alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Bonsai, Oase Hutan Mini di Tengah Kota

Kawasan yang berada di Jalan Bengawan Solo ini dipenuhi tanaman bonsai dengan berbagai jenis. Tak heran jika area tersebut dijuluki Kampung Bonsai.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini pencinta tanaman kerdil atau bonsai semakin bermunculan. Mulai dari kalangan remaja, dewasa, hingga lansia. Di tengah kota Jember, tanaman yang hampir banyak ditemui di kawasan hutan dan sungai tersebut justru dibudidayakan oleh masyarakat satu kampung. Ya, layaknya kampung tematik, kampung yang dipenuhi tanaman bonsai ini bernama Jember Bonsai Community (JBC).

Lokasinya tak jauh dari kantor DPRD Kabupaten Jember yang terletak di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Hanya dengan berjalan kaki menyeberangi jalan sekitar dua menit, terlihatlah sebuah gang kecil dengan tulisan JBC. Begitu memasuki kampung itu, pengunjung akan dimanjakan oleh tanaman bonsai yang berjejer di depan rumah warga.

Kampung dengan tanaman hias itu belum lama berdiri, yakni sekitar bulan Juni. Terbentuknya JBC itu berawal dari adanya musibah banjir yang menimpa warga yang tinggal di tepian Sungai Bedadung pada awal 2021 silam. Masyarakat perkampungan yang suka memancing akhirnya berinisiatif untuk membentuk komunitas bonsai itu. Mereka mulai mengumpulkan tanaman bonsai dari tepian sungai, dan menanamnya dalam berbagai media untuk dipajang di depan rumah masing-masing.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua JBC Agus Prajitno menjelaskan, sekumpulan warga yang tergabung dalam komunitas tersebut mencari cara agar tanaman yang menjadi peliharaan kesayangan itu menghasilkan cuan dan terus berkembang. “Pelan-pelan, ada teman di DPMD minta saran untuk dikembangkan. Dari situ kemudian didukung, dan kami teruskan aktivitas ini. Usai adanya pemberitaan, justru semua masyarakat di sini merespons dengan baik dan mulai muncul wacana untuk membuat Kampung Wisata Bonsai (KWB),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini pencinta tanaman kerdil atau bonsai semakin bermunculan. Mulai dari kalangan remaja, dewasa, hingga lansia. Di tengah kota Jember, tanaman yang hampir banyak ditemui di kawasan hutan dan sungai tersebut justru dibudidayakan oleh masyarakat satu kampung. Ya, layaknya kampung tematik, kampung yang dipenuhi tanaman bonsai ini bernama Jember Bonsai Community (JBC).

Lokasinya tak jauh dari kantor DPRD Kabupaten Jember yang terletak di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Hanya dengan berjalan kaki menyeberangi jalan sekitar dua menit, terlihatlah sebuah gang kecil dengan tulisan JBC. Begitu memasuki kampung itu, pengunjung akan dimanjakan oleh tanaman bonsai yang berjejer di depan rumah warga.

Kampung dengan tanaman hias itu belum lama berdiri, yakni sekitar bulan Juni. Terbentuknya JBC itu berawal dari adanya musibah banjir yang menimpa warga yang tinggal di tepian Sungai Bedadung pada awal 2021 silam. Masyarakat perkampungan yang suka memancing akhirnya berinisiatif untuk membentuk komunitas bonsai itu. Mereka mulai mengumpulkan tanaman bonsai dari tepian sungai, dan menanamnya dalam berbagai media untuk dipajang di depan rumah masing-masing.

Ketua JBC Agus Prajitno menjelaskan, sekumpulan warga yang tergabung dalam komunitas tersebut mencari cara agar tanaman yang menjadi peliharaan kesayangan itu menghasilkan cuan dan terus berkembang. “Pelan-pelan, ada teman di DPMD minta saran untuk dikembangkan. Dari situ kemudian didukung, dan kami teruskan aktivitas ini. Usai adanya pemberitaan, justru semua masyarakat di sini merespons dengan baik dan mulai muncul wacana untuk membuat Kampung Wisata Bonsai (KWB),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini pencinta tanaman kerdil atau bonsai semakin bermunculan. Mulai dari kalangan remaja, dewasa, hingga lansia. Di tengah kota Jember, tanaman yang hampir banyak ditemui di kawasan hutan dan sungai tersebut justru dibudidayakan oleh masyarakat satu kampung. Ya, layaknya kampung tematik, kampung yang dipenuhi tanaman bonsai ini bernama Jember Bonsai Community (JBC).

Lokasinya tak jauh dari kantor DPRD Kabupaten Jember yang terletak di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Hanya dengan berjalan kaki menyeberangi jalan sekitar dua menit, terlihatlah sebuah gang kecil dengan tulisan JBC. Begitu memasuki kampung itu, pengunjung akan dimanjakan oleh tanaman bonsai yang berjejer di depan rumah warga.

Kampung dengan tanaman hias itu belum lama berdiri, yakni sekitar bulan Juni. Terbentuknya JBC itu berawal dari adanya musibah banjir yang menimpa warga yang tinggal di tepian Sungai Bedadung pada awal 2021 silam. Masyarakat perkampungan yang suka memancing akhirnya berinisiatif untuk membentuk komunitas bonsai itu. Mereka mulai mengumpulkan tanaman bonsai dari tepian sungai, dan menanamnya dalam berbagai media untuk dipajang di depan rumah masing-masing.

Ketua JBC Agus Prajitno menjelaskan, sekumpulan warga yang tergabung dalam komunitas tersebut mencari cara agar tanaman yang menjadi peliharaan kesayangan itu menghasilkan cuan dan terus berkembang. “Pelan-pelan, ada teman di DPMD minta saran untuk dikembangkan. Dari situ kemudian didukung, dan kami teruskan aktivitas ini. Usai adanya pemberitaan, justru semua masyarakat di sini merespons dengan baik dan mulai muncul wacana untuk membuat Kampung Wisata Bonsai (KWB),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/