alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Dinas Saling Lempar Tanggung Jawab

Soal Wastafel Sekolah di Kecamatan Wuluhan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai 14 Juni kemarin rupanya masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Sebab, hingga PTM berlangsung, masalah kurangnya wastafel untuk semua SD di Kecamatan Wuluhan belum juga ada kejelasan. Hingga kemarin, tidak ada keterangan dinas apa yang bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban wastafel di lembaga pendidikan dasar tersebut. Justru, antardinas saling lempar tanggung jawab.

Sebelumnya, pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Endang Sulistyowati mengungkapkan, wewenang pemenuhan wastafel ada pada dinas kesehatan. “Ini dari pemkab. Mungkin bisa langsung konfirmasi Dinkes,” kata Endang, beberapa waktu lalu.

Namun, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Wiwik Supartiwi mengaku tidak paham mengenai mekanisme pembagian wastafel. Sebab, Wiwik menganggap, hal tersebut merupakan wewenang Dispendik. “Kalau masalah itu, kami kurang paham. Karena kewenangan ada di Dispendik. Silakan konfirmasi Dispendik,” sarannya, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena mencakup prasarana, Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi hal itu kepada Plt Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jember Arif Liyantono. Dia mengungkapkan, sejauh ini belum ada surat terima untuk menyelesaikan persoalan wastafel tersebut. Baik wastafel yang ada di ruang publik maupun lembaga pendidikan di bawah Dispendik. “Kami tidak berani ngomong ini programnya siapa. Karena tidak ada serah terima,” jelas Arif.

Arif juga tidak dapat memastikan ada tidaknya akad serah terima tentang penugasan untuk pemenuhan wastafel tersebut. Sebab, program ini di bawah Satgas Covid-19 Pemkab Jember langsung, bukan Bidang PSU Dinas PU Cipta Karya. Dia bakal menjelaskan jika dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sudah ada dan diserahkan ke bidang PSU. “Saya kebetulan di PSU per Maret ini. Jadi, saya lost data. (Dan belum tahu, Red) apakah sudah dilimpahkan atau belum,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai 14 Juni kemarin rupanya masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Sebab, hingga PTM berlangsung, masalah kurangnya wastafel untuk semua SD di Kecamatan Wuluhan belum juga ada kejelasan. Hingga kemarin, tidak ada keterangan dinas apa yang bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban wastafel di lembaga pendidikan dasar tersebut. Justru, antardinas saling lempar tanggung jawab.

Sebelumnya, pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Endang Sulistyowati mengungkapkan, wewenang pemenuhan wastafel ada pada dinas kesehatan. “Ini dari pemkab. Mungkin bisa langsung konfirmasi Dinkes,” kata Endang, beberapa waktu lalu.

Namun, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Wiwik Supartiwi mengaku tidak paham mengenai mekanisme pembagian wastafel. Sebab, Wiwik menganggap, hal tersebut merupakan wewenang Dispendik. “Kalau masalah itu, kami kurang paham. Karena kewenangan ada di Dispendik. Silakan konfirmasi Dispendik,” sarannya, belum lama ini.

Karena mencakup prasarana, Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi hal itu kepada Plt Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jember Arif Liyantono. Dia mengungkapkan, sejauh ini belum ada surat terima untuk menyelesaikan persoalan wastafel tersebut. Baik wastafel yang ada di ruang publik maupun lembaga pendidikan di bawah Dispendik. “Kami tidak berani ngomong ini programnya siapa. Karena tidak ada serah terima,” jelas Arif.

Arif juga tidak dapat memastikan ada tidaknya akad serah terima tentang penugasan untuk pemenuhan wastafel tersebut. Sebab, program ini di bawah Satgas Covid-19 Pemkab Jember langsung, bukan Bidang PSU Dinas PU Cipta Karya. Dia bakal menjelaskan jika dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sudah ada dan diserahkan ke bidang PSU. “Saya kebetulan di PSU per Maret ini. Jadi, saya lost data. (Dan belum tahu, Red) apakah sudah dilimpahkan atau belum,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai 14 Juni kemarin rupanya masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Sebab, hingga PTM berlangsung, masalah kurangnya wastafel untuk semua SD di Kecamatan Wuluhan belum juga ada kejelasan. Hingga kemarin, tidak ada keterangan dinas apa yang bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban wastafel di lembaga pendidikan dasar tersebut. Justru, antardinas saling lempar tanggung jawab.

Sebelumnya, pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Endang Sulistyowati mengungkapkan, wewenang pemenuhan wastafel ada pada dinas kesehatan. “Ini dari pemkab. Mungkin bisa langsung konfirmasi Dinkes,” kata Endang, beberapa waktu lalu.

Namun, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Wiwik Supartiwi mengaku tidak paham mengenai mekanisme pembagian wastafel. Sebab, Wiwik menganggap, hal tersebut merupakan wewenang Dispendik. “Kalau masalah itu, kami kurang paham. Karena kewenangan ada di Dispendik. Silakan konfirmasi Dispendik,” sarannya, belum lama ini.

Karena mencakup prasarana, Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi hal itu kepada Plt Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jember Arif Liyantono. Dia mengungkapkan, sejauh ini belum ada surat terima untuk menyelesaikan persoalan wastafel tersebut. Baik wastafel yang ada di ruang publik maupun lembaga pendidikan di bawah Dispendik. “Kami tidak berani ngomong ini programnya siapa. Karena tidak ada serah terima,” jelas Arif.

Arif juga tidak dapat memastikan ada tidaknya akad serah terima tentang penugasan untuk pemenuhan wastafel tersebut. Sebab, program ini di bawah Satgas Covid-19 Pemkab Jember langsung, bukan Bidang PSU Dinas PU Cipta Karya. Dia bakal menjelaskan jika dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sudah ada dan diserahkan ke bidang PSU. “Saya kebetulan di PSU per Maret ini. Jadi, saya lost data. (Dan belum tahu, Red) apakah sudah dilimpahkan atau belum,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/