alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

 Giliran Saksi dari Inspektorat

Mobile_AP_Rectangle 1

Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman pun pernah geram dan marah saat agenda pemeriksaan saksi. Itu terjadi dalam pemeriksaan saksi pada tanggal 9 Januari lalu. JPU Kejari Jember mendatangkan empat orang ASN Pemkab Jember sidang saksi tersebut. Yaitu Achmad Imam Fauzi, Danang Andriasmara, Cuncun Siswoyo, dan Nurul Hadi.

Fakta persidangan, saksi seakan membiarkan pengawasan proyek RTLH itu tidak sesuai dengan penerima bantuan. Apalagi, ketidaksesuaian tersebut lolos karena tim verifikator tak terjun langsung ke lapangan. “Kalian itu seharusnya bisa kerja lah. Jangan dibiarkan seperti itu karena kerugiannya tidak sedikit dalam proyek tersebut,” ujar Dede saat persidangan. Bahkan, Dede mencecar pertanyaan pada saksi Cuncun dan Danang. “Kamu tugasnya apa? Tidak cek apa pun di lapangan?” tanya Dede.

Sekadar, terdakwa Dian Lucki Puspitasari merupakan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Karangrejo. Sementara itu, M. Ridwan adalah pemilik toko penyuplai bahan bangunan untuk program rehab RTLH Pemkab Jember tahun anggaran 2017. Pihak JPU menjerat keduanya dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

- Advertisement -

Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman pun pernah geram dan marah saat agenda pemeriksaan saksi. Itu terjadi dalam pemeriksaan saksi pada tanggal 9 Januari lalu. JPU Kejari Jember mendatangkan empat orang ASN Pemkab Jember sidang saksi tersebut. Yaitu Achmad Imam Fauzi, Danang Andriasmara, Cuncun Siswoyo, dan Nurul Hadi.

Fakta persidangan, saksi seakan membiarkan pengawasan proyek RTLH itu tidak sesuai dengan penerima bantuan. Apalagi, ketidaksesuaian tersebut lolos karena tim verifikator tak terjun langsung ke lapangan. “Kalian itu seharusnya bisa kerja lah. Jangan dibiarkan seperti itu karena kerugiannya tidak sedikit dalam proyek tersebut,” ujar Dede saat persidangan. Bahkan, Dede mencecar pertanyaan pada saksi Cuncun dan Danang. “Kamu tugasnya apa? Tidak cek apa pun di lapangan?” tanya Dede.

Sekadar, terdakwa Dian Lucki Puspitasari merupakan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Karangrejo. Sementara itu, M. Ridwan adalah pemilik toko penyuplai bahan bangunan untuk program rehab RTLH Pemkab Jember tahun anggaran 2017. Pihak JPU menjerat keduanya dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman pun pernah geram dan marah saat agenda pemeriksaan saksi. Itu terjadi dalam pemeriksaan saksi pada tanggal 9 Januari lalu. JPU Kejari Jember mendatangkan empat orang ASN Pemkab Jember sidang saksi tersebut. Yaitu Achmad Imam Fauzi, Danang Andriasmara, Cuncun Siswoyo, dan Nurul Hadi.

Fakta persidangan, saksi seakan membiarkan pengawasan proyek RTLH itu tidak sesuai dengan penerima bantuan. Apalagi, ketidaksesuaian tersebut lolos karena tim verifikator tak terjun langsung ke lapangan. “Kalian itu seharusnya bisa kerja lah. Jangan dibiarkan seperti itu karena kerugiannya tidak sedikit dalam proyek tersebut,” ujar Dede saat persidangan. Bahkan, Dede mencecar pertanyaan pada saksi Cuncun dan Danang. “Kamu tugasnya apa? Tidak cek apa pun di lapangan?” tanya Dede.

Sekadar, terdakwa Dian Lucki Puspitasari merupakan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Karangrejo. Sementara itu, M. Ridwan adalah pemilik toko penyuplai bahan bangunan untuk program rehab RTLH Pemkab Jember tahun anggaran 2017. Pihak JPU menjerat keduanya dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/