alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Monyet Tak Sepantasnya Dipekerjakan

Banyak Dijadikan Topeng Monyet, 40 Ekor Dilepasliarkan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR, RADARJEMBER.ID – Sudah tak sepantasnya monyet dipekerjakan. Apalagi dalam atraksi topeng monyet keliling. Pihak-pihak terkait pun sudah melakukan tindakan. Dengan menyita puluhan ekor monyet yang dipekerjakan sebagai topeng monyet keliling untuk dilepasliarkan ke alam bebas.

Pelarangan topeng monyet sebelumnya memang sudah digaungkan oleh sebuah lembaga pecinta binatang khusus monyet, Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Salah satu dasar hukumnya adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 302 yang mengatur tentang tindakan penyiksaan hewan. Selain itu, ada pula Undang-Undang Nomor 18 Tahun 200 9 tentang Peternakan dan Kesehatan Pasal 66 Ayat 2g.

Selain sudah diatur dalam undang-undang, monyet dijadikan sebagai objek atraksi topeng monyet juga merenggut kebebasan monyet itu sendiri. Salah satunya adalah monyet dikurung dalam kandang berukuran kecil. Dalam kandang kecil, tentu monyet dapat mengalami stres. Serta rentan terpapar virus penyakit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menanggapi banyaknya monyet yang diperkerjakan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember, JAAN, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember melepasliarkan 40 monyet ekor panjang ke habitat aslinya di Nusa Barong, Kecamatan Puger, Jember, Minggu (16/8) lalu.

- Advertisement -

RADAR, RADARJEMBER.ID – Sudah tak sepantasnya monyet dipekerjakan. Apalagi dalam atraksi topeng monyet keliling. Pihak-pihak terkait pun sudah melakukan tindakan. Dengan menyita puluhan ekor monyet yang dipekerjakan sebagai topeng monyet keliling untuk dilepasliarkan ke alam bebas.

Pelarangan topeng monyet sebelumnya memang sudah digaungkan oleh sebuah lembaga pecinta binatang khusus monyet, Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Salah satu dasar hukumnya adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 302 yang mengatur tentang tindakan penyiksaan hewan. Selain itu, ada pula Undang-Undang Nomor 18 Tahun 200 9 tentang Peternakan dan Kesehatan Pasal 66 Ayat 2g.

Selain sudah diatur dalam undang-undang, monyet dijadikan sebagai objek atraksi topeng monyet juga merenggut kebebasan monyet itu sendiri. Salah satunya adalah monyet dikurung dalam kandang berukuran kecil. Dalam kandang kecil, tentu monyet dapat mengalami stres. Serta rentan terpapar virus penyakit.

Menanggapi banyaknya monyet yang diperkerjakan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember, JAAN, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember melepasliarkan 40 monyet ekor panjang ke habitat aslinya di Nusa Barong, Kecamatan Puger, Jember, Minggu (16/8) lalu.

RADAR, RADARJEMBER.ID – Sudah tak sepantasnya monyet dipekerjakan. Apalagi dalam atraksi topeng monyet keliling. Pihak-pihak terkait pun sudah melakukan tindakan. Dengan menyita puluhan ekor monyet yang dipekerjakan sebagai topeng monyet keliling untuk dilepasliarkan ke alam bebas.

Pelarangan topeng monyet sebelumnya memang sudah digaungkan oleh sebuah lembaga pecinta binatang khusus monyet, Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Salah satu dasar hukumnya adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 302 yang mengatur tentang tindakan penyiksaan hewan. Selain itu, ada pula Undang-Undang Nomor 18 Tahun 200 9 tentang Peternakan dan Kesehatan Pasal 66 Ayat 2g.

Selain sudah diatur dalam undang-undang, monyet dijadikan sebagai objek atraksi topeng monyet juga merenggut kebebasan monyet itu sendiri. Salah satunya adalah monyet dikurung dalam kandang berukuran kecil. Dalam kandang kecil, tentu monyet dapat mengalami stres. Serta rentan terpapar virus penyakit.

Menanggapi banyaknya monyet yang diperkerjakan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember, JAAN, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember melepasliarkan 40 monyet ekor panjang ke habitat aslinya di Nusa Barong, Kecamatan Puger, Jember, Minggu (16/8) lalu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/