alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Sama-Sama Melapor ke Polsek

Menolak Diajak Minum, Berujung Pembacokan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hanya gara-gara ajakan untuk pesta miras ditolak, teman sendiri dibacok. Inilah yang dilakukan Syafiudin, 25, warga Dusun Krajan 2, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Dia tega melukai Abdul Rojak, 29, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Sabtu (17/10) petang lalu.

Rojak yang bersimbah darah langsung dilarikan ke Puskesmas Puger dengan luka sobek di lengan kirinya. Sementara itu, Syafiudin yang sehari-harinya beraktivitas sebagai nelayan di Puger, langsung menyerahkan diri.

Sebelum terjadi pembacokan, Naim, 28, warga setempat, mengajak Syafiudin untuk pesta miras tak jauh dari Jembatan Besini. Awalnya, saat ditawari, Syafiudin menolak. Namun, karena diiming-imingi traktiran, akhirnya dia mengiyakan ajakan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, Naim justru mengeluarkan uang kertas ratusan ribu dan menyobeknya di depan Syafiudin. Karena tersinggung, langsung terjadi cekcok mulut antara keduanya. Kebetulan di lokasi ada Abdul Rojak, yang langsung berusaha melerai karena terjadi aksi saling dorong dan terjadi pemukulan.

Syafiudin yang merasa dikeroyok langsung pergi ke rumah temannya dan mengambil pisau dapur untuk berjaga-jaga. Dia pun kembali ke lokasi dan mengayunkan pisau tersebut ke Abdul Rojak. “Saya saat itu langsung pulang ke rumah teman dan mengambil pisau dapur untuk jaga-jaga, karena saya merasa sendirian dan takut dikeroyok. Saya langsung mengambil pisau yang sudah disiapkan di balik baju, langsung saya arahkan ke tubuh korban (Abdul Rojak, Red),” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hanya gara-gara ajakan untuk pesta miras ditolak, teman sendiri dibacok. Inilah yang dilakukan Syafiudin, 25, warga Dusun Krajan 2, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Dia tega melukai Abdul Rojak, 29, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Sabtu (17/10) petang lalu.

Rojak yang bersimbah darah langsung dilarikan ke Puskesmas Puger dengan luka sobek di lengan kirinya. Sementara itu, Syafiudin yang sehari-harinya beraktivitas sebagai nelayan di Puger, langsung menyerahkan diri.

Sebelum terjadi pembacokan, Naim, 28, warga setempat, mengajak Syafiudin untuk pesta miras tak jauh dari Jembatan Besini. Awalnya, saat ditawari, Syafiudin menolak. Namun, karena diiming-imingi traktiran, akhirnya dia mengiyakan ajakan tersebut.

Namun, Naim justru mengeluarkan uang kertas ratusan ribu dan menyobeknya di depan Syafiudin. Karena tersinggung, langsung terjadi cekcok mulut antara keduanya. Kebetulan di lokasi ada Abdul Rojak, yang langsung berusaha melerai karena terjadi aksi saling dorong dan terjadi pemukulan.

Syafiudin yang merasa dikeroyok langsung pergi ke rumah temannya dan mengambil pisau dapur untuk berjaga-jaga. Dia pun kembali ke lokasi dan mengayunkan pisau tersebut ke Abdul Rojak. “Saya saat itu langsung pulang ke rumah teman dan mengambil pisau dapur untuk jaga-jaga, karena saya merasa sendirian dan takut dikeroyok. Saya langsung mengambil pisau yang sudah disiapkan di balik baju, langsung saya arahkan ke tubuh korban (Abdul Rojak, Red),” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hanya gara-gara ajakan untuk pesta miras ditolak, teman sendiri dibacok. Inilah yang dilakukan Syafiudin, 25, warga Dusun Krajan 2, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Dia tega melukai Abdul Rojak, 29, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Sabtu (17/10) petang lalu.

Rojak yang bersimbah darah langsung dilarikan ke Puskesmas Puger dengan luka sobek di lengan kirinya. Sementara itu, Syafiudin yang sehari-harinya beraktivitas sebagai nelayan di Puger, langsung menyerahkan diri.

Sebelum terjadi pembacokan, Naim, 28, warga setempat, mengajak Syafiudin untuk pesta miras tak jauh dari Jembatan Besini. Awalnya, saat ditawari, Syafiudin menolak. Namun, karena diiming-imingi traktiran, akhirnya dia mengiyakan ajakan tersebut.

Namun, Naim justru mengeluarkan uang kertas ratusan ribu dan menyobeknya di depan Syafiudin. Karena tersinggung, langsung terjadi cekcok mulut antara keduanya. Kebetulan di lokasi ada Abdul Rojak, yang langsung berusaha melerai karena terjadi aksi saling dorong dan terjadi pemukulan.

Syafiudin yang merasa dikeroyok langsung pergi ke rumah temannya dan mengambil pisau dapur untuk berjaga-jaga. Dia pun kembali ke lokasi dan mengayunkan pisau tersebut ke Abdul Rojak. “Saya saat itu langsung pulang ke rumah teman dan mengambil pisau dapur untuk jaga-jaga, karena saya merasa sendirian dan takut dikeroyok. Saya langsung mengambil pisau yang sudah disiapkan di balik baju, langsung saya arahkan ke tubuh korban (Abdul Rojak, Red),” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/