alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Pemerintah Jember Tidak Memiliki Potret Utuh Kondisi Masyarakatnya.

Perlu Ada Sinkronisasi Data

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDVALIDASI data penerima bantuan sosial menjadi hal krusial yang harus segera ditangani pemerintah. Sebab, jika tidak, maka bantuan yang akan diturunkan tidak akan tepat sasaran. Bahkan, di antaranya ada yang sampai tumpang tindih. Itu karena masing-masing jenjang pemerintahan mengacu pada datanya sendiri-sendiri. Untuk itu, perlu ada langkah sinkronisasi data agar acuannya sama. Selain itu, juga butuh pembaruan secara berkala dan kontinu.

Pakar Statistik Universitas Jember (Unej) Alfian Futuhul Hadi menjelaskan, setidaknya ada dua tujuan dilakukannya pendataan. Yaitu pendataan yang dilakukan untuk survei sampling dan pendataan yang bertujuan untuk pendistribusian. Seyogianya, semangat dua tujuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi masyarakat Jember secara valid. Bukan hanya bertujuan untuk menentukan calon penerima bantuan semata.

Dengan demikian, kata dia, mandat pendataan tersebut dapat optimal untuk program dan intervensi pemerintah daerah terhadap masalah sosial warganya. “Jadi, bukan saja sebagai calon penerima bantuan, tapi juga memotret kondisi umum seluruh masyarakat. The entire society we have. Yang akan diatur, diselamatkan, dan diselesaikan masalahnya,” terang dosen yang juga Data Science Research Group Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Uiversitas Jember tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kadang kala, Alfian mengungkapkan, kegiatan pendataan memang dilakukan untuk pendistribusian bantuan tertentu yang sifatnya sangat spesifik dan jangka pendek. Terkait hal itu, idealnya pemerintah daerah tidak sampai tumpang tindih dengan program pemerintah pusat. Untuk itu, pendataan dengan tujuan apa pun hendaknya didahului dengan kajian yang memotret program utuhnya seperti apa. “Sehingga tidak sampai overlap dengan bantuan tetap dari pemerintah pusat. Seperti bantuan sosial PKH, bantuan sosial BPNT, dan e-Waroeng. Atau yang dari provinsi seperti bantuan sosial PKH Plus, JatimPuspa dan lainnya,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDVALIDASI data penerima bantuan sosial menjadi hal krusial yang harus segera ditangani pemerintah. Sebab, jika tidak, maka bantuan yang akan diturunkan tidak akan tepat sasaran. Bahkan, di antaranya ada yang sampai tumpang tindih. Itu karena masing-masing jenjang pemerintahan mengacu pada datanya sendiri-sendiri. Untuk itu, perlu ada langkah sinkronisasi data agar acuannya sama. Selain itu, juga butuh pembaruan secara berkala dan kontinu.

Pakar Statistik Universitas Jember (Unej) Alfian Futuhul Hadi menjelaskan, setidaknya ada dua tujuan dilakukannya pendataan. Yaitu pendataan yang dilakukan untuk survei sampling dan pendataan yang bertujuan untuk pendistribusian. Seyogianya, semangat dua tujuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi masyarakat Jember secara valid. Bukan hanya bertujuan untuk menentukan calon penerima bantuan semata.

Dengan demikian, kata dia, mandat pendataan tersebut dapat optimal untuk program dan intervensi pemerintah daerah terhadap masalah sosial warganya. “Jadi, bukan saja sebagai calon penerima bantuan, tapi juga memotret kondisi umum seluruh masyarakat. The entire society we have. Yang akan diatur, diselamatkan, dan diselesaikan masalahnya,” terang dosen yang juga Data Science Research Group Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Uiversitas Jember tersebut.

Kadang kala, Alfian mengungkapkan, kegiatan pendataan memang dilakukan untuk pendistribusian bantuan tertentu yang sifatnya sangat spesifik dan jangka pendek. Terkait hal itu, idealnya pemerintah daerah tidak sampai tumpang tindih dengan program pemerintah pusat. Untuk itu, pendataan dengan tujuan apa pun hendaknya didahului dengan kajian yang memotret program utuhnya seperti apa. “Sehingga tidak sampai overlap dengan bantuan tetap dari pemerintah pusat. Seperti bantuan sosial PKH, bantuan sosial BPNT, dan e-Waroeng. Atau yang dari provinsi seperti bantuan sosial PKH Plus, JatimPuspa dan lainnya,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.IDVALIDASI data penerima bantuan sosial menjadi hal krusial yang harus segera ditangani pemerintah. Sebab, jika tidak, maka bantuan yang akan diturunkan tidak akan tepat sasaran. Bahkan, di antaranya ada yang sampai tumpang tindih. Itu karena masing-masing jenjang pemerintahan mengacu pada datanya sendiri-sendiri. Untuk itu, perlu ada langkah sinkronisasi data agar acuannya sama. Selain itu, juga butuh pembaruan secara berkala dan kontinu.

Pakar Statistik Universitas Jember (Unej) Alfian Futuhul Hadi menjelaskan, setidaknya ada dua tujuan dilakukannya pendataan. Yaitu pendataan yang dilakukan untuk survei sampling dan pendataan yang bertujuan untuk pendistribusian. Seyogianya, semangat dua tujuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi masyarakat Jember secara valid. Bukan hanya bertujuan untuk menentukan calon penerima bantuan semata.

Dengan demikian, kata dia, mandat pendataan tersebut dapat optimal untuk program dan intervensi pemerintah daerah terhadap masalah sosial warganya. “Jadi, bukan saja sebagai calon penerima bantuan, tapi juga memotret kondisi umum seluruh masyarakat. The entire society we have. Yang akan diatur, diselamatkan, dan diselesaikan masalahnya,” terang dosen yang juga Data Science Research Group Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Uiversitas Jember tersebut.

Kadang kala, Alfian mengungkapkan, kegiatan pendataan memang dilakukan untuk pendistribusian bantuan tertentu yang sifatnya sangat spesifik dan jangka pendek. Terkait hal itu, idealnya pemerintah daerah tidak sampai tumpang tindih dengan program pemerintah pusat. Untuk itu, pendataan dengan tujuan apa pun hendaknya didahului dengan kajian yang memotret program utuhnya seperti apa. “Sehingga tidak sampai overlap dengan bantuan tetap dari pemerintah pusat. Seperti bantuan sosial PKH, bantuan sosial BPNT, dan e-Waroeng. Atau yang dari provinsi seperti bantuan sosial PKH Plus, JatimPuspa dan lainnya,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/