alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Dispora sampai Turun Gunung

Hormati KONI Jatim, Tim 9 Akhirnya Menunda Musorkablub

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember sampai turun gunung untuk menengahi konflik yang terjadi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Selain hadir di tengah agenda konsolidasi Tim 9 bersama cabang olahraga (cabor) pengusung Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), kemarin (18/5), di hari yang sama, Plt Kepala Dispora Jember M Yusuf juga bertemu dengan Ketua KONI Jember Abdul Haris Alfianto alias Alfin.

Yusuf mengaku, kehadirannya di tengah agenda Tim 9 yang dihadiri 33 cabor tersebut karena ditugasi oleh Bupati Jember. Dia mengatakan, dalam persoalan KONI Jember hendaknya melihat KONI secara utuh. Apalagi, juga ada agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII yang berlangsung pada 2022 mendatang. Dan Jember menjadi salah satu tuan rumah. “Harusnya sekarang tim Porprov serta kontingen sudah jadi. Dan latihan sudah terus-menerus dilakukan,” ucapnya.

Menurut dia, banyak agenda yang tidak bisa disusun oleh Dispora dalam menyongsong Porprov. Meski penyelenggara Porprov adalah Pemerintah Provinsi Jatim dan secara teknis dilaksanakan KONI Jatim, namun Jember tetap “ketiban sampur” karena menjadi tuan rumah. Terlebih, Dispora adalah mitra yang tidak terpisahkan dengan KONI. Karenanya, dirinya tidak bisa bekerja sendiri. Inilah yang sekarang menjadi problem, karena di internal KONI masih terjadi gejolak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yusuf mengakui, sebelum datang ke acara Tim 9, dirinya juga telah melakukan pertemuan dengan Alfin, Ketua KONI Jember. “Saya undang, tapi di tempat lain. Bukan ke kantor. Intinya agar legawa dengan Musorkablub. Dan beliau jawabannya masih istikharah,” paparnya.

Yusuf melakukan itu semata-mata ingin bergerak cepat agar persoalan KONI Jember tersebut cepat selesai. “Walau tidak diperintah bupati, namun sebagai Kepala Dispora, siapa pun itu akan melakukan. Baik komunikasi dengan atlet, cabor, maupun KONI,” terangnya.

Terpisah, Alfin mengatakan, dirinya memang telah bertemu dengan Dispora Jember. “Tadi pagi (kemarin pagi, Red) pukul sembilan bertemu dengan Kadispora,” terangnya. Namun, dia membantah keterangan Yusuf bahwa dirinya akan istikharah atas permintaan pengunduran diri tersebut. “Tidak ada istikharah. Saya selalu KONI, hanya berbicara bagaimana Porprov sukses. Itu saja,” ungkapnya.

Secara legalitas, Alfin masih menjadi Ketua KONI Jember sampai 2022 mendatang. Dan periode ini yang dipertahankan olehnya. “Kalau setelah 2022, silakan diganti. Kalau tahun depan mau calonkan lagi, itu juga hak saya,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, selain membicarakan persiapan dan menyukseskan Porprov 2022, juga ada rencana dirinya membuat sekretariat bersama antara Dispora dan KONI Jember. “Jadi, ditaruh petugas dari KONI maupun Dispora. Untuk melayani cabor-cabor agar tidak ewuh-pakewuh,” tuturnya.

Alfin tetap bersikukuh bahwa surat KONI Jatim itu isinya menolak Musorkablub. Menurutnya, pihak KONI Jatim mempelajari secara cermat dan menyimpulkan perlu tidaknya dilaksanakan usulan Musorkablub. Sehingga Musorkablub yang diusulkan oleh Tim 9 tidak boleh dilaksanakan. “Dalam surat KONI Jatim sudah jelas, bahwa Musorkablub bukan ditunda pelaksanaannya, tapi ditolak. Jadi, tidak ada lagi agenda-agenda untuk Musorkablub. Kepengurusan KONI yang sekarang tetap berlanjut sampai 2022,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris KONI Jatim Suwanto yang juga menandatangani surat yang dimaksud, kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, surat itu bukan melarang digelarnya Musorkablub. Melainkan agar dilakukan penundaan. Lantaran KONI Jatim masih perlu waktu untuk mencermati surat usulan Musorkablub tersebut. Untuk kapan selesainya, Suwanto menyatakan, akan cepatnya. “Cepat-cepatnya. Paling tidak satu mingguan,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember sampai turun gunung untuk menengahi konflik yang terjadi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Selain hadir di tengah agenda konsolidasi Tim 9 bersama cabang olahraga (cabor) pengusung Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), kemarin (18/5), di hari yang sama, Plt Kepala Dispora Jember M Yusuf juga bertemu dengan Ketua KONI Jember Abdul Haris Alfianto alias Alfin.

Yusuf mengaku, kehadirannya di tengah agenda Tim 9 yang dihadiri 33 cabor tersebut karena ditugasi oleh Bupati Jember. Dia mengatakan, dalam persoalan KONI Jember hendaknya melihat KONI secara utuh. Apalagi, juga ada agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII yang berlangsung pada 2022 mendatang. Dan Jember menjadi salah satu tuan rumah. “Harusnya sekarang tim Porprov serta kontingen sudah jadi. Dan latihan sudah terus-menerus dilakukan,” ucapnya.

Menurut dia, banyak agenda yang tidak bisa disusun oleh Dispora dalam menyongsong Porprov. Meski penyelenggara Porprov adalah Pemerintah Provinsi Jatim dan secara teknis dilaksanakan KONI Jatim, namun Jember tetap “ketiban sampur” karena menjadi tuan rumah. Terlebih, Dispora adalah mitra yang tidak terpisahkan dengan KONI. Karenanya, dirinya tidak bisa bekerja sendiri. Inilah yang sekarang menjadi problem, karena di internal KONI masih terjadi gejolak.

Yusuf mengakui, sebelum datang ke acara Tim 9, dirinya juga telah melakukan pertemuan dengan Alfin, Ketua KONI Jember. “Saya undang, tapi di tempat lain. Bukan ke kantor. Intinya agar legawa dengan Musorkablub. Dan beliau jawabannya masih istikharah,” paparnya.

Yusuf melakukan itu semata-mata ingin bergerak cepat agar persoalan KONI Jember tersebut cepat selesai. “Walau tidak diperintah bupati, namun sebagai Kepala Dispora, siapa pun itu akan melakukan. Baik komunikasi dengan atlet, cabor, maupun KONI,” terangnya.

Terpisah, Alfin mengatakan, dirinya memang telah bertemu dengan Dispora Jember. “Tadi pagi (kemarin pagi, Red) pukul sembilan bertemu dengan Kadispora,” terangnya. Namun, dia membantah keterangan Yusuf bahwa dirinya akan istikharah atas permintaan pengunduran diri tersebut. “Tidak ada istikharah. Saya selalu KONI, hanya berbicara bagaimana Porprov sukses. Itu saja,” ungkapnya.

Secara legalitas, Alfin masih menjadi Ketua KONI Jember sampai 2022 mendatang. Dan periode ini yang dipertahankan olehnya. “Kalau setelah 2022, silakan diganti. Kalau tahun depan mau calonkan lagi, itu juga hak saya,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, selain membicarakan persiapan dan menyukseskan Porprov 2022, juga ada rencana dirinya membuat sekretariat bersama antara Dispora dan KONI Jember. “Jadi, ditaruh petugas dari KONI maupun Dispora. Untuk melayani cabor-cabor agar tidak ewuh-pakewuh,” tuturnya.

Alfin tetap bersikukuh bahwa surat KONI Jatim itu isinya menolak Musorkablub. Menurutnya, pihak KONI Jatim mempelajari secara cermat dan menyimpulkan perlu tidaknya dilaksanakan usulan Musorkablub. Sehingga Musorkablub yang diusulkan oleh Tim 9 tidak boleh dilaksanakan. “Dalam surat KONI Jatim sudah jelas, bahwa Musorkablub bukan ditunda pelaksanaannya, tapi ditolak. Jadi, tidak ada lagi agenda-agenda untuk Musorkablub. Kepengurusan KONI yang sekarang tetap berlanjut sampai 2022,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris KONI Jatim Suwanto yang juga menandatangani surat yang dimaksud, kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, surat itu bukan melarang digelarnya Musorkablub. Melainkan agar dilakukan penundaan. Lantaran KONI Jatim masih perlu waktu untuk mencermati surat usulan Musorkablub tersebut. Untuk kapan selesainya, Suwanto menyatakan, akan cepatnya. “Cepat-cepatnya. Paling tidak satu mingguan,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember sampai turun gunung untuk menengahi konflik yang terjadi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Selain hadir di tengah agenda konsolidasi Tim 9 bersama cabang olahraga (cabor) pengusung Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), kemarin (18/5), di hari yang sama, Plt Kepala Dispora Jember M Yusuf juga bertemu dengan Ketua KONI Jember Abdul Haris Alfianto alias Alfin.

Yusuf mengaku, kehadirannya di tengah agenda Tim 9 yang dihadiri 33 cabor tersebut karena ditugasi oleh Bupati Jember. Dia mengatakan, dalam persoalan KONI Jember hendaknya melihat KONI secara utuh. Apalagi, juga ada agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII yang berlangsung pada 2022 mendatang. Dan Jember menjadi salah satu tuan rumah. “Harusnya sekarang tim Porprov serta kontingen sudah jadi. Dan latihan sudah terus-menerus dilakukan,” ucapnya.

Menurut dia, banyak agenda yang tidak bisa disusun oleh Dispora dalam menyongsong Porprov. Meski penyelenggara Porprov adalah Pemerintah Provinsi Jatim dan secara teknis dilaksanakan KONI Jatim, namun Jember tetap “ketiban sampur” karena menjadi tuan rumah. Terlebih, Dispora adalah mitra yang tidak terpisahkan dengan KONI. Karenanya, dirinya tidak bisa bekerja sendiri. Inilah yang sekarang menjadi problem, karena di internal KONI masih terjadi gejolak.

Yusuf mengakui, sebelum datang ke acara Tim 9, dirinya juga telah melakukan pertemuan dengan Alfin, Ketua KONI Jember. “Saya undang, tapi di tempat lain. Bukan ke kantor. Intinya agar legawa dengan Musorkablub. Dan beliau jawabannya masih istikharah,” paparnya.

Yusuf melakukan itu semata-mata ingin bergerak cepat agar persoalan KONI Jember tersebut cepat selesai. “Walau tidak diperintah bupati, namun sebagai Kepala Dispora, siapa pun itu akan melakukan. Baik komunikasi dengan atlet, cabor, maupun KONI,” terangnya.

Terpisah, Alfin mengatakan, dirinya memang telah bertemu dengan Dispora Jember. “Tadi pagi (kemarin pagi, Red) pukul sembilan bertemu dengan Kadispora,” terangnya. Namun, dia membantah keterangan Yusuf bahwa dirinya akan istikharah atas permintaan pengunduran diri tersebut. “Tidak ada istikharah. Saya selalu KONI, hanya berbicara bagaimana Porprov sukses. Itu saja,” ungkapnya.

Secara legalitas, Alfin masih menjadi Ketua KONI Jember sampai 2022 mendatang. Dan periode ini yang dipertahankan olehnya. “Kalau setelah 2022, silakan diganti. Kalau tahun depan mau calonkan lagi, itu juga hak saya,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, selain membicarakan persiapan dan menyukseskan Porprov 2022, juga ada rencana dirinya membuat sekretariat bersama antara Dispora dan KONI Jember. “Jadi, ditaruh petugas dari KONI maupun Dispora. Untuk melayani cabor-cabor agar tidak ewuh-pakewuh,” tuturnya.

Alfin tetap bersikukuh bahwa surat KONI Jatim itu isinya menolak Musorkablub. Menurutnya, pihak KONI Jatim mempelajari secara cermat dan menyimpulkan perlu tidaknya dilaksanakan usulan Musorkablub. Sehingga Musorkablub yang diusulkan oleh Tim 9 tidak boleh dilaksanakan. “Dalam surat KONI Jatim sudah jelas, bahwa Musorkablub bukan ditunda pelaksanaannya, tapi ditolak. Jadi, tidak ada lagi agenda-agenda untuk Musorkablub. Kepengurusan KONI yang sekarang tetap berlanjut sampai 2022,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris KONI Jatim Suwanto yang juga menandatangani surat yang dimaksud, kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, surat itu bukan melarang digelarnya Musorkablub. Melainkan agar dilakukan penundaan. Lantaran KONI Jatim masih perlu waktu untuk mencermati surat usulan Musorkablub tersebut. Untuk kapan selesainya, Suwanto menyatakan, akan cepatnya. “Cepat-cepatnya. Paling tidak satu mingguan,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/