alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Tak Semua Orang Boleh Divaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER. ID – Pemerintah telah mulai melakukan vaksinasi. Namun, tak semua orang nantinya boleh divaksin. Mereka adalah orang yang pernah terjangkit Covid-19 atau yang pernah kontak erat dengan pasien positif, ibu hamil (bumil) maupun ibu menyusui (busui), juga orang-orang dengan penyakit tertentu. Salah satunya adalah penderita asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Berdasar data yang dikeluarkan Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jawa Timur, ada beberapa kategori yang bakal mendapatkan vaksin pada gelombang pertama. Yakni, semua sumber daya manusia kesehatan (SDMK), berusia 18-59 tahun, sehat, dan tanpa penyakit penyerta alias komorbid, serta memiliki penyakit komorbid yang oleh tim dokter ahli yang berkompeten dinyatakan aman untuk mendapatkan vaksin jenis Sinovac.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terkait hal itu, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember Dyah Kusworini menuturkan, akan ada beberapa kelompok yang belum boleh divaksin. Hal ini sesuai surat keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19,

Di antaranya, pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ada keluarga serumah yang kontak erat dan sedang dirawat karena Covid-19, sedang mengalami gejala ISPA dalam 7 hari terakhir. Selain itu, sedang hamil atau menyusui, serta menderita berbagai penyakit seperti jantung, ginjal, diabetes melitus, dan HIV.

Lantas, kenapa orang yang pernah terkonfirmasi menderita Covid-19 belum boleh divaksin? Dokter spesialis pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi, dr Angga Mardro Raharjo menjelaskan, mereka dianggap sudah memiliki antibodi yang protektif serta terbukti sudah berhasil mengalahkan penyakit tersebut dan sembuh.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER. ID – Pemerintah telah mulai melakukan vaksinasi. Namun, tak semua orang nantinya boleh divaksin. Mereka adalah orang yang pernah terjangkit Covid-19 atau yang pernah kontak erat dengan pasien positif, ibu hamil (bumil) maupun ibu menyusui (busui), juga orang-orang dengan penyakit tertentu. Salah satunya adalah penderita asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Berdasar data yang dikeluarkan Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jawa Timur, ada beberapa kategori yang bakal mendapatkan vaksin pada gelombang pertama. Yakni, semua sumber daya manusia kesehatan (SDMK), berusia 18-59 tahun, sehat, dan tanpa penyakit penyerta alias komorbid, serta memiliki penyakit komorbid yang oleh tim dokter ahli yang berkompeten dinyatakan aman untuk mendapatkan vaksin jenis Sinovac.

Terkait hal itu, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember Dyah Kusworini menuturkan, akan ada beberapa kelompok yang belum boleh divaksin. Hal ini sesuai surat keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19,

Di antaranya, pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ada keluarga serumah yang kontak erat dan sedang dirawat karena Covid-19, sedang mengalami gejala ISPA dalam 7 hari terakhir. Selain itu, sedang hamil atau menyusui, serta menderita berbagai penyakit seperti jantung, ginjal, diabetes melitus, dan HIV.

Lantas, kenapa orang yang pernah terkonfirmasi menderita Covid-19 belum boleh divaksin? Dokter spesialis pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi, dr Angga Mardro Raharjo menjelaskan, mereka dianggap sudah memiliki antibodi yang protektif serta terbukti sudah berhasil mengalahkan penyakit tersebut dan sembuh.

JEMBER, RADARJEMBER. ID – Pemerintah telah mulai melakukan vaksinasi. Namun, tak semua orang nantinya boleh divaksin. Mereka adalah orang yang pernah terjangkit Covid-19 atau yang pernah kontak erat dengan pasien positif, ibu hamil (bumil) maupun ibu menyusui (busui), juga orang-orang dengan penyakit tertentu. Salah satunya adalah penderita asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Berdasar data yang dikeluarkan Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jawa Timur, ada beberapa kategori yang bakal mendapatkan vaksin pada gelombang pertama. Yakni, semua sumber daya manusia kesehatan (SDMK), berusia 18-59 tahun, sehat, dan tanpa penyakit penyerta alias komorbid, serta memiliki penyakit komorbid yang oleh tim dokter ahli yang berkompeten dinyatakan aman untuk mendapatkan vaksin jenis Sinovac.

Terkait hal itu, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember Dyah Kusworini menuturkan, akan ada beberapa kelompok yang belum boleh divaksin. Hal ini sesuai surat keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19,

Di antaranya, pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ada keluarga serumah yang kontak erat dan sedang dirawat karena Covid-19, sedang mengalami gejala ISPA dalam 7 hari terakhir. Selain itu, sedang hamil atau menyusui, serta menderita berbagai penyakit seperti jantung, ginjal, diabetes melitus, dan HIV.

Lantas, kenapa orang yang pernah terkonfirmasi menderita Covid-19 belum boleh divaksin? Dokter spesialis pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi, dr Angga Mardro Raharjo menjelaskan, mereka dianggap sudah memiliki antibodi yang protektif serta terbukti sudah berhasil mengalahkan penyakit tersebut dan sembuh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/