alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Isuk Tempe, Sore Dele

Penyerahan YPJ Kubu Suparno Mentah Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harapan Persid kembali berlaga di Liga III yang ditandai dengan penyerahan kedua yayasan ke bupati sudah di depan mata. Namun, harapan itu bisa saja kandas. Sebab, Pembina Yayasan Persid Jember (YPJ) kubu Suparno enggan menandatangani penyerahan yayasan ke bupati. Padahal sebelumnya, mereka sudah menyerahkan tanpa syarat. Ini seperti pepatah Jawa, isuk tempe, sore dele. Sebab, sikap mereka dinilai inkonsisten.

Tanda tangan semua pembina YPJ kubu Suparno sejatinya diagendakan Kamis (17/6) kemarin, di kantor notaris. Namun, rencana yang diprediksi mulus dan segera membentuk struktur yayasan baru untuk pendaftaran Liga III ini, akhirnya berantakan. Lantaran hanya satu saja pembina yang hadir dan bertanda tangan. Sedangkan sisanya, tidak datang ke kantor notaris.

Sumber Jawa Pos Radar Jember dari kantor notaris menyebutkan, dalam administrasi penyerahan yayasan, hanya ada satu nama pembina yang hadir dan bersedia menandatangani. Yaitu Ahmad Halim. Sedangkan pembina lainnya tidak datang. Padahal, dalam membentuk yayasan Persid dengan struktur dan nama yang baru, harus melengkapi administrasi. Yaitu pembina yayasan menandatangani dan bersedia melepaskan yayasan yang ditujukan ke Bupati Jember. Pihak kantor notaris juga sudah menghubungi, bahkan mendatangi rumah pembina. Tapi, upaya itu tidak membuahkan hasil.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sumber yang sama mengungkapkan, Rabu malam (16/6), ada salah satu pembina yang datang ke kantor notaris itu. Setelah melihat susunan struktur yayasan yang baru, pemikirannya untuk tanda tangan berubah. Pembina sepertinya keberatan dengan nama sekretaris yayasan yang tercatat dalam draf tersebut.

Seandainya semua tanda tangan, maka struktur baru YPJ bisa segera disahkan. Dan selanjutnya bisa disampaikan ke Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim untuk mendaftar ke Liga III. Sebab, Minggu (20/6) nanti adalah hari terakhir pendaftaran Liga III.

Bila terus buntu, jalan keluar agar penyerahan yayasan ke bupati itu sah, maka harus ada 2/3 dari jumlah pembina YPJ yang bersedia tanda tangan. Karena jumlah semuanya lima orang, maka minimal ada tiga orang pembina YPJ yang membubuhkan tanda tangan dalam penyerahan yayasan tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Wagino, salah satu anggota Pembina YPJ, mengaku, awalnya dirinya mau datang ke kantor notaris untuk tanda tangan sesuai agenda. Namun, tiba-tiba niatnya diurungkan. Lantaran dihubungi rekan-rekan pembina yang lain agar tidak tanda tangan terlebih dahulu. “Pas mau tanda tangan, banyak rekan-rekan yang meminta tidak usah dulu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (18/6).

Alasannya, menurut Wagino, ada yang kurang pas dengan janji bupati yang pernah dilontarkan sebelumnya. “Katanya, ada kekurangan dari bupati. Informasi dari teman-teman (pembina, Red), tidak dapat mengakses yayasan baru,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Jember Hendy Siswanto berjanji kepada para Pembina YPJ kubu Suparno akan memasukkan mereka dalam struktur kepengurusan yang baru tersebut. Namun, dalam rencana susunan pengurus, ternyata nama-nama mereka tidak ada. Karena itu, tidak bersedianya tanda tangan itu, karena pembina yang terdahulu merasa tidak terakomodasi dalam struktur yang baru. “Saya kira dilebur tidak masalah. Tapi, dalam rencana susunan yayasan yang baru itu, juga ada yang gak sama. Yaitu Jo dimasukan,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harapan Persid kembali berlaga di Liga III yang ditandai dengan penyerahan kedua yayasan ke bupati sudah di depan mata. Namun, harapan itu bisa saja kandas. Sebab, Pembina Yayasan Persid Jember (YPJ) kubu Suparno enggan menandatangani penyerahan yayasan ke bupati. Padahal sebelumnya, mereka sudah menyerahkan tanpa syarat. Ini seperti pepatah Jawa, isuk tempe, sore dele. Sebab, sikap mereka dinilai inkonsisten.

Tanda tangan semua pembina YPJ kubu Suparno sejatinya diagendakan Kamis (17/6) kemarin, di kantor notaris. Namun, rencana yang diprediksi mulus dan segera membentuk struktur yayasan baru untuk pendaftaran Liga III ini, akhirnya berantakan. Lantaran hanya satu saja pembina yang hadir dan bertanda tangan. Sedangkan sisanya, tidak datang ke kantor notaris.

Sumber Jawa Pos Radar Jember dari kantor notaris menyebutkan, dalam administrasi penyerahan yayasan, hanya ada satu nama pembina yang hadir dan bersedia menandatangani. Yaitu Ahmad Halim. Sedangkan pembina lainnya tidak datang. Padahal, dalam membentuk yayasan Persid dengan struktur dan nama yang baru, harus melengkapi administrasi. Yaitu pembina yayasan menandatangani dan bersedia melepaskan yayasan yang ditujukan ke Bupati Jember. Pihak kantor notaris juga sudah menghubungi, bahkan mendatangi rumah pembina. Tapi, upaya itu tidak membuahkan hasil.

Sumber yang sama mengungkapkan, Rabu malam (16/6), ada salah satu pembina yang datang ke kantor notaris itu. Setelah melihat susunan struktur yayasan yang baru, pemikirannya untuk tanda tangan berubah. Pembina sepertinya keberatan dengan nama sekretaris yayasan yang tercatat dalam draf tersebut.

Seandainya semua tanda tangan, maka struktur baru YPJ bisa segera disahkan. Dan selanjutnya bisa disampaikan ke Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim untuk mendaftar ke Liga III. Sebab, Minggu (20/6) nanti adalah hari terakhir pendaftaran Liga III.

Bila terus buntu, jalan keluar agar penyerahan yayasan ke bupati itu sah, maka harus ada 2/3 dari jumlah pembina YPJ yang bersedia tanda tangan. Karena jumlah semuanya lima orang, maka minimal ada tiga orang pembina YPJ yang membubuhkan tanda tangan dalam penyerahan yayasan tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Wagino, salah satu anggota Pembina YPJ, mengaku, awalnya dirinya mau datang ke kantor notaris untuk tanda tangan sesuai agenda. Namun, tiba-tiba niatnya diurungkan. Lantaran dihubungi rekan-rekan pembina yang lain agar tidak tanda tangan terlebih dahulu. “Pas mau tanda tangan, banyak rekan-rekan yang meminta tidak usah dulu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (18/6).

Alasannya, menurut Wagino, ada yang kurang pas dengan janji bupati yang pernah dilontarkan sebelumnya. “Katanya, ada kekurangan dari bupati. Informasi dari teman-teman (pembina, Red), tidak dapat mengakses yayasan baru,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Jember Hendy Siswanto berjanji kepada para Pembina YPJ kubu Suparno akan memasukkan mereka dalam struktur kepengurusan yang baru tersebut. Namun, dalam rencana susunan pengurus, ternyata nama-nama mereka tidak ada. Karena itu, tidak bersedianya tanda tangan itu, karena pembina yang terdahulu merasa tidak terakomodasi dalam struktur yang baru. “Saya kira dilebur tidak masalah. Tapi, dalam rencana susunan yayasan yang baru itu, juga ada yang gak sama. Yaitu Jo dimasukan,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harapan Persid kembali berlaga di Liga III yang ditandai dengan penyerahan kedua yayasan ke bupati sudah di depan mata. Namun, harapan itu bisa saja kandas. Sebab, Pembina Yayasan Persid Jember (YPJ) kubu Suparno enggan menandatangani penyerahan yayasan ke bupati. Padahal sebelumnya, mereka sudah menyerahkan tanpa syarat. Ini seperti pepatah Jawa, isuk tempe, sore dele. Sebab, sikap mereka dinilai inkonsisten.

Tanda tangan semua pembina YPJ kubu Suparno sejatinya diagendakan Kamis (17/6) kemarin, di kantor notaris. Namun, rencana yang diprediksi mulus dan segera membentuk struktur yayasan baru untuk pendaftaran Liga III ini, akhirnya berantakan. Lantaran hanya satu saja pembina yang hadir dan bertanda tangan. Sedangkan sisanya, tidak datang ke kantor notaris.

Sumber Jawa Pos Radar Jember dari kantor notaris menyebutkan, dalam administrasi penyerahan yayasan, hanya ada satu nama pembina yang hadir dan bersedia menandatangani. Yaitu Ahmad Halim. Sedangkan pembina lainnya tidak datang. Padahal, dalam membentuk yayasan Persid dengan struktur dan nama yang baru, harus melengkapi administrasi. Yaitu pembina yayasan menandatangani dan bersedia melepaskan yayasan yang ditujukan ke Bupati Jember. Pihak kantor notaris juga sudah menghubungi, bahkan mendatangi rumah pembina. Tapi, upaya itu tidak membuahkan hasil.

Sumber yang sama mengungkapkan, Rabu malam (16/6), ada salah satu pembina yang datang ke kantor notaris itu. Setelah melihat susunan struktur yayasan yang baru, pemikirannya untuk tanda tangan berubah. Pembina sepertinya keberatan dengan nama sekretaris yayasan yang tercatat dalam draf tersebut.

Seandainya semua tanda tangan, maka struktur baru YPJ bisa segera disahkan. Dan selanjutnya bisa disampaikan ke Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim untuk mendaftar ke Liga III. Sebab, Minggu (20/6) nanti adalah hari terakhir pendaftaran Liga III.

Bila terus buntu, jalan keluar agar penyerahan yayasan ke bupati itu sah, maka harus ada 2/3 dari jumlah pembina YPJ yang bersedia tanda tangan. Karena jumlah semuanya lima orang, maka minimal ada tiga orang pembina YPJ yang membubuhkan tanda tangan dalam penyerahan yayasan tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Wagino, salah satu anggota Pembina YPJ, mengaku, awalnya dirinya mau datang ke kantor notaris untuk tanda tangan sesuai agenda. Namun, tiba-tiba niatnya diurungkan. Lantaran dihubungi rekan-rekan pembina yang lain agar tidak tanda tangan terlebih dahulu. “Pas mau tanda tangan, banyak rekan-rekan yang meminta tidak usah dulu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (18/6).

Alasannya, menurut Wagino, ada yang kurang pas dengan janji bupati yang pernah dilontarkan sebelumnya. “Katanya, ada kekurangan dari bupati. Informasi dari teman-teman (pembina, Red), tidak dapat mengakses yayasan baru,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Jember Hendy Siswanto berjanji kepada para Pembina YPJ kubu Suparno akan memasukkan mereka dalam struktur kepengurusan yang baru tersebut. Namun, dalam rencana susunan pengurus, ternyata nama-nama mereka tidak ada. Karena itu, tidak bersedianya tanda tangan itu, karena pembina yang terdahulu merasa tidak terakomodasi dalam struktur yang baru. “Saya kira dilebur tidak masalah. Tapi, dalam rencana susunan yayasan yang baru itu, juga ada yang gak sama. Yaitu Jo dimasukan,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/