokasi berbeda, dan barang buktinya juga beda. Sehingga berkasnya ada dua, dan dituntut dua kali,” jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Jember Sigit Triatmojo menjelaskan, kewenangan penuntutan itu sudah menjadi wilayah jaksa. Meskipun ada kemungkinan vonis terdakwa MA bisa saja lebih tinggi dari ketiga kades lainnya, namun semua keputusan atau vonis nantinya menjadi kewenangan majelis hakim. “Sementara itu tuntutan jaksa. Vonis nantinya tetap kewenangan majelis hakim dengan mempertimbangkan fakta-fakta persidangan,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (18/10).

Berdasarkan pantauan sidang terakhir, jaksa menuntut keempat kades masing-masing satu tahun penjara. Sempat terjadwal sidang dengan agenda pleidoi, kemarin (18/10), namun tertunda karena dua majelis hakim berhalangan. “Sidang pleidoi ditunda Kamis (21/10) mendatang, dengan agenda pembelaan (pleidoi, Red),” pungkas Sigit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/