alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Pengabdian Tak Tuntas, Dua Mahasiswa Meninggal

KKN Desa Penari di Desa Sidomulyo Part 6

Mobile_AP_Rectangle 1
Setelah beberapa kejadian aneh, mahasiswa KKN memilih untuk mengakhiri KKN. Mereka meninggalkan desa yang di tengah hutan tersebut. Dua mahasiswa yang KKN, yaitu Bima dan Ayu, diceritakan meninggal dunia di masing-masing rumahnya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program KKN sejumlah mahasiswa di desa sekitar Hutan Gumitir tidak sampai tuntas.  Mereka mengakhiri pengabdian di tempat itu karena sejumlah hal aneh yang misterius, seperti dikisahkan film KKN Desa Penari. Mereka tidak sanggup lagi, ditambah dengan adanya dua mahasiswa yang sekarat, yaitu Bima dan Ayu.

BACA JUGA : Beredar Poster Film KKN di Desa Penari Versi Extended

Mobile_AP_Rectangle 2

Kedua mahasiswa ini diyakini mendapat hukuman dari sang ratu penari. Dalam kisahnya, ketua kelompok KKN, Nur, memutuskan untuk tidak melanjutkan sisa waktu KKN. Dia tidak peduli dengan ancaman kampus jika tidak diluluskan. Rupanya sang ketua memiliki jiwa kepemimpinan yang bijaksana. Dia lebih mementingkan nasib temannya daripada ancaman sanksi kampus. Nur menyesal karena tidak mampu menjaga dua temannya yang melanggar adat sekitar, melakukan hubungan tak senonoh seperti diceritakan sebelumnya.

Di tengah alas itu, tangisan dan rasa penyesalan menjadi oleh-oleh mahasiswa saat memutuskan untuk kembali. Dalam kisahnya, seperti disampaikan penulis cerita bernama Simpleman, mahasiswa KKN berkomitmen untuk merahasiakan nama desa dari hutan tersebut. Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa itu juga merahasiakan nama kampusnya. Pun dalam keterangannya mereka hanya menyebut inisial dan tanda dari desa itu.

Mereka tidak ingin nama desa yang diklaim bertempat di Sidomulyo tersebut tercemar dengan kejadian yang dialaminya. Termasuk nama baik kampus tempat mereka kuliah. Alasan tersebut disampaikan ketika kesepakatan kisahnya difilmkan. Sampai sekarang teka-teki kebenaran lokasi kisah itu belum mendapat kepastian. Para mahasiswa itu pun tidak ada yang menampakkan diri ke publik. Cerita film ini pun tetap menjadi misterius.

- Advertisement -
Setelah beberapa kejadian aneh, mahasiswa KKN memilih untuk mengakhiri KKN. Mereka meninggalkan desa yang di tengah hutan tersebut. Dua mahasiswa yang KKN, yaitu Bima dan Ayu, diceritakan meninggal dunia di masing-masing rumahnya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program KKN sejumlah mahasiswa di desa sekitar Hutan Gumitir tidak sampai tuntas.  Mereka mengakhiri pengabdian di tempat itu karena sejumlah hal aneh yang misterius, seperti dikisahkan film KKN Desa Penari. Mereka tidak sanggup lagi, ditambah dengan adanya dua mahasiswa yang sekarat, yaitu Bima dan Ayu.

BACA JUGA : Beredar Poster Film KKN di Desa Penari Versi Extended

Kedua mahasiswa ini diyakini mendapat hukuman dari sang ratu penari. Dalam kisahnya, ketua kelompok KKN, Nur, memutuskan untuk tidak melanjutkan sisa waktu KKN. Dia tidak peduli dengan ancaman kampus jika tidak diluluskan. Rupanya sang ketua memiliki jiwa kepemimpinan yang bijaksana. Dia lebih mementingkan nasib temannya daripada ancaman sanksi kampus. Nur menyesal karena tidak mampu menjaga dua temannya yang melanggar adat sekitar, melakukan hubungan tak senonoh seperti diceritakan sebelumnya.

Di tengah alas itu, tangisan dan rasa penyesalan menjadi oleh-oleh mahasiswa saat memutuskan untuk kembali. Dalam kisahnya, seperti disampaikan penulis cerita bernama Simpleman, mahasiswa KKN berkomitmen untuk merahasiakan nama desa dari hutan tersebut. Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa itu juga merahasiakan nama kampusnya. Pun dalam keterangannya mereka hanya menyebut inisial dan tanda dari desa itu.

Mereka tidak ingin nama desa yang diklaim bertempat di Sidomulyo tersebut tercemar dengan kejadian yang dialaminya. Termasuk nama baik kampus tempat mereka kuliah. Alasan tersebut disampaikan ketika kesepakatan kisahnya difilmkan. Sampai sekarang teka-teki kebenaran lokasi kisah itu belum mendapat kepastian. Para mahasiswa itu pun tidak ada yang menampakkan diri ke publik. Cerita film ini pun tetap menjadi misterius.

Setelah beberapa kejadian aneh, mahasiswa KKN memilih untuk mengakhiri KKN. Mereka meninggalkan desa yang di tengah hutan tersebut. Dua mahasiswa yang KKN, yaitu Bima dan Ayu, diceritakan meninggal dunia di masing-masing rumahnya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program KKN sejumlah mahasiswa di desa sekitar Hutan Gumitir tidak sampai tuntas.  Mereka mengakhiri pengabdian di tempat itu karena sejumlah hal aneh yang misterius, seperti dikisahkan film KKN Desa Penari. Mereka tidak sanggup lagi, ditambah dengan adanya dua mahasiswa yang sekarat, yaitu Bima dan Ayu.

BACA JUGA : Beredar Poster Film KKN di Desa Penari Versi Extended

Kedua mahasiswa ini diyakini mendapat hukuman dari sang ratu penari. Dalam kisahnya, ketua kelompok KKN, Nur, memutuskan untuk tidak melanjutkan sisa waktu KKN. Dia tidak peduli dengan ancaman kampus jika tidak diluluskan. Rupanya sang ketua memiliki jiwa kepemimpinan yang bijaksana. Dia lebih mementingkan nasib temannya daripada ancaman sanksi kampus. Nur menyesal karena tidak mampu menjaga dua temannya yang melanggar adat sekitar, melakukan hubungan tak senonoh seperti diceritakan sebelumnya.

Di tengah alas itu, tangisan dan rasa penyesalan menjadi oleh-oleh mahasiswa saat memutuskan untuk kembali. Dalam kisahnya, seperti disampaikan penulis cerita bernama Simpleman, mahasiswa KKN berkomitmen untuk merahasiakan nama desa dari hutan tersebut. Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa itu juga merahasiakan nama kampusnya. Pun dalam keterangannya mereka hanya menyebut inisial dan tanda dari desa itu.

Mereka tidak ingin nama desa yang diklaim bertempat di Sidomulyo tersebut tercemar dengan kejadian yang dialaminya. Termasuk nama baik kampus tempat mereka kuliah. Alasan tersebut disampaikan ketika kesepakatan kisahnya difilmkan. Sampai sekarang teka-teki kebenaran lokasi kisah itu belum mendapat kepastian. Para mahasiswa itu pun tidak ada yang menampakkan diri ke publik. Cerita film ini pun tetap menjadi misterius.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/