alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Jawab Kebutuhan Layanan Dasar Kesehatan

Mulai Canangkan RSNU

Mobile_AP_Rectangle 1

ANTIROGO, Radar Jember – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, kemarin. Peletakan batu pertama itu bakal menandai kiprah NU melebarkan jangkauannya di sektor kesehatan.

Menurutnya, sejak awal NU didirikan, khusus urusan agama. Para muazis pendiri NU belum berpikir untuk urusan lain selain keagamaan. Para kiai NU saat itu lebih memberdayakan diri untuk membimbing umat, khususnya dalam hal agama. Padahal tentang kesehatan juga sering dikeluhkesahkan kepada kiai. “Kalau sekarang NU mendirikan rumah sakit, ini merupakan bawaan dari tradisi kekiaian. Kiai ini rujukan bagi para jamaahnya. Apa saja juga me-wadul-kan (mengeluhkan, Red) tentang penyakit, juga segala macam hajat hidup. Jadi, wajar sekarang NU mendirikan rumah sakit,” ucapnya.

Lebih jauh, kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, itu menilai, NU sebagai organisasi juga memiliki tanggung jawab kepada masyarakat yang mempercayakan masa depan kehidupannya kepada NU. Sebab, berdasarkan survei mutakhir Alvara, hasilnya 50,5 persen dari seluruh penduduk muslim Indonesia mengaku sebagai pengikut NU.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati tugas utama melayani umat sebenarnya ada di tangan pemerintah, namun NU, kata Gus Yahya, sifatnya adalah membantu program pemerintah. “Sekarang saatnya NU membantu pemerintah untuk pelayanan dasar bagi seluruh warga. Rumah Sakit NU ini bagian dari itu,” kata Gus Yahya.

- Advertisement -

ANTIROGO, Radar Jember – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, kemarin. Peletakan batu pertama itu bakal menandai kiprah NU melebarkan jangkauannya di sektor kesehatan.

Menurutnya, sejak awal NU didirikan, khusus urusan agama. Para muazis pendiri NU belum berpikir untuk urusan lain selain keagamaan. Para kiai NU saat itu lebih memberdayakan diri untuk membimbing umat, khususnya dalam hal agama. Padahal tentang kesehatan juga sering dikeluhkesahkan kepada kiai. “Kalau sekarang NU mendirikan rumah sakit, ini merupakan bawaan dari tradisi kekiaian. Kiai ini rujukan bagi para jamaahnya. Apa saja juga me-wadul-kan (mengeluhkan, Red) tentang penyakit, juga segala macam hajat hidup. Jadi, wajar sekarang NU mendirikan rumah sakit,” ucapnya.

Lebih jauh, kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, itu menilai, NU sebagai organisasi juga memiliki tanggung jawab kepada masyarakat yang mempercayakan masa depan kehidupannya kepada NU. Sebab, berdasarkan survei mutakhir Alvara, hasilnya 50,5 persen dari seluruh penduduk muslim Indonesia mengaku sebagai pengikut NU.

Kendati tugas utama melayani umat sebenarnya ada di tangan pemerintah, namun NU, kata Gus Yahya, sifatnya adalah membantu program pemerintah. “Sekarang saatnya NU membantu pemerintah untuk pelayanan dasar bagi seluruh warga. Rumah Sakit NU ini bagian dari itu,” kata Gus Yahya.

ANTIROGO, Radar Jember – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, kemarin. Peletakan batu pertama itu bakal menandai kiprah NU melebarkan jangkauannya di sektor kesehatan.

Menurutnya, sejak awal NU didirikan, khusus urusan agama. Para muazis pendiri NU belum berpikir untuk urusan lain selain keagamaan. Para kiai NU saat itu lebih memberdayakan diri untuk membimbing umat, khususnya dalam hal agama. Padahal tentang kesehatan juga sering dikeluhkesahkan kepada kiai. “Kalau sekarang NU mendirikan rumah sakit, ini merupakan bawaan dari tradisi kekiaian. Kiai ini rujukan bagi para jamaahnya. Apa saja juga me-wadul-kan (mengeluhkan, Red) tentang penyakit, juga segala macam hajat hidup. Jadi, wajar sekarang NU mendirikan rumah sakit,” ucapnya.

Lebih jauh, kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, itu menilai, NU sebagai organisasi juga memiliki tanggung jawab kepada masyarakat yang mempercayakan masa depan kehidupannya kepada NU. Sebab, berdasarkan survei mutakhir Alvara, hasilnya 50,5 persen dari seluruh penduduk muslim Indonesia mengaku sebagai pengikut NU.

Kendati tugas utama melayani umat sebenarnya ada di tangan pemerintah, namun NU, kata Gus Yahya, sifatnya adalah membantu program pemerintah. “Sekarang saatnya NU membantu pemerintah untuk pelayanan dasar bagi seluruh warga. Rumah Sakit NU ini bagian dari itu,” kata Gus Yahya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/