alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Partai Politik Pakai Jurus Lama

Menunggu Momen Injury Time

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR, RADARJEMBER.ID – Hingga kini, belum ada satu pun pasangan calon jalur partai politik yang mengantongi dukungan sesuai batas minimal persyaratan. Sebagian besar parpol seolah masih berhitung untuk mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan calon yang bakal diusung. Kondisi ini memunculkan anggapan, masih terjadi transaksi serta belum ketemunya kepentingan antara parpol dan bakal calon.

Sejauh ini, memang sudah ada dua pasangan calon dan satu nama tokoh yang mendapatkan rekomendasi parpol. Tapi, jumlah dukungannya belum mencukupi syarat minimal 10 kursi atau 25 persen suara sebagaimana yang dipersyaratkan KPU. Ini menunjukkan, beragam kemungkinan masih saja terjadi di masa-masa injury time pendaftaran pada 4-6 September mendatang.

Padahal, dari jalur nonparpol, sudah muncul satu pasangan dan telah mengantongi tiket untuk bisa maju sebagai kandidat. Yakni Faida-Dwi Arya Nugroho Oktavianto (Faida-Vian) yang maju melalui jalur perseorangan. Syaratnya juga telah dinyatakan sah setelah melewati verifikasi faktual oleh KPU.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski peta kekuatan parpol memperlihatkan perkembangan signifikan, namun dari jalur ini belum ada yang tuntas. Rata-rata partai masih melakukan penggodokan di internal. Surat rekomendasi yang ditunggu-tunggu para bakal calon pun belum seluruhnya terbit. Kebanyakan, baru sebatas surat tugas yang isinya tentang penggalangan dukungan dan perintah komunikasi dengan partai lain.

Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Jember, parpol yang sudah mengeluarkan rekomendasi sejak awal hanya Partai Gerindra. Kemudian, disusul beberapa partai lainnya. Partai besutan Prabowo Subianto itu tegas menjatuhkan rekomendasinya kepada Djoko Susanto dan Ahmad Halim (Djoko-Halim). Meski sebelumnya, Djoko juga telah direkomendasi oleh PKB dan dipasangkan dengan Ayub Junaidi, tapi belakangan rekomendasi itu dicabut.

Ketua DPC Gerindra Jember M Satib menjelaskan, sejauh ini rekomendasi partainya tetap kepada Djoko-Halim. Pihaknya terus melakukan langkah-langkah persuasif dengan partai lain agar mengusung bakal calon yang sama. Selain itu, tingkat elektabilitas tokoh juga tetap menjadi pertimbangan matang partainya.

Kendati masih rekom tunggal hingga saat ini, namun Satib mengaku optimistis akan ada partai yang sejalan untuk mengusung calon yang sama. “Pada satu titik tertentu, posisi seperti apa, segala kemungkinan bisa terjadi. Kami juga melihat sejauh mana konsistensi partai politik di Jember terhadap kepentingan masyarakat, bukan kepentingan partai semata,” ungkapnya.

Satib menambahkan, partai dan bakal calon yang ada saat ini pada saatnya nanti akan lebih mengerucut lagi. Oleh karena itu, dia menegaskan, bukan hanya partai, bakal calon juga harus memiliki kepedulian. Jangan sampai apa yang sudah dilakukan selama ini hanya menjadi balutan di permukaan saja. “Jangan sampai kepedulian yang dibangun hanya kamuflase karena kepentingan yang tinggi. Saya optimistis, nanti akan mengerucut lagi,” ucapnya.

Sementara itu, PKB, yang telah mencabut surat rekomendasi kepada Djoko, selanjutnya menerbitkan surat tugas kepada Ifan Ariadna. Surat serupa juga diterbitkan beberapa partai lain seperti Perindo dan PAN.

Khusus Partai Berkarya yang mengalami dualisme kepemimpinan di tingkat pusat, ada dua surat rekomendasi yang diterbitkan. Versi Muchdy untuk Ifan Ariadna, sedangkan versi Tomy Soeharto menerbitkan rekomendasi kepada pasangan Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun). Dengan demikian, partai yang telah menerbitkan surat rekomendasi sekalipun, tetap berpotensi berubah dukungan di detik-detik akhir.

- Advertisement -

RADAR, RADARJEMBER.ID – Hingga kini, belum ada satu pun pasangan calon jalur partai politik yang mengantongi dukungan sesuai batas minimal persyaratan. Sebagian besar parpol seolah masih berhitung untuk mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan calon yang bakal diusung. Kondisi ini memunculkan anggapan, masih terjadi transaksi serta belum ketemunya kepentingan antara parpol dan bakal calon.

Sejauh ini, memang sudah ada dua pasangan calon dan satu nama tokoh yang mendapatkan rekomendasi parpol. Tapi, jumlah dukungannya belum mencukupi syarat minimal 10 kursi atau 25 persen suara sebagaimana yang dipersyaratkan KPU. Ini menunjukkan, beragam kemungkinan masih saja terjadi di masa-masa injury time pendaftaran pada 4-6 September mendatang.

Padahal, dari jalur nonparpol, sudah muncul satu pasangan dan telah mengantongi tiket untuk bisa maju sebagai kandidat. Yakni Faida-Dwi Arya Nugroho Oktavianto (Faida-Vian) yang maju melalui jalur perseorangan. Syaratnya juga telah dinyatakan sah setelah melewati verifikasi faktual oleh KPU.

Meski peta kekuatan parpol memperlihatkan perkembangan signifikan, namun dari jalur ini belum ada yang tuntas. Rata-rata partai masih melakukan penggodokan di internal. Surat rekomendasi yang ditunggu-tunggu para bakal calon pun belum seluruhnya terbit. Kebanyakan, baru sebatas surat tugas yang isinya tentang penggalangan dukungan dan perintah komunikasi dengan partai lain.

Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Jember, parpol yang sudah mengeluarkan rekomendasi sejak awal hanya Partai Gerindra. Kemudian, disusul beberapa partai lainnya. Partai besutan Prabowo Subianto itu tegas menjatuhkan rekomendasinya kepada Djoko Susanto dan Ahmad Halim (Djoko-Halim). Meski sebelumnya, Djoko juga telah direkomendasi oleh PKB dan dipasangkan dengan Ayub Junaidi, tapi belakangan rekomendasi itu dicabut.

Ketua DPC Gerindra Jember M Satib menjelaskan, sejauh ini rekomendasi partainya tetap kepada Djoko-Halim. Pihaknya terus melakukan langkah-langkah persuasif dengan partai lain agar mengusung bakal calon yang sama. Selain itu, tingkat elektabilitas tokoh juga tetap menjadi pertimbangan matang partainya.

Kendati masih rekom tunggal hingga saat ini, namun Satib mengaku optimistis akan ada partai yang sejalan untuk mengusung calon yang sama. “Pada satu titik tertentu, posisi seperti apa, segala kemungkinan bisa terjadi. Kami juga melihat sejauh mana konsistensi partai politik di Jember terhadap kepentingan masyarakat, bukan kepentingan partai semata,” ungkapnya.

Satib menambahkan, partai dan bakal calon yang ada saat ini pada saatnya nanti akan lebih mengerucut lagi. Oleh karena itu, dia menegaskan, bukan hanya partai, bakal calon juga harus memiliki kepedulian. Jangan sampai apa yang sudah dilakukan selama ini hanya menjadi balutan di permukaan saja. “Jangan sampai kepedulian yang dibangun hanya kamuflase karena kepentingan yang tinggi. Saya optimistis, nanti akan mengerucut lagi,” ucapnya.

Sementara itu, PKB, yang telah mencabut surat rekomendasi kepada Djoko, selanjutnya menerbitkan surat tugas kepada Ifan Ariadna. Surat serupa juga diterbitkan beberapa partai lain seperti Perindo dan PAN.

Khusus Partai Berkarya yang mengalami dualisme kepemimpinan di tingkat pusat, ada dua surat rekomendasi yang diterbitkan. Versi Muchdy untuk Ifan Ariadna, sedangkan versi Tomy Soeharto menerbitkan rekomendasi kepada pasangan Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun). Dengan demikian, partai yang telah menerbitkan surat rekomendasi sekalipun, tetap berpotensi berubah dukungan di detik-detik akhir.

RADAR, RADARJEMBER.ID – Hingga kini, belum ada satu pun pasangan calon jalur partai politik yang mengantongi dukungan sesuai batas minimal persyaratan. Sebagian besar parpol seolah masih berhitung untuk mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan calon yang bakal diusung. Kondisi ini memunculkan anggapan, masih terjadi transaksi serta belum ketemunya kepentingan antara parpol dan bakal calon.

Sejauh ini, memang sudah ada dua pasangan calon dan satu nama tokoh yang mendapatkan rekomendasi parpol. Tapi, jumlah dukungannya belum mencukupi syarat minimal 10 kursi atau 25 persen suara sebagaimana yang dipersyaratkan KPU. Ini menunjukkan, beragam kemungkinan masih saja terjadi di masa-masa injury time pendaftaran pada 4-6 September mendatang.

Padahal, dari jalur nonparpol, sudah muncul satu pasangan dan telah mengantongi tiket untuk bisa maju sebagai kandidat. Yakni Faida-Dwi Arya Nugroho Oktavianto (Faida-Vian) yang maju melalui jalur perseorangan. Syaratnya juga telah dinyatakan sah setelah melewati verifikasi faktual oleh KPU.

Meski peta kekuatan parpol memperlihatkan perkembangan signifikan, namun dari jalur ini belum ada yang tuntas. Rata-rata partai masih melakukan penggodokan di internal. Surat rekomendasi yang ditunggu-tunggu para bakal calon pun belum seluruhnya terbit. Kebanyakan, baru sebatas surat tugas yang isinya tentang penggalangan dukungan dan perintah komunikasi dengan partai lain.

Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Jember, parpol yang sudah mengeluarkan rekomendasi sejak awal hanya Partai Gerindra. Kemudian, disusul beberapa partai lainnya. Partai besutan Prabowo Subianto itu tegas menjatuhkan rekomendasinya kepada Djoko Susanto dan Ahmad Halim (Djoko-Halim). Meski sebelumnya, Djoko juga telah direkomendasi oleh PKB dan dipasangkan dengan Ayub Junaidi, tapi belakangan rekomendasi itu dicabut.

Ketua DPC Gerindra Jember M Satib menjelaskan, sejauh ini rekomendasi partainya tetap kepada Djoko-Halim. Pihaknya terus melakukan langkah-langkah persuasif dengan partai lain agar mengusung bakal calon yang sama. Selain itu, tingkat elektabilitas tokoh juga tetap menjadi pertimbangan matang partainya.

Kendati masih rekom tunggal hingga saat ini, namun Satib mengaku optimistis akan ada partai yang sejalan untuk mengusung calon yang sama. “Pada satu titik tertentu, posisi seperti apa, segala kemungkinan bisa terjadi. Kami juga melihat sejauh mana konsistensi partai politik di Jember terhadap kepentingan masyarakat, bukan kepentingan partai semata,” ungkapnya.

Satib menambahkan, partai dan bakal calon yang ada saat ini pada saatnya nanti akan lebih mengerucut lagi. Oleh karena itu, dia menegaskan, bukan hanya partai, bakal calon juga harus memiliki kepedulian. Jangan sampai apa yang sudah dilakukan selama ini hanya menjadi balutan di permukaan saja. “Jangan sampai kepedulian yang dibangun hanya kamuflase karena kepentingan yang tinggi. Saya optimistis, nanti akan mengerucut lagi,” ucapnya.

Sementara itu, PKB, yang telah mencabut surat rekomendasi kepada Djoko, selanjutnya menerbitkan surat tugas kepada Ifan Ariadna. Surat serupa juga diterbitkan beberapa partai lain seperti Perindo dan PAN.

Khusus Partai Berkarya yang mengalami dualisme kepemimpinan di tingkat pusat, ada dua surat rekomendasi yang diterbitkan. Versi Muchdy untuk Ifan Ariadna, sedangkan versi Tomy Soeharto menerbitkan rekomendasi kepada pasangan Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun). Dengan demikian, partai yang telah menerbitkan surat rekomendasi sekalipun, tetap berpotensi berubah dukungan di detik-detik akhir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/