alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Ditunda! Bupati Jember Pilih Dengarkan Pendapat Warganya

Rekayasa Lalin Jalur Arteri Gajah Mada-Sultan Agung

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Rencana pengubahan ruas jalan utama menjadi satu arah, sejauh ini terus menjadi perhatian publik. Cukup banyak warga Jember yang menyoroti rencana tersebut. Sebagian besar menolak Jalan Gajah Mada dijadikan satu arah. Sementara, warga yang setuju sangat minim.

Jajak pendapat yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember melalui akun media sosial Instagram mengonfirmasi hal itu. Dari sekitar 2.063 akun yang menjawab pertanyaan, hanya 114 akun yang memilih setuju. Sementara, yang menolak sebanyak 475 akun. Sedangkan sisanya justru abstain atau tidak memilih. Mereka juga tak memberikan penilaian apa pun atas rencana tersebut. Polling ini dilakukan sejak Minggu (17/10) pagi hingga Senin (18/10) petang kemarin, sekitar pukul 16.00.

Respons negatif ini rupanya juga terdengar oleh Pemkab Jember. Plt Kepala Dinas Perhubungan Jember Siswanto mengatakan, sementara ini pemindahan arus belum ada rencana dilakukan, karena masih tahap kajian. “Semua masih tahap kajian, termasuk juga kami libatkan kajian dari akademisi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karenanya, wajar jika Pemkab Jember menyikapi itu semuanya dengan menunda rencana tersebut. Kendati ditunda, Siswanto menegaskan kajian masih berjalan atau tetap dilangsungkan. “Kami juga harus mendengarkan berbagai masukan agar kajian dan pertimbangannya benar-benar matang,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Sultan Agung juga terdapat kewenangan pemerintah pusat di dalamnya, termasuk Balai Besar Perawatan Jalan Nasional (BBPJN) III Jember. Siswanto mengakui, beberapa unsur terkait juga menjadi salah satu pertimbangannya. “Kami juga minta masukan ke unsur terkait itu (pemerintah pusat dan BBPJN, Red),” jelasnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Rencana pengubahan ruas jalan utama menjadi satu arah, sejauh ini terus menjadi perhatian publik. Cukup banyak warga Jember yang menyoroti rencana tersebut. Sebagian besar menolak Jalan Gajah Mada dijadikan satu arah. Sementara, warga yang setuju sangat minim.

Jajak pendapat yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember melalui akun media sosial Instagram mengonfirmasi hal itu. Dari sekitar 2.063 akun yang menjawab pertanyaan, hanya 114 akun yang memilih setuju. Sementara, yang menolak sebanyak 475 akun. Sedangkan sisanya justru abstain atau tidak memilih. Mereka juga tak memberikan penilaian apa pun atas rencana tersebut. Polling ini dilakukan sejak Minggu (17/10) pagi hingga Senin (18/10) petang kemarin, sekitar pukul 16.00.

Respons negatif ini rupanya juga terdengar oleh Pemkab Jember. Plt Kepala Dinas Perhubungan Jember Siswanto mengatakan, sementara ini pemindahan arus belum ada rencana dilakukan, karena masih tahap kajian. “Semua masih tahap kajian, termasuk juga kami libatkan kajian dari akademisi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Karenanya, wajar jika Pemkab Jember menyikapi itu semuanya dengan menunda rencana tersebut. Kendati ditunda, Siswanto menegaskan kajian masih berjalan atau tetap dilangsungkan. “Kami juga harus mendengarkan berbagai masukan agar kajian dan pertimbangannya benar-benar matang,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Sultan Agung juga terdapat kewenangan pemerintah pusat di dalamnya, termasuk Balai Besar Perawatan Jalan Nasional (BBPJN) III Jember. Siswanto mengakui, beberapa unsur terkait juga menjadi salah satu pertimbangannya. “Kami juga minta masukan ke unsur terkait itu (pemerintah pusat dan BBPJN, Red),” jelasnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Rencana pengubahan ruas jalan utama menjadi satu arah, sejauh ini terus menjadi perhatian publik. Cukup banyak warga Jember yang menyoroti rencana tersebut. Sebagian besar menolak Jalan Gajah Mada dijadikan satu arah. Sementara, warga yang setuju sangat minim.

Jajak pendapat yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember melalui akun media sosial Instagram mengonfirmasi hal itu. Dari sekitar 2.063 akun yang menjawab pertanyaan, hanya 114 akun yang memilih setuju. Sementara, yang menolak sebanyak 475 akun. Sedangkan sisanya justru abstain atau tidak memilih. Mereka juga tak memberikan penilaian apa pun atas rencana tersebut. Polling ini dilakukan sejak Minggu (17/10) pagi hingga Senin (18/10) petang kemarin, sekitar pukul 16.00.

Respons negatif ini rupanya juga terdengar oleh Pemkab Jember. Plt Kepala Dinas Perhubungan Jember Siswanto mengatakan, sementara ini pemindahan arus belum ada rencana dilakukan, karena masih tahap kajian. “Semua masih tahap kajian, termasuk juga kami libatkan kajian dari akademisi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Karenanya, wajar jika Pemkab Jember menyikapi itu semuanya dengan menunda rencana tersebut. Kendati ditunda, Siswanto menegaskan kajian masih berjalan atau tetap dilangsungkan. “Kami juga harus mendengarkan berbagai masukan agar kajian dan pertimbangannya benar-benar matang,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Sultan Agung juga terdapat kewenangan pemerintah pusat di dalamnya, termasuk Balai Besar Perawatan Jalan Nasional (BBPJN) III Jember. Siswanto mengakui, beberapa unsur terkait juga menjadi salah satu pertimbangannya. “Kami juga minta masukan ke unsur terkait itu (pemerintah pusat dan BBPJN, Red),” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/