alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Siswa SD Jember Pilih Selamat Ketimbang Sekolah di Wilayah Rawan Bencana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDPembelajaran tatap muka (PTM) sekolah di Jember sedianya akan dilaksanakan Januari ini. Sebenarnya, kabar ini mendapat sambutan baik dari sebagian besar wali murid sekolah di Jember. Sebab, anak-anak mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah, bukan bermain di rumah.

Namun, cerita ini berbeda bagi orang tua yang tinggal di daerah rawan bencana. Seperti para wali murid SDN Klungkung 02, Kecamatan Sukorambi Jember. Mereka mengaku agak berat jika anak-anaknya berangkat sekolah di musim cuaca ekstrem di Jember seperti sekarang ini, karena rentan terjadi banjir maupun tanah longsor.

Para orang tua khawatir jika tiba-tiba bencana melanda. Sebab, kawasan sekolah itu merupakan daerah yang rawan bencana. Utamanya banjir dan tanah longsor. “Kalau hujan, banjir seperti ini. Jadi, banyak orang tua yang khawatir anaknya masuk sekolah. Apalagi seperti sekarang banyak yang mengungsi,” ungkap Karsono, salah seorang guru SDN Klungkung 02, ketika berjaga di sekolah, kemarin (18/1).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, situasi ini lumrah terjadi setiap musim hujan, karena debit air sungai meningkat. Terlebih, siswa-siswa yang bersekolah berasal dari permukiman bagian atas kawasan perkebunan Desa Klungkung Jember. Untuk sampai di sekolah, sebagian siswa harus menempuh medan berlumpur, naik turun dan menyeberang sungai.

Karsono mengungkapkan, jumlah siswa yang bersekolah di SDN Klungkung 02 Jember hanya 21 siswa. Relatif sedikit dibandingkan sekolah tingkat SD pada umumnya. Seluruh siswanya itu terdampak banjir yang terjadi pada Senin (17/1). “Semua keluarga 21 siswa itu mengungsi,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDPembelajaran tatap muka (PTM) sekolah di Jember sedianya akan dilaksanakan Januari ini. Sebenarnya, kabar ini mendapat sambutan baik dari sebagian besar wali murid sekolah di Jember. Sebab, anak-anak mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah, bukan bermain di rumah.

Namun, cerita ini berbeda bagi orang tua yang tinggal di daerah rawan bencana. Seperti para wali murid SDN Klungkung 02, Kecamatan Sukorambi Jember. Mereka mengaku agak berat jika anak-anaknya berangkat sekolah di musim cuaca ekstrem di Jember seperti sekarang ini, karena rentan terjadi banjir maupun tanah longsor.

Para orang tua khawatir jika tiba-tiba bencana melanda. Sebab, kawasan sekolah itu merupakan daerah yang rawan bencana. Utamanya banjir dan tanah longsor. “Kalau hujan, banjir seperti ini. Jadi, banyak orang tua yang khawatir anaknya masuk sekolah. Apalagi seperti sekarang banyak yang mengungsi,” ungkap Karsono, salah seorang guru SDN Klungkung 02, ketika berjaga di sekolah, kemarin (18/1).

Menurutnya, situasi ini lumrah terjadi setiap musim hujan, karena debit air sungai meningkat. Terlebih, siswa-siswa yang bersekolah berasal dari permukiman bagian atas kawasan perkebunan Desa Klungkung Jember. Untuk sampai di sekolah, sebagian siswa harus menempuh medan berlumpur, naik turun dan menyeberang sungai.

Karsono mengungkapkan, jumlah siswa yang bersekolah di SDN Klungkung 02 Jember hanya 21 siswa. Relatif sedikit dibandingkan sekolah tingkat SD pada umumnya. Seluruh siswanya itu terdampak banjir yang terjadi pada Senin (17/1). “Semua keluarga 21 siswa itu mengungsi,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.IDPembelajaran tatap muka (PTM) sekolah di Jember sedianya akan dilaksanakan Januari ini. Sebenarnya, kabar ini mendapat sambutan baik dari sebagian besar wali murid sekolah di Jember. Sebab, anak-anak mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah, bukan bermain di rumah.

Namun, cerita ini berbeda bagi orang tua yang tinggal di daerah rawan bencana. Seperti para wali murid SDN Klungkung 02, Kecamatan Sukorambi Jember. Mereka mengaku agak berat jika anak-anaknya berangkat sekolah di musim cuaca ekstrem di Jember seperti sekarang ini, karena rentan terjadi banjir maupun tanah longsor.

Para orang tua khawatir jika tiba-tiba bencana melanda. Sebab, kawasan sekolah itu merupakan daerah yang rawan bencana. Utamanya banjir dan tanah longsor. “Kalau hujan, banjir seperti ini. Jadi, banyak orang tua yang khawatir anaknya masuk sekolah. Apalagi seperti sekarang banyak yang mengungsi,” ungkap Karsono, salah seorang guru SDN Klungkung 02, ketika berjaga di sekolah, kemarin (18/1).

Menurutnya, situasi ini lumrah terjadi setiap musim hujan, karena debit air sungai meningkat. Terlebih, siswa-siswa yang bersekolah berasal dari permukiman bagian atas kawasan perkebunan Desa Klungkung Jember. Untuk sampai di sekolah, sebagian siswa harus menempuh medan berlumpur, naik turun dan menyeberang sungai.

Karsono mengungkapkan, jumlah siswa yang bersekolah di SDN Klungkung 02 Jember hanya 21 siswa. Relatif sedikit dibandingkan sekolah tingkat SD pada umumnya. Seluruh siswanya itu terdampak banjir yang terjadi pada Senin (17/1). “Semua keluarga 21 siswa itu mengungsi,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/