alexametrics
27.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Heboh Penemuan Jasad Mengering

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan hutan Gunung Manggar Petak 4C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Glundengan, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Sabtu (17/10), menghebohkan warga. Pasalnya, saat ditemukan, jasadnya sudah mengering dengan kondisi yang cukup mengenaskan. Kerangka dan tengkoraknya mulai terlihat, dan tubuhnya tergeletak di atas batang pohon yang ambruk.

Pada saat ditemukan, jasad dalam posisi terlentang. Selain itu, jasad yang sudah mengering masih menggunakan pakaian lengkap. Seperti jaket dan celana panjang yang warnanya sudah memudar. Di tubuh korban masih melekat baju rangkap dua. Sedangkan kondisinya membusuk dan hampir mengering.

Kapolsek Wuluhan AKP Mushafa mengatakan, informasi penemuan mayat itu diterima kepolisian, Sabtu (17/10) sore. “Selanjutnya, kami bersama koramil, puskesmas, relawan BPBD Jember dan Basarnas, RAPI 06, serta perangkat desa mengevakuasi mayat dan membawa ke kamar mayat RSD dr Soebandi,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mushafa menerangkan, lokasi penemuan mayat itu berada cukup jauh dari perkampungan. Karena medan cukup sulit dan terjal, maka proses evakuasi cukup terkendala. Petugas harus berjalan kaki, karena akses menuju TKP tak bisa dilalui kendaraan. “Apalagi waktu ditemukan sudah sore, serta lokasi yang terjal dan licin karena tanahnya kering, dan mudah terpeleset,” kata dia.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan hutan Gunung Manggar Petak 4C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Glundengan, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Sabtu (17/10), menghebohkan warga. Pasalnya, saat ditemukan, jasadnya sudah mengering dengan kondisi yang cukup mengenaskan. Kerangka dan tengkoraknya mulai terlihat, dan tubuhnya tergeletak di atas batang pohon yang ambruk.

Pada saat ditemukan, jasad dalam posisi terlentang. Selain itu, jasad yang sudah mengering masih menggunakan pakaian lengkap. Seperti jaket dan celana panjang yang warnanya sudah memudar. Di tubuh korban masih melekat baju rangkap dua. Sedangkan kondisinya membusuk dan hampir mengering.

Kapolsek Wuluhan AKP Mushafa mengatakan, informasi penemuan mayat itu diterima kepolisian, Sabtu (17/10) sore. “Selanjutnya, kami bersama koramil, puskesmas, relawan BPBD Jember dan Basarnas, RAPI 06, serta perangkat desa mengevakuasi mayat dan membawa ke kamar mayat RSD dr Soebandi,” terangnya.

Mushafa menerangkan, lokasi penemuan mayat itu berada cukup jauh dari perkampungan. Karena medan cukup sulit dan terjal, maka proses evakuasi cukup terkendala. Petugas harus berjalan kaki, karena akses menuju TKP tak bisa dilalui kendaraan. “Apalagi waktu ditemukan sudah sore, serta lokasi yang terjal dan licin karena tanahnya kering, dan mudah terpeleset,” kata dia.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan hutan Gunung Manggar Petak 4C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Glundengan, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Sabtu (17/10), menghebohkan warga. Pasalnya, saat ditemukan, jasadnya sudah mengering dengan kondisi yang cukup mengenaskan. Kerangka dan tengkoraknya mulai terlihat, dan tubuhnya tergeletak di atas batang pohon yang ambruk.

Pada saat ditemukan, jasad dalam posisi terlentang. Selain itu, jasad yang sudah mengering masih menggunakan pakaian lengkap. Seperti jaket dan celana panjang yang warnanya sudah memudar. Di tubuh korban masih melekat baju rangkap dua. Sedangkan kondisinya membusuk dan hampir mengering.

Kapolsek Wuluhan AKP Mushafa mengatakan, informasi penemuan mayat itu diterima kepolisian, Sabtu (17/10) sore. “Selanjutnya, kami bersama koramil, puskesmas, relawan BPBD Jember dan Basarnas, RAPI 06, serta perangkat desa mengevakuasi mayat dan membawa ke kamar mayat RSD dr Soebandi,” terangnya.

Mushafa menerangkan, lokasi penemuan mayat itu berada cukup jauh dari perkampungan. Karena medan cukup sulit dan terjal, maka proses evakuasi cukup terkendala. Petugas harus berjalan kaki, karena akses menuju TKP tak bisa dilalui kendaraan. “Apalagi waktu ditemukan sudah sore, serta lokasi yang terjal dan licin karena tanahnya kering, dan mudah terpeleset,” kata dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/