alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Dispora sampai Turun Gunung

Hormati KONI Jatim, Tim 9 Akhirnya Menunda Musorkablub

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Tim 9 sebagai koordinator cabor pengusung Musorkablub akhirnya memilih menunda menggelar Musorkablub yang seharusnya diagendakan kemarin (18/5) di sebuah rumah makan di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Walau begitu, rapat tersebut tetap dilaksanakan, tapi diganti dengan rapat konsolidasi persiapan Porprov, bukan Musorkablub.

Dalam rapat yang dihadiri utusan cabor tersebut, mereka tampak kompak mengenakan pakaian berwarna merah. Pesertanya pun bertambah. Jika pertemuan sebelum Lebaran terdapat 31 cabor yang hadir, kini bertambah dua lagi, sehingga menjadi 33 cabor. Cabor-cabor inilah yang mendukung Tim 9 untuk menyelenggarakan Musorkablub.

Ketua Tim 9 Djatmiko mengatakan, dalam perjalanannya, Musorkablub telah sampai titik akhir yang seharusnya digelar 18 Mei, kemarin. Dia menganggap, tahapan Musorkablub sudah sesuai dengan AD/ART. “Mulai dari memasukkan surat mosi tidak percaya ke pengurus KONI Jember,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah itu, dalam AD/ART KONI juga menjelaskan, selama 30 hari sejak usulan itu dilayangkan, yang harus menggelar Musorkablub adalah KONI Jember. Namun, selama tenggat waktu itu tidak kunjung digelar Musorkablub, maka kubu pengusung disebutnya boleh menggelar Musorkablub. “Tim 9 juga telah menyebar undangan sesuai kewajiban 14 hari sebelum pelaksanaan,” tuturnya.

Namun, pada Senin 17 Mei kemarin, turun surat dari KONI Jatim. Isinya, agar Musorkablub tidak dilaksanakan sampai KONI Jatim mempelajari secara cermat tentang perlu tidaknya usulan tersebut. Awalnya, Tim 9 dan cabor pengusung tetap bersikukuh ingin lanjut Musorkablub karena sesuai AD/ART. Namun, setelah meminta petunjuk bupati, diminta agar menghormati surat dari KONI Jatim. “Jadi, kami menghormati dan patuh untuk menunda Musorkablub,” jelasnya.

Namun, kata dia, pihaknya juga mengambil sikap terkait surat dari KONI Jatim tersebut. Yaitu balas melayangkan surat ke KONI Jatim. “Teman-teman cabor ambil sikap sesuai prosedur dengan memberikan surat balasan. Yaitu dasar yang dipakai untuk penundaan Musorkablub dan verifikasi apa yang kurang dari masing-masing cabor pengusung,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Sementara itu, Tim 9 sebagai koordinator cabor pengusung Musorkablub akhirnya memilih menunda menggelar Musorkablub yang seharusnya diagendakan kemarin (18/5) di sebuah rumah makan di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Walau begitu, rapat tersebut tetap dilaksanakan, tapi diganti dengan rapat konsolidasi persiapan Porprov, bukan Musorkablub.

Dalam rapat yang dihadiri utusan cabor tersebut, mereka tampak kompak mengenakan pakaian berwarna merah. Pesertanya pun bertambah. Jika pertemuan sebelum Lebaran terdapat 31 cabor yang hadir, kini bertambah dua lagi, sehingga menjadi 33 cabor. Cabor-cabor inilah yang mendukung Tim 9 untuk menyelenggarakan Musorkablub.

Ketua Tim 9 Djatmiko mengatakan, dalam perjalanannya, Musorkablub telah sampai titik akhir yang seharusnya digelar 18 Mei, kemarin. Dia menganggap, tahapan Musorkablub sudah sesuai dengan AD/ART. “Mulai dari memasukkan surat mosi tidak percaya ke pengurus KONI Jember,” terangnya.

Setelah itu, dalam AD/ART KONI juga menjelaskan, selama 30 hari sejak usulan itu dilayangkan, yang harus menggelar Musorkablub adalah KONI Jember. Namun, selama tenggat waktu itu tidak kunjung digelar Musorkablub, maka kubu pengusung disebutnya boleh menggelar Musorkablub. “Tim 9 juga telah menyebar undangan sesuai kewajiban 14 hari sebelum pelaksanaan,” tuturnya.

Namun, pada Senin 17 Mei kemarin, turun surat dari KONI Jatim. Isinya, agar Musorkablub tidak dilaksanakan sampai KONI Jatim mempelajari secara cermat tentang perlu tidaknya usulan tersebut. Awalnya, Tim 9 dan cabor pengusung tetap bersikukuh ingin lanjut Musorkablub karena sesuai AD/ART. Namun, setelah meminta petunjuk bupati, diminta agar menghormati surat dari KONI Jatim. “Jadi, kami menghormati dan patuh untuk menunda Musorkablub,” jelasnya.

Namun, kata dia, pihaknya juga mengambil sikap terkait surat dari KONI Jatim tersebut. Yaitu balas melayangkan surat ke KONI Jatim. “Teman-teman cabor ambil sikap sesuai prosedur dengan memberikan surat balasan. Yaitu dasar yang dipakai untuk penundaan Musorkablub dan verifikasi apa yang kurang dari masing-masing cabor pengusung,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Sementara itu, Tim 9 sebagai koordinator cabor pengusung Musorkablub akhirnya memilih menunda menggelar Musorkablub yang seharusnya diagendakan kemarin (18/5) di sebuah rumah makan di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Walau begitu, rapat tersebut tetap dilaksanakan, tapi diganti dengan rapat konsolidasi persiapan Porprov, bukan Musorkablub.

Dalam rapat yang dihadiri utusan cabor tersebut, mereka tampak kompak mengenakan pakaian berwarna merah. Pesertanya pun bertambah. Jika pertemuan sebelum Lebaran terdapat 31 cabor yang hadir, kini bertambah dua lagi, sehingga menjadi 33 cabor. Cabor-cabor inilah yang mendukung Tim 9 untuk menyelenggarakan Musorkablub.

Ketua Tim 9 Djatmiko mengatakan, dalam perjalanannya, Musorkablub telah sampai titik akhir yang seharusnya digelar 18 Mei, kemarin. Dia menganggap, tahapan Musorkablub sudah sesuai dengan AD/ART. “Mulai dari memasukkan surat mosi tidak percaya ke pengurus KONI Jember,” terangnya.

Setelah itu, dalam AD/ART KONI juga menjelaskan, selama 30 hari sejak usulan itu dilayangkan, yang harus menggelar Musorkablub adalah KONI Jember. Namun, selama tenggat waktu itu tidak kunjung digelar Musorkablub, maka kubu pengusung disebutnya boleh menggelar Musorkablub. “Tim 9 juga telah menyebar undangan sesuai kewajiban 14 hari sebelum pelaksanaan,” tuturnya.

Namun, pada Senin 17 Mei kemarin, turun surat dari KONI Jatim. Isinya, agar Musorkablub tidak dilaksanakan sampai KONI Jatim mempelajari secara cermat tentang perlu tidaknya usulan tersebut. Awalnya, Tim 9 dan cabor pengusung tetap bersikukuh ingin lanjut Musorkablub karena sesuai AD/ART. Namun, setelah meminta petunjuk bupati, diminta agar menghormati surat dari KONI Jatim. “Jadi, kami menghormati dan patuh untuk menunda Musorkablub,” jelasnya.

Namun, kata dia, pihaknya juga mengambil sikap terkait surat dari KONI Jatim tersebut. Yaitu balas melayangkan surat ke KONI Jatim. “Teman-teman cabor ambil sikap sesuai prosedur dengan memberikan surat balasan. Yaitu dasar yang dipakai untuk penundaan Musorkablub dan verifikasi apa yang kurang dari masing-masing cabor pengusung,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/