alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Harga Tak Menentu, Waspadai Minyak Goreng!

-Acara J-HUR, Eceran Rp 14 Ribu Stok Terbatas

-Pemkab Tegaskan Jangan Timbun Minyak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minyak goreng kemasan dengan segala merek, seharian kemarin, mengalami perubahan harga yang berbeda-beda. Bukan hanya terjadi di Kota Suwar-Suwir, melainkan se-Tapal Kuda, Jawa Timur, bahkan se-Indonesia. Namun demikian, harga di Jember masih menempati posisi termurah dibandingkan kabupaten tetangga terdekat, seperti Banyuwangi, Bondowoso, dan Lumajang.

Baca Juga : Minyak Goreng Kemasan di Lumajang Tembus Rp 25 Ribu per Liter

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Jember adalah melakukan penetrasi dan relaksasi harga minyak kemasan di pasar-pasar. Giat rutin Jember Hadir untuk Rakyat (J-HUR) yang dilakukan Bupati Jember Hendy Siswanto juga tak lepas dari upaya mengantisipasi kelangkaan minyak. Dalam acara J-HUR di Kecamatan Wuluhan, kemarin, pun digelar bazar minyak untuk warga di sekitar Wuluhan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada kesempatan itu, bazar minyak menggandeng perusahaan. Di bazar Wuluhan kemarin, minyak kemasan satu liter dijual dengan harga Rp 28 ribu per dua liter atau Rp 14 ribu per liter. Namun demikian, stok yang disediakan terbatas.

Mengenai minyak goreng, Bupati Hendy Siswanto kerap menyampaikan agar tidak ada distributor, toko, atau siapa pun yang melakukan penimbunan. Bahkan, bupati juga sempat melakukan sidak di beberapa lokasi agar di Jember tidak terjadi kelangkaan minyak. “Jangan ada yang menimbun minyak,” tegas Bupati Jember.

Pria yang datang ke Wuluhan bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut menyatakan, minyak goreng tetap menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Warga pun diharapkan agar tidak boros dalam penggunaan minyak goreng.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minyak goreng kemasan dengan segala merek, seharian kemarin, mengalami perubahan harga yang berbeda-beda. Bukan hanya terjadi di Kota Suwar-Suwir, melainkan se-Tapal Kuda, Jawa Timur, bahkan se-Indonesia. Namun demikian, harga di Jember masih menempati posisi termurah dibandingkan kabupaten tetangga terdekat, seperti Banyuwangi, Bondowoso, dan Lumajang.

Baca Juga : Minyak Goreng Kemasan di Lumajang Tembus Rp 25 Ribu per Liter

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Jember adalah melakukan penetrasi dan relaksasi harga minyak kemasan di pasar-pasar. Giat rutin Jember Hadir untuk Rakyat (J-HUR) yang dilakukan Bupati Jember Hendy Siswanto juga tak lepas dari upaya mengantisipasi kelangkaan minyak. Dalam acara J-HUR di Kecamatan Wuluhan, kemarin, pun digelar bazar minyak untuk warga di sekitar Wuluhan.

Pada kesempatan itu, bazar minyak menggandeng perusahaan. Di bazar Wuluhan kemarin, minyak kemasan satu liter dijual dengan harga Rp 28 ribu per dua liter atau Rp 14 ribu per liter. Namun demikian, stok yang disediakan terbatas.

Mengenai minyak goreng, Bupati Hendy Siswanto kerap menyampaikan agar tidak ada distributor, toko, atau siapa pun yang melakukan penimbunan. Bahkan, bupati juga sempat melakukan sidak di beberapa lokasi agar di Jember tidak terjadi kelangkaan minyak. “Jangan ada yang menimbun minyak,” tegas Bupati Jember.

Pria yang datang ke Wuluhan bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut menyatakan, minyak goreng tetap menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Warga pun diharapkan agar tidak boros dalam penggunaan minyak goreng.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minyak goreng kemasan dengan segala merek, seharian kemarin, mengalami perubahan harga yang berbeda-beda. Bukan hanya terjadi di Kota Suwar-Suwir, melainkan se-Tapal Kuda, Jawa Timur, bahkan se-Indonesia. Namun demikian, harga di Jember masih menempati posisi termurah dibandingkan kabupaten tetangga terdekat, seperti Banyuwangi, Bondowoso, dan Lumajang.

Baca Juga : Minyak Goreng Kemasan di Lumajang Tembus Rp 25 Ribu per Liter

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Jember adalah melakukan penetrasi dan relaksasi harga minyak kemasan di pasar-pasar. Giat rutin Jember Hadir untuk Rakyat (J-HUR) yang dilakukan Bupati Jember Hendy Siswanto juga tak lepas dari upaya mengantisipasi kelangkaan minyak. Dalam acara J-HUR di Kecamatan Wuluhan, kemarin, pun digelar bazar minyak untuk warga di sekitar Wuluhan.

Pada kesempatan itu, bazar minyak menggandeng perusahaan. Di bazar Wuluhan kemarin, minyak kemasan satu liter dijual dengan harga Rp 28 ribu per dua liter atau Rp 14 ribu per liter. Namun demikian, stok yang disediakan terbatas.

Mengenai minyak goreng, Bupati Hendy Siswanto kerap menyampaikan agar tidak ada distributor, toko, atau siapa pun yang melakukan penimbunan. Bahkan, bupati juga sempat melakukan sidak di beberapa lokasi agar di Jember tidak terjadi kelangkaan minyak. “Jangan ada yang menimbun minyak,” tegas Bupati Jember.

Pria yang datang ke Wuluhan bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut menyatakan, minyak goreng tetap menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Warga pun diharapkan agar tidak boros dalam penggunaan minyak goreng.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/