alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Perlu Ada Standarisasi Minimal

Ketercapaian Kurikulum saat Pandemi Diakui Belum Optimal

Mobile_AP_Rectangle 1

Edy juga membenarkan, fakta itu juga menurutnya pernah disampaikan kementerian terkait bahwa tidak ada target terlalu muluk dalam PJJ kali ini. Artinya, target belajar dalam kurikulum yang ada tidak bisa disesuaikan, atau disamakan seperti halnya tahun-tahun sebelumnya. Sebelum adanya pandemi.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Jember Prof Dafik menilai berbeda. Menurut dia, banyak aspek yang bisa dijadikan opsi dalam mengevaluasi hasil belajar siswa. Hal itu bergantung pada peran pemerintah dalam perannya menentukan standarisasi penilaian dalam bentuk Kepmen, yang hanya dikhususkan selama masa pandemi.

Dengan begitu, ia meyakini ada standarisasi ketercapaian secara umum yang bisa diberlakukan serentak. “Sepanjang berpedoman pada indikator yang ada, maka penilaian standar bisa dilakukan. Misalnya, pemerintah bisa berperan dalam standarisasi penilai itu yang dituangkan dalam bentuk Kepmen,” tukasnya.

- Advertisement -

Edy juga membenarkan, fakta itu juga menurutnya pernah disampaikan kementerian terkait bahwa tidak ada target terlalu muluk dalam PJJ kali ini. Artinya, target belajar dalam kurikulum yang ada tidak bisa disesuaikan, atau disamakan seperti halnya tahun-tahun sebelumnya. Sebelum adanya pandemi.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Jember Prof Dafik menilai berbeda. Menurut dia, banyak aspek yang bisa dijadikan opsi dalam mengevaluasi hasil belajar siswa. Hal itu bergantung pada peran pemerintah dalam perannya menentukan standarisasi penilaian dalam bentuk Kepmen, yang hanya dikhususkan selama masa pandemi.

Dengan begitu, ia meyakini ada standarisasi ketercapaian secara umum yang bisa diberlakukan serentak. “Sepanjang berpedoman pada indikator yang ada, maka penilaian standar bisa dilakukan. Misalnya, pemerintah bisa berperan dalam standarisasi penilai itu yang dituangkan dalam bentuk Kepmen,” tukasnya.

Edy juga membenarkan, fakta itu juga menurutnya pernah disampaikan kementerian terkait bahwa tidak ada target terlalu muluk dalam PJJ kali ini. Artinya, target belajar dalam kurikulum yang ada tidak bisa disesuaikan, atau disamakan seperti halnya tahun-tahun sebelumnya. Sebelum adanya pandemi.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Jember Prof Dafik menilai berbeda. Menurut dia, banyak aspek yang bisa dijadikan opsi dalam mengevaluasi hasil belajar siswa. Hal itu bergantung pada peran pemerintah dalam perannya menentukan standarisasi penilaian dalam bentuk Kepmen, yang hanya dikhususkan selama masa pandemi.

Dengan begitu, ia meyakini ada standarisasi ketercapaian secara umum yang bisa diberlakukan serentak. “Sepanjang berpedoman pada indikator yang ada, maka penilaian standar bisa dilakukan. Misalnya, pemerintah bisa berperan dalam standarisasi penilai itu yang dituangkan dalam bentuk Kepmen,” tukasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/