alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Sampah Menjadi PR Bersama

Pemkab Optimistis Jember Bersih

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh warga Jember di mana pun berada, dapat dipastikan turut menyumbang keberadaan sampah. Mulai jenisnya yang organik, anorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun (B3). Nah, agar tidak menjadi ‘sampah masyarakat’, selayaknya setiap individu memikul tanggung jawab akan pentingnya kebersihan.

Tanggung jawab terhadap sampah menurut Bupati Jember Hendy Siswanto bukan saja harus dilimpahkan kepada pemerintah sepenuhnya. Akan tetapi, pemerintah dan masyarakat sama-sama memiliki tanggal jawab sesuai kapasitasnya masing-masing. Pemerintah melakukan pengelolaan, sedangkan warga tidak membuang sampah sembarangan alias harus pada tempatnya. “Urusan sampah menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Bupati Hendy, di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, tepatnya di Desa Kertosari.

Dalam peringatan Hari Bersih-Bersih Dunia (World Clean Up Day) yang dipusatkan di TPA Pakusari kemarin (18/9), Bupati Hendy mengaku optimistis Jember ke depan akan bisa menjadi kabupaten yang bersih nan sehat. Sikap itu disampaikan bukan tanpa alasan, melainkan adanya kekuatan besar dari para pecinta lingkungan yang selama ini belum dimaksimalkan. Bupati juga mengaku bangga terhadap Jember. “Saya semakin yakin dan optimistis, bahwa ternyata ada 180 komunitas pegiat sampah, dengan anggota 6.325 orang se-Jember,” ucapnya. Hal itu belum lagi ditambah kekuatan lain seperti TNI dan Polri, sehingga diperkirakan kekuatan gerakan itu bisa mencapai 10 ribu orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Persoalan sampah yang cukup akut sejauh ini dikarenakan banyak faktor. Mulai dari adanya tangan-tangan nakal yang masih membuang sampah sembarangan, sampai kurang diperhatikannya para pegiat sampah atau mereka yang peduli lingkungan. Dalam waktu yang tidak lama lagi atau ditarget tahun ini, Jember diharapkan memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Sampah.

Seperti diketahui, Rancangan Perda tentang sampah telah diajukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Jember dan disepakati oleh eksekutif dan legislatif, untuk dituntaskan tahun 2021. Hal ini lah yang menjadi salah satu fokus pemerintah agar ke depan tidak ada lagi tangan nakal yang membuang sampah sembarangan. “Peringatan Hari World Clean Up ini, (salah satu, Red) konsen kami akan segera menyelesaikan Perda Sampah. Kalau ada Perda Sampah, kami ada pegangan bagaimana untuk membuat satu kebijakan,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh warga Jember di mana pun berada, dapat dipastikan turut menyumbang keberadaan sampah. Mulai jenisnya yang organik, anorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun (B3). Nah, agar tidak menjadi ‘sampah masyarakat’, selayaknya setiap individu memikul tanggung jawab akan pentingnya kebersihan.

Tanggung jawab terhadap sampah menurut Bupati Jember Hendy Siswanto bukan saja harus dilimpahkan kepada pemerintah sepenuhnya. Akan tetapi, pemerintah dan masyarakat sama-sama memiliki tanggal jawab sesuai kapasitasnya masing-masing. Pemerintah melakukan pengelolaan, sedangkan warga tidak membuang sampah sembarangan alias harus pada tempatnya. “Urusan sampah menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Bupati Hendy, di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, tepatnya di Desa Kertosari.

Dalam peringatan Hari Bersih-Bersih Dunia (World Clean Up Day) yang dipusatkan di TPA Pakusari kemarin (18/9), Bupati Hendy mengaku optimistis Jember ke depan akan bisa menjadi kabupaten yang bersih nan sehat. Sikap itu disampaikan bukan tanpa alasan, melainkan adanya kekuatan besar dari para pecinta lingkungan yang selama ini belum dimaksimalkan. Bupati juga mengaku bangga terhadap Jember. “Saya semakin yakin dan optimistis, bahwa ternyata ada 180 komunitas pegiat sampah, dengan anggota 6.325 orang se-Jember,” ucapnya. Hal itu belum lagi ditambah kekuatan lain seperti TNI dan Polri, sehingga diperkirakan kekuatan gerakan itu bisa mencapai 10 ribu orang.

Persoalan sampah yang cukup akut sejauh ini dikarenakan banyak faktor. Mulai dari adanya tangan-tangan nakal yang masih membuang sampah sembarangan, sampai kurang diperhatikannya para pegiat sampah atau mereka yang peduli lingkungan. Dalam waktu yang tidak lama lagi atau ditarget tahun ini, Jember diharapkan memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Sampah.

Seperti diketahui, Rancangan Perda tentang sampah telah diajukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Jember dan disepakati oleh eksekutif dan legislatif, untuk dituntaskan tahun 2021. Hal ini lah yang menjadi salah satu fokus pemerintah agar ke depan tidak ada lagi tangan nakal yang membuang sampah sembarangan. “Peringatan Hari World Clean Up ini, (salah satu, Red) konsen kami akan segera menyelesaikan Perda Sampah. Kalau ada Perda Sampah, kami ada pegangan bagaimana untuk membuat satu kebijakan,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh warga Jember di mana pun berada, dapat dipastikan turut menyumbang keberadaan sampah. Mulai jenisnya yang organik, anorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun (B3). Nah, agar tidak menjadi ‘sampah masyarakat’, selayaknya setiap individu memikul tanggung jawab akan pentingnya kebersihan.

Tanggung jawab terhadap sampah menurut Bupati Jember Hendy Siswanto bukan saja harus dilimpahkan kepada pemerintah sepenuhnya. Akan tetapi, pemerintah dan masyarakat sama-sama memiliki tanggal jawab sesuai kapasitasnya masing-masing. Pemerintah melakukan pengelolaan, sedangkan warga tidak membuang sampah sembarangan alias harus pada tempatnya. “Urusan sampah menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Bupati Hendy, di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, tepatnya di Desa Kertosari.

Dalam peringatan Hari Bersih-Bersih Dunia (World Clean Up Day) yang dipusatkan di TPA Pakusari kemarin (18/9), Bupati Hendy mengaku optimistis Jember ke depan akan bisa menjadi kabupaten yang bersih nan sehat. Sikap itu disampaikan bukan tanpa alasan, melainkan adanya kekuatan besar dari para pecinta lingkungan yang selama ini belum dimaksimalkan. Bupati juga mengaku bangga terhadap Jember. “Saya semakin yakin dan optimistis, bahwa ternyata ada 180 komunitas pegiat sampah, dengan anggota 6.325 orang se-Jember,” ucapnya. Hal itu belum lagi ditambah kekuatan lain seperti TNI dan Polri, sehingga diperkirakan kekuatan gerakan itu bisa mencapai 10 ribu orang.

Persoalan sampah yang cukup akut sejauh ini dikarenakan banyak faktor. Mulai dari adanya tangan-tangan nakal yang masih membuang sampah sembarangan, sampai kurang diperhatikannya para pegiat sampah atau mereka yang peduli lingkungan. Dalam waktu yang tidak lama lagi atau ditarget tahun ini, Jember diharapkan memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Sampah.

Seperti diketahui, Rancangan Perda tentang sampah telah diajukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Jember dan disepakati oleh eksekutif dan legislatif, untuk dituntaskan tahun 2021. Hal ini lah yang menjadi salah satu fokus pemerintah agar ke depan tidak ada lagi tangan nakal yang membuang sampah sembarangan. “Peringatan Hari World Clean Up ini, (salah satu, Red) konsen kami akan segera menyelesaikan Perda Sampah. Kalau ada Perda Sampah, kami ada pegangan bagaimana untuk membuat satu kebijakan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/