alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Banyak Kasus Kekerasan dan Pelecehan tapi Minim Laporan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aplikasi berbasis laporan One Touch Service (OTS) yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember bertujuan untuk menampung laporan kekerasan perempuan dan anak masih belum maksimal. Sebab, dari sekian banyak kasus yang ditemukan, hanya segelintir yang melapor lewat aplikasi OTS.

Baca Juga : Pelecehan Verbal Berkedok Gurauan

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DP3AKB Jember Poedjo Boedi Santoso mengatakan, OTS bisa diakses untuk pelaporan tindak kekerasan perempuan dan anak. “Di OTS itu ada semacam kuesioner yang harus diisi oleh pelapor. Selanjutnya, laporan yang masuk akan diterima UPTD PPA,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam aplikasi tersebut, diketahui dari UPTD PPA, per 18 April 2022, hanya ada tiga laporan kasus kekerasan perempuan dan sembilan kekerasan anak. Kekerasan perempuan ini meliputi psikis, seksual, dan penelantaran. Sedangkan kasus pada anak didominasi pelecehan seksual dan satu kasus penelantaran.

Dia menambahkan, laporan yang masuk pada OTS memang terbilang sedikit. Hal ini karena masyarakat belum familier dengan aplikasi tersebut. “Banyak yang melapor melalui WhatsApp dan datang ke sini langsung,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aplikasi berbasis laporan One Touch Service (OTS) yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember bertujuan untuk menampung laporan kekerasan perempuan dan anak masih belum maksimal. Sebab, dari sekian banyak kasus yang ditemukan, hanya segelintir yang melapor lewat aplikasi OTS.

Baca Juga : Pelecehan Verbal Berkedok Gurauan

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DP3AKB Jember Poedjo Boedi Santoso mengatakan, OTS bisa diakses untuk pelaporan tindak kekerasan perempuan dan anak. “Di OTS itu ada semacam kuesioner yang harus diisi oleh pelapor. Selanjutnya, laporan yang masuk akan diterima UPTD PPA,” ucapnya.

Dalam aplikasi tersebut, diketahui dari UPTD PPA, per 18 April 2022, hanya ada tiga laporan kasus kekerasan perempuan dan sembilan kekerasan anak. Kekerasan perempuan ini meliputi psikis, seksual, dan penelantaran. Sedangkan kasus pada anak didominasi pelecehan seksual dan satu kasus penelantaran.

Dia menambahkan, laporan yang masuk pada OTS memang terbilang sedikit. Hal ini karena masyarakat belum familier dengan aplikasi tersebut. “Banyak yang melapor melalui WhatsApp dan datang ke sini langsung,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aplikasi berbasis laporan One Touch Service (OTS) yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember bertujuan untuk menampung laporan kekerasan perempuan dan anak masih belum maksimal. Sebab, dari sekian banyak kasus yang ditemukan, hanya segelintir yang melapor lewat aplikasi OTS.

Baca Juga : Pelecehan Verbal Berkedok Gurauan

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DP3AKB Jember Poedjo Boedi Santoso mengatakan, OTS bisa diakses untuk pelaporan tindak kekerasan perempuan dan anak. “Di OTS itu ada semacam kuesioner yang harus diisi oleh pelapor. Selanjutnya, laporan yang masuk akan diterima UPTD PPA,” ucapnya.

Dalam aplikasi tersebut, diketahui dari UPTD PPA, per 18 April 2022, hanya ada tiga laporan kasus kekerasan perempuan dan sembilan kekerasan anak. Kekerasan perempuan ini meliputi psikis, seksual, dan penelantaran. Sedangkan kasus pada anak didominasi pelecehan seksual dan satu kasus penelantaran.

Dia menambahkan, laporan yang masuk pada OTS memang terbilang sedikit. Hal ini karena masyarakat belum familier dengan aplikasi tersebut. “Banyak yang melapor melalui WhatsApp dan datang ke sini langsung,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/