alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Heboh Penemuan Jasad Mengering

Mobile_AP_Rectangle 1

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember apakah korban merupakan penambang emas liar yang beroperasi di kawasan Gunung Manggar, Mushafa menjelaskan kemungkinan itu cukup kecil. Sebab, lokasi penemuan cukup jauh dari kawasan illegal mining yang ada di Gunung Manggar. Bahkan, dia berkata, pihak Perhutani juga baru melihat sosok orang yang ditemukan tewas tersebut.

“Di lokasi penemuan juga tak ada lubang bekas tambang. Mungkin pencari kayu atau orang gila, karena lokasinya cukup jauh,” ujarnya.

Hingga kini, dia mengungkapkan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya juga belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab kematian korban. Tapi berdasarkan kondisi jasadnya, korban diduga telah meninggal satu bulan sebelum jasadnya ditemukan. “Untuk jenis kelaminnya laki-laki. Selama proses evakuasi, tim medis juga menggunakan APD,” kata Mushafa.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

- Advertisement -

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember apakah korban merupakan penambang emas liar yang beroperasi di kawasan Gunung Manggar, Mushafa menjelaskan kemungkinan itu cukup kecil. Sebab, lokasi penemuan cukup jauh dari kawasan illegal mining yang ada di Gunung Manggar. Bahkan, dia berkata, pihak Perhutani juga baru melihat sosok orang yang ditemukan tewas tersebut.

“Di lokasi penemuan juga tak ada lubang bekas tambang. Mungkin pencari kayu atau orang gila, karena lokasinya cukup jauh,” ujarnya.

Hingga kini, dia mengungkapkan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya juga belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab kematian korban. Tapi berdasarkan kondisi jasadnya, korban diduga telah meninggal satu bulan sebelum jasadnya ditemukan. “Untuk jenis kelaminnya laki-laki. Selama proses evakuasi, tim medis juga menggunakan APD,” kata Mushafa.

 

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember apakah korban merupakan penambang emas liar yang beroperasi di kawasan Gunung Manggar, Mushafa menjelaskan kemungkinan itu cukup kecil. Sebab, lokasi penemuan cukup jauh dari kawasan illegal mining yang ada di Gunung Manggar. Bahkan, dia berkata, pihak Perhutani juga baru melihat sosok orang yang ditemukan tewas tersebut.

“Di lokasi penemuan juga tak ada lubang bekas tambang. Mungkin pencari kayu atau orang gila, karena lokasinya cukup jauh,” ujarnya.

Hingga kini, dia mengungkapkan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya juga belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab kematian korban. Tapi berdasarkan kondisi jasadnya, korban diduga telah meninggal satu bulan sebelum jasadnya ditemukan. “Untuk jenis kelaminnya laki-laki. Selama proses evakuasi, tim medis juga menggunakan APD,” kata Mushafa.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/