alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

KNKT Turun Investigasi

Penanganan Kasus Kecelakaan di Silo

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR, RADARJEMBER.ID – Kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan Raya Dusun Krajan, Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kamis (13/8), sore lalu menjadi perhatian dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Penyelidikan pun diubah menjadi berlanjut dan melibatkan banyak pihak.

Investigator senior dari KNKT Ahmad Wildan, bahkan hadir ke Jember, Selasa (18/8). Pihaknya langsung melakukan rapat bersama Satlantas Polres Jember dan Dinas Perhubungan di Kantor Dishub Jember.

Berdasarkan hasil investigasi sementara terhadap kecelakaan truk Fuso P 8582 G yang menabrak Colt Disel dan enam sepeda motor, Ilham mengungkapkan bahwa dugaan penyebab kecelakaan beruntun terebut karena truk Fuso yang disopiri Syaiful, 52, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, itu mengalami blong. Itu yang menjadi kesalahan prosedur mengemudi, dan kelebihan muatan yang diangkut saat kejadian. “Sopir mengakui sering ngerem, dan remnya keras, berarti anginnya tekor,” kata Wildan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di samping itu, lanjut dia, truk Fuso mengangkut kedelai dengan beban 16 ton, sehingga melebihi kapasitas. Padahal, seharusnya muatan maksimal hanya enam ton. “Muatan hampir tiga kali lipat dari daya angkut kendaraan,” imbuhnya.

Pengemudi truk Fuso pun mengabaikan prosedur mengemudi di Jalur Gumitir arah Banyuwangi ke Jember, yang medannya berupa jalan menurun dan berkelok. “Ada tiga faktor umum penyebab kecelakaan. Yaitu massa (beban dan muatan kendaraan), kecepatan (laju kendaraan dan kontur jalan), dan teknologi (peralatan kendaraan),” katanya.

- Advertisement -

RADAR, RADARJEMBER.ID – Kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan Raya Dusun Krajan, Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kamis (13/8), sore lalu menjadi perhatian dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Penyelidikan pun diubah menjadi berlanjut dan melibatkan banyak pihak.

Investigator senior dari KNKT Ahmad Wildan, bahkan hadir ke Jember, Selasa (18/8). Pihaknya langsung melakukan rapat bersama Satlantas Polres Jember dan Dinas Perhubungan di Kantor Dishub Jember.

Berdasarkan hasil investigasi sementara terhadap kecelakaan truk Fuso P 8582 G yang menabrak Colt Disel dan enam sepeda motor, Ilham mengungkapkan bahwa dugaan penyebab kecelakaan beruntun terebut karena truk Fuso yang disopiri Syaiful, 52, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, itu mengalami blong. Itu yang menjadi kesalahan prosedur mengemudi, dan kelebihan muatan yang diangkut saat kejadian. “Sopir mengakui sering ngerem, dan remnya keras, berarti anginnya tekor,” kata Wildan.

Di samping itu, lanjut dia, truk Fuso mengangkut kedelai dengan beban 16 ton, sehingga melebihi kapasitas. Padahal, seharusnya muatan maksimal hanya enam ton. “Muatan hampir tiga kali lipat dari daya angkut kendaraan,” imbuhnya.

Pengemudi truk Fuso pun mengabaikan prosedur mengemudi di Jalur Gumitir arah Banyuwangi ke Jember, yang medannya berupa jalan menurun dan berkelok. “Ada tiga faktor umum penyebab kecelakaan. Yaitu massa (beban dan muatan kendaraan), kecepatan (laju kendaraan dan kontur jalan), dan teknologi (peralatan kendaraan),” katanya.

RADAR, RADARJEMBER.ID – Kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan Raya Dusun Krajan, Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kamis (13/8), sore lalu menjadi perhatian dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Penyelidikan pun diubah menjadi berlanjut dan melibatkan banyak pihak.

Investigator senior dari KNKT Ahmad Wildan, bahkan hadir ke Jember, Selasa (18/8). Pihaknya langsung melakukan rapat bersama Satlantas Polres Jember dan Dinas Perhubungan di Kantor Dishub Jember.

Berdasarkan hasil investigasi sementara terhadap kecelakaan truk Fuso P 8582 G yang menabrak Colt Disel dan enam sepeda motor, Ilham mengungkapkan bahwa dugaan penyebab kecelakaan beruntun terebut karena truk Fuso yang disopiri Syaiful, 52, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, itu mengalami blong. Itu yang menjadi kesalahan prosedur mengemudi, dan kelebihan muatan yang diangkut saat kejadian. “Sopir mengakui sering ngerem, dan remnya keras, berarti anginnya tekor,” kata Wildan.

Di samping itu, lanjut dia, truk Fuso mengangkut kedelai dengan beban 16 ton, sehingga melebihi kapasitas. Padahal, seharusnya muatan maksimal hanya enam ton. “Muatan hampir tiga kali lipat dari daya angkut kendaraan,” imbuhnya.

Pengemudi truk Fuso pun mengabaikan prosedur mengemudi di Jalur Gumitir arah Banyuwangi ke Jember, yang medannya berupa jalan menurun dan berkelok. “Ada tiga faktor umum penyebab kecelakaan. Yaitu massa (beban dan muatan kendaraan), kecepatan (laju kendaraan dan kontur jalan), dan teknologi (peralatan kendaraan),” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/