alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kunjungan Wisata Diprediksi Menurun

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah lokasi wisata sempat dilakukan penutupan, beberapa hari lalu, untuk mencegah terjadinya kerumunan selama libur Lebaran. Kebijakan itu menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati Jember terkait pelarangan tempat wisata beroperasi, yang terhitung mulai tanggal 11 hingga 17 Mei.

Selama penutupan itu, tidak sedikit masyarakat yang kecele ketika mendatangi lokasi wisata. Sebab, sesampainya di tempat tujuan, mereka diminta kembali lantaran tutup. Bahkan, sejumlah pedagang di Pantai Watu Ulo, Ambulu, mengaku sempat merugi karena dampak penutupan itu. “Sebelum Lebaran, saya sudah meminjam modal untuk keperluan berdagang. Ternyata saat Lebaran, pantai ditutup,” keluh Menil, pedagang di Watu Ulo yang juga warga setempat.

Maksud hati bisa meraup untung, namun mereka harus gigit jari lantaran penutupan itu. Namun, mulai hari ini, Selasa (18/5), tempat wisata tersebut dipastikan kembali dibuka. Pembukaan itu diprediksi bakal menggeliatkan kembali sektor pariwisata, meski jumlahnya diperkirakan menurun ketimbang pada masa libur Lebaran kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Plt Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Habib Salim mengatakan, meski ada potensi kerumunan di tempat wisata selepas kebijakan penutupan tersebut, namun hal itu diakuinya cukup kecil. Sebab, banyak masyarakat yang sudah kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Seperti bekerja, ke kantor, dan sebagainya.

Pihaknya meyakini, rutinitas tersebut akan membuat intensitas kunjungan ke lokasi wisata seperti hari-hari biasanya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan justru menurun. “Masyarakat sudah banyak yang kembali menjalankan aktivitasnya. Kemungkinan bakal terjadi kerumunan tidak begitu besar,” jelasnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (17/5).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah lokasi wisata sempat dilakukan penutupan, beberapa hari lalu, untuk mencegah terjadinya kerumunan selama libur Lebaran. Kebijakan itu menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati Jember terkait pelarangan tempat wisata beroperasi, yang terhitung mulai tanggal 11 hingga 17 Mei.

Selama penutupan itu, tidak sedikit masyarakat yang kecele ketika mendatangi lokasi wisata. Sebab, sesampainya di tempat tujuan, mereka diminta kembali lantaran tutup. Bahkan, sejumlah pedagang di Pantai Watu Ulo, Ambulu, mengaku sempat merugi karena dampak penutupan itu. “Sebelum Lebaran, saya sudah meminjam modal untuk keperluan berdagang. Ternyata saat Lebaran, pantai ditutup,” keluh Menil, pedagang di Watu Ulo yang juga warga setempat.

Maksud hati bisa meraup untung, namun mereka harus gigit jari lantaran penutupan itu. Namun, mulai hari ini, Selasa (18/5), tempat wisata tersebut dipastikan kembali dibuka. Pembukaan itu diprediksi bakal menggeliatkan kembali sektor pariwisata, meski jumlahnya diperkirakan menurun ketimbang pada masa libur Lebaran kemarin.

Plt Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Habib Salim mengatakan, meski ada potensi kerumunan di tempat wisata selepas kebijakan penutupan tersebut, namun hal itu diakuinya cukup kecil. Sebab, banyak masyarakat yang sudah kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Seperti bekerja, ke kantor, dan sebagainya.

Pihaknya meyakini, rutinitas tersebut akan membuat intensitas kunjungan ke lokasi wisata seperti hari-hari biasanya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan justru menurun. “Masyarakat sudah banyak yang kembali menjalankan aktivitasnya. Kemungkinan bakal terjadi kerumunan tidak begitu besar,” jelasnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (17/5).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah lokasi wisata sempat dilakukan penutupan, beberapa hari lalu, untuk mencegah terjadinya kerumunan selama libur Lebaran. Kebijakan itu menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati Jember terkait pelarangan tempat wisata beroperasi, yang terhitung mulai tanggal 11 hingga 17 Mei.

Selama penutupan itu, tidak sedikit masyarakat yang kecele ketika mendatangi lokasi wisata. Sebab, sesampainya di tempat tujuan, mereka diminta kembali lantaran tutup. Bahkan, sejumlah pedagang di Pantai Watu Ulo, Ambulu, mengaku sempat merugi karena dampak penutupan itu. “Sebelum Lebaran, saya sudah meminjam modal untuk keperluan berdagang. Ternyata saat Lebaran, pantai ditutup,” keluh Menil, pedagang di Watu Ulo yang juga warga setempat.

Maksud hati bisa meraup untung, namun mereka harus gigit jari lantaran penutupan itu. Namun, mulai hari ini, Selasa (18/5), tempat wisata tersebut dipastikan kembali dibuka. Pembukaan itu diprediksi bakal menggeliatkan kembali sektor pariwisata, meski jumlahnya diperkirakan menurun ketimbang pada masa libur Lebaran kemarin.

Plt Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Habib Salim mengatakan, meski ada potensi kerumunan di tempat wisata selepas kebijakan penutupan tersebut, namun hal itu diakuinya cukup kecil. Sebab, banyak masyarakat yang sudah kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Seperti bekerja, ke kantor, dan sebagainya.

Pihaknya meyakini, rutinitas tersebut akan membuat intensitas kunjungan ke lokasi wisata seperti hari-hari biasanya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan justru menurun. “Masyarakat sudah banyak yang kembali menjalankan aktivitasnya. Kemungkinan bakal terjadi kerumunan tidak begitu besar,” jelasnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (17/5).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/