alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Raung Semburkan Abu Vulkanis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Gunung Raung kembali menunjukkan aktivitas vulkanis, kemarin (18/2). Semburan abu vulkanis tersebut terlihat cukup jelas sejak pagi. Sebelumnya, erupsi kecil juga terjadi pada Rabu (20/1) lalu. Peristiwa ini membuat status Gunung Raung naik, dari level 1 atau normal menjadi level II atau waspada.

Jumari, warga Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, mengatakan, semburan abu tersebut terlihat jelas. Kata dia, yang keluar abu berwarna agak kehitaman dari pucuk gunung yang berada di perbatasan Bondowoso dengan Banyuwangi itu.

Awalnya, pria 45 tahun ini menuturkan, awan yang menutupi langit di desanya lantaran cuaca mendung. Namun setelah diamati, ternyata kondisi itu akibat abu vulkanis yang keluar dari Gunung Raung. “Kalau siang yang keluar asap tebal dari atas gunung. Kalau malam, terdengar suara gemuruh meski tidak terlalu lantang,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebenarnya, Jumari mengungkapkan, wilayah ujung Jember bagian timur, tepatnya di Kecamatan Ledokombo ini, juga tidak terpengaruh dengan suara gemuruh tersebut. Sebab, di sisi barat Gunung Raung itu masih ada gunung lagi. Warga yang tinggal di sana pun tidak terpengaruh. Sebab, jarak dari desanya masih jauh dengan gunung, sehingga masih aman. “Bahkan, sejak beredar foto dan video yang viral di media sosial tentang kondisi Gunung Raung, juga tidak pengaruh,” katanya.

Meski semburan abu vulkanis itu sangat jelas, tapi beberapa desa di Jember tidak terimbas. Sebab, angin berembus ke arah utara dan timur. Namun, pengendara motor tetap diminta mengenakan helm yang terpasang kaca pelindung. “Karena kalau naik motor, mata agak terasa perih,” tutur Jumari.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Gunung Raung kembali menunjukkan aktivitas vulkanis, kemarin (18/2). Semburan abu vulkanis tersebut terlihat cukup jelas sejak pagi. Sebelumnya, erupsi kecil juga terjadi pada Rabu (20/1) lalu. Peristiwa ini membuat status Gunung Raung naik, dari level 1 atau normal menjadi level II atau waspada.

Jumari, warga Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, mengatakan, semburan abu tersebut terlihat jelas. Kata dia, yang keluar abu berwarna agak kehitaman dari pucuk gunung yang berada di perbatasan Bondowoso dengan Banyuwangi itu.

Awalnya, pria 45 tahun ini menuturkan, awan yang menutupi langit di desanya lantaran cuaca mendung. Namun setelah diamati, ternyata kondisi itu akibat abu vulkanis yang keluar dari Gunung Raung. “Kalau siang yang keluar asap tebal dari atas gunung. Kalau malam, terdengar suara gemuruh meski tidak terlalu lantang,” ucapnya.

Sebenarnya, Jumari mengungkapkan, wilayah ujung Jember bagian timur, tepatnya di Kecamatan Ledokombo ini, juga tidak terpengaruh dengan suara gemuruh tersebut. Sebab, di sisi barat Gunung Raung itu masih ada gunung lagi. Warga yang tinggal di sana pun tidak terpengaruh. Sebab, jarak dari desanya masih jauh dengan gunung, sehingga masih aman. “Bahkan, sejak beredar foto dan video yang viral di media sosial tentang kondisi Gunung Raung, juga tidak pengaruh,” katanya.

Meski semburan abu vulkanis itu sangat jelas, tapi beberapa desa di Jember tidak terimbas. Sebab, angin berembus ke arah utara dan timur. Namun, pengendara motor tetap diminta mengenakan helm yang terpasang kaca pelindung. “Karena kalau naik motor, mata agak terasa perih,” tutur Jumari.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Gunung Raung kembali menunjukkan aktivitas vulkanis, kemarin (18/2). Semburan abu vulkanis tersebut terlihat cukup jelas sejak pagi. Sebelumnya, erupsi kecil juga terjadi pada Rabu (20/1) lalu. Peristiwa ini membuat status Gunung Raung naik, dari level 1 atau normal menjadi level II atau waspada.

Jumari, warga Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, mengatakan, semburan abu tersebut terlihat jelas. Kata dia, yang keluar abu berwarna agak kehitaman dari pucuk gunung yang berada di perbatasan Bondowoso dengan Banyuwangi itu.

Awalnya, pria 45 tahun ini menuturkan, awan yang menutupi langit di desanya lantaran cuaca mendung. Namun setelah diamati, ternyata kondisi itu akibat abu vulkanis yang keluar dari Gunung Raung. “Kalau siang yang keluar asap tebal dari atas gunung. Kalau malam, terdengar suara gemuruh meski tidak terlalu lantang,” ucapnya.

Sebenarnya, Jumari mengungkapkan, wilayah ujung Jember bagian timur, tepatnya di Kecamatan Ledokombo ini, juga tidak terpengaruh dengan suara gemuruh tersebut. Sebab, di sisi barat Gunung Raung itu masih ada gunung lagi. Warga yang tinggal di sana pun tidak terpengaruh. Sebab, jarak dari desanya masih jauh dengan gunung, sehingga masih aman. “Bahkan, sejak beredar foto dan video yang viral di media sosial tentang kondisi Gunung Raung, juga tidak pengaruh,” katanya.

Meski semburan abu vulkanis itu sangat jelas, tapi beberapa desa di Jember tidak terimbas. Sebab, angin berembus ke arah utara dan timur. Namun, pengendara motor tetap diminta mengenakan helm yang terpasang kaca pelindung. “Karena kalau naik motor, mata agak terasa perih,” tutur Jumari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/