30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Merawat Pelanggan dan Bentuk Syukur

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID- Berbagai ritual dan tradisi di Indonesia menjelang lebaran sudah mulai tampak. Salah satunya tradisi sedekah toko. Mendekati Idul Fitri, tradisi memberi bingkisan dari pemilik toko kepada pelanggan tersebut mulai marak. Para pedagang seolah berlomba-lomba memberi bingkisan ke konsumen mereka.

Indah (50), pedagang kebutuhan pokok di Pasar Tanjung membenarkan tradisi tersebut. Menurutnya, tradisi yang telah berjalan lama itu tak hanya bertujuan merawat pelanggan, tapi juga dianggap sebagai penangkal keburukan, serta rasa syukur.

“Ada sirup, minyak goreng, gula, kopi, dan banyak lagi,” jelasnya terkait isi bingkisan. Sekilas, bentuk sedekah toko itu seperti parsel, tapi terbungkus kantong plastik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Indah mengaku, tak semua konsumen diberi bingkisan sedekah toko. Tapi untuk beberapa konsumen yang sudah berlangganan atau pelanggan setia saja. Dia menjelaskan, tradisini ini sudah lama dilakukan.

Tak hanya pada pelanggan setia, kadang antar toko juga melakukan hal serupa. “Kalau ditanya ruginya ya tidak bisa. Soalnya ini rasa ucap syukur. Meski banyak atau sedikit rezeki yang diterima,” ujarnya. (*)

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID- Berbagai ritual dan tradisi di Indonesia menjelang lebaran sudah mulai tampak. Salah satunya tradisi sedekah toko. Mendekati Idul Fitri, tradisi memberi bingkisan dari pemilik toko kepada pelanggan tersebut mulai marak. Para pedagang seolah berlomba-lomba memberi bingkisan ke konsumen mereka.

Indah (50), pedagang kebutuhan pokok di Pasar Tanjung membenarkan tradisi tersebut. Menurutnya, tradisi yang telah berjalan lama itu tak hanya bertujuan merawat pelanggan, tapi juga dianggap sebagai penangkal keburukan, serta rasa syukur.

“Ada sirup, minyak goreng, gula, kopi, dan banyak lagi,” jelasnya terkait isi bingkisan. Sekilas, bentuk sedekah toko itu seperti parsel, tapi terbungkus kantong plastik.

Indah mengaku, tak semua konsumen diberi bingkisan sedekah toko. Tapi untuk beberapa konsumen yang sudah berlangganan atau pelanggan setia saja. Dia menjelaskan, tradisini ini sudah lama dilakukan.

Tak hanya pada pelanggan setia, kadang antar toko juga melakukan hal serupa. “Kalau ditanya ruginya ya tidak bisa. Soalnya ini rasa ucap syukur. Meski banyak atau sedikit rezeki yang diterima,” ujarnya. (*)

RADARJEMBER.ID- Berbagai ritual dan tradisi di Indonesia menjelang lebaran sudah mulai tampak. Salah satunya tradisi sedekah toko. Mendekati Idul Fitri, tradisi memberi bingkisan dari pemilik toko kepada pelanggan tersebut mulai marak. Para pedagang seolah berlomba-lomba memberi bingkisan ke konsumen mereka.

Indah (50), pedagang kebutuhan pokok di Pasar Tanjung membenarkan tradisi tersebut. Menurutnya, tradisi yang telah berjalan lama itu tak hanya bertujuan merawat pelanggan, tapi juga dianggap sebagai penangkal keburukan, serta rasa syukur.

“Ada sirup, minyak goreng, gula, kopi, dan banyak lagi,” jelasnya terkait isi bingkisan. Sekilas, bentuk sedekah toko itu seperti parsel, tapi terbungkus kantong plastik.

Indah mengaku, tak semua konsumen diberi bingkisan sedekah toko. Tapi untuk beberapa konsumen yang sudah berlangganan atau pelanggan setia saja. Dia menjelaskan, tradisini ini sudah lama dilakukan.

Tak hanya pada pelanggan setia, kadang antar toko juga melakukan hal serupa. “Kalau ditanya ruginya ya tidak bisa. Soalnya ini rasa ucap syukur. Meski banyak atau sedikit rezeki yang diterima,” ujarnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/