alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Perlu Ada Standarisasi Minimal

Ketercapaian Kurikulum saat Pandemi Diakui Belum Optimal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berjalannya model pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring memunculkan kecenderungan perbedaan terhadap hasil belajar siswa. Sebab, sebagaimana diketahui, perbedaan cara belajar siswa juga menentukan perbedaan pula terhadap hasilnya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo, selama ini ketercapaian hasil belajar siswa di berbagai satuan pendidikan sulit dimaksimalkan. Sebab, hal itu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, ketersediaan sarana, kemampuan peserta didik atau sekolah dalam menjalankan PJJ, dan jaringan sinyal.

“Kondisinya memang tidak memungkinkan. Sulit kalau kita mau menargetkan ketercapaian belajar maksimal sesuai kurikulum yang ada,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berjalannya model pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring memunculkan kecenderungan perbedaan terhadap hasil belajar siswa. Sebab, sebagaimana diketahui, perbedaan cara belajar siswa juga menentukan perbedaan pula terhadap hasilnya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo, selama ini ketercapaian hasil belajar siswa di berbagai satuan pendidikan sulit dimaksimalkan. Sebab, hal itu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, ketersediaan sarana, kemampuan peserta didik atau sekolah dalam menjalankan PJJ, dan jaringan sinyal.

“Kondisinya memang tidak memungkinkan. Sulit kalau kita mau menargetkan ketercapaian belajar maksimal sesuai kurikulum yang ada,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berjalannya model pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring memunculkan kecenderungan perbedaan terhadap hasil belajar siswa. Sebab, sebagaimana diketahui, perbedaan cara belajar siswa juga menentukan perbedaan pula terhadap hasilnya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo, selama ini ketercapaian hasil belajar siswa di berbagai satuan pendidikan sulit dimaksimalkan. Sebab, hal itu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, ketersediaan sarana, kemampuan peserta didik atau sekolah dalam menjalankan PJJ, dan jaringan sinyal.

“Kondisinya memang tidak memungkinkan. Sulit kalau kita mau menargetkan ketercapaian belajar maksimal sesuai kurikulum yang ada,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/