alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Pelunasan Proyek Manggisan ke Siapa?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah orang yang mengaku sebagai pemilik barang pada proyek Pasar Manggisan Tanggul harus pulang dengan tangan hampa. Ini setelah mereka mendatangi Kantor Disperindag Jember, kemarin (18/1), dalam upaya meminta kejelasan terkait pelunasan barang-barang yang telah terpasang di pasar tersebut.

Sejak pasar rakyat itu selesai dibangun, Desember 2018 lalu, pembayaran baru cair 65 persen. Sisanya belum diketahui kapan pelunasannya. Sejumlah penyuplai mengatakan, total kekurangan pelunasan yang masih tertahan mencapai Rp 450 juta. Nilai itu terdiri atas sejumlah material seperti besi, pintu harmonika, jasa pengerjaan, dan keperluan lainnya.

Para penyuplai ini menilai, Disperindag selaku yang punya ‘hajat’ terhadap proyek rehabilitasi pasar senilai Rp 7,8 miliar itu. “Kami sudah beberapa kali mengurus seperti ini. Namun, lagi-lagi tak kunjung ada kejelasan. Padahal masih 35 persen hak kami yang belum terbayarkan atas proyek itu,” beber Susanto, salah satu penyuplai material Pasar Manggisan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kedatangannya ke Disperindag Jember kemarin tidaklah sendiri. Sedikitnya, Susanto datang bersama sekitar 10 orang lainnya. Mereka bermaksud meminta kejelasan dan solusi atas tertahannya uang mereka yang belum lunas atas proyek itu. Para penyuplai yang mayoritas berasal dari luar kota ini ditemui Plt Kadisperindag Slamet Sugianto dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disperindag Eko Wahyu, yang disebut-sebut terlibat dalam penanganan proyek tersebut.

Hearing yang berlangsung sekitar setengah jam itu cukup alot dan tak membuahkan kesepakatan. Alih-alih menghasilkan jalan terang, penyuplai justru dipaksa kembali gigit jari. Pihak Disperindag meminta penyuplai untuk berkirim surat ke Pemkab Jember jika ingin mendapat solusi dan pencerahan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah orang yang mengaku sebagai pemilik barang pada proyek Pasar Manggisan Tanggul harus pulang dengan tangan hampa. Ini setelah mereka mendatangi Kantor Disperindag Jember, kemarin (18/1), dalam upaya meminta kejelasan terkait pelunasan barang-barang yang telah terpasang di pasar tersebut.

Sejak pasar rakyat itu selesai dibangun, Desember 2018 lalu, pembayaran baru cair 65 persen. Sisanya belum diketahui kapan pelunasannya. Sejumlah penyuplai mengatakan, total kekurangan pelunasan yang masih tertahan mencapai Rp 450 juta. Nilai itu terdiri atas sejumlah material seperti besi, pintu harmonika, jasa pengerjaan, dan keperluan lainnya.

Para penyuplai ini menilai, Disperindag selaku yang punya ‘hajat’ terhadap proyek rehabilitasi pasar senilai Rp 7,8 miliar itu. “Kami sudah beberapa kali mengurus seperti ini. Namun, lagi-lagi tak kunjung ada kejelasan. Padahal masih 35 persen hak kami yang belum terbayarkan atas proyek itu,” beber Susanto, salah satu penyuplai material Pasar Manggisan.

Kedatangannya ke Disperindag Jember kemarin tidaklah sendiri. Sedikitnya, Susanto datang bersama sekitar 10 orang lainnya. Mereka bermaksud meminta kejelasan dan solusi atas tertahannya uang mereka yang belum lunas atas proyek itu. Para penyuplai yang mayoritas berasal dari luar kota ini ditemui Plt Kadisperindag Slamet Sugianto dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disperindag Eko Wahyu, yang disebut-sebut terlibat dalam penanganan proyek tersebut.

Hearing yang berlangsung sekitar setengah jam itu cukup alot dan tak membuahkan kesepakatan. Alih-alih menghasilkan jalan terang, penyuplai justru dipaksa kembali gigit jari. Pihak Disperindag meminta penyuplai untuk berkirim surat ke Pemkab Jember jika ingin mendapat solusi dan pencerahan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah orang yang mengaku sebagai pemilik barang pada proyek Pasar Manggisan Tanggul harus pulang dengan tangan hampa. Ini setelah mereka mendatangi Kantor Disperindag Jember, kemarin (18/1), dalam upaya meminta kejelasan terkait pelunasan barang-barang yang telah terpasang di pasar tersebut.

Sejak pasar rakyat itu selesai dibangun, Desember 2018 lalu, pembayaran baru cair 65 persen. Sisanya belum diketahui kapan pelunasannya. Sejumlah penyuplai mengatakan, total kekurangan pelunasan yang masih tertahan mencapai Rp 450 juta. Nilai itu terdiri atas sejumlah material seperti besi, pintu harmonika, jasa pengerjaan, dan keperluan lainnya.

Para penyuplai ini menilai, Disperindag selaku yang punya ‘hajat’ terhadap proyek rehabilitasi pasar senilai Rp 7,8 miliar itu. “Kami sudah beberapa kali mengurus seperti ini. Namun, lagi-lagi tak kunjung ada kejelasan. Padahal masih 35 persen hak kami yang belum terbayarkan atas proyek itu,” beber Susanto, salah satu penyuplai material Pasar Manggisan.

Kedatangannya ke Disperindag Jember kemarin tidaklah sendiri. Sedikitnya, Susanto datang bersama sekitar 10 orang lainnya. Mereka bermaksud meminta kejelasan dan solusi atas tertahannya uang mereka yang belum lunas atas proyek itu. Para penyuplai yang mayoritas berasal dari luar kota ini ditemui Plt Kadisperindag Slamet Sugianto dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disperindag Eko Wahyu, yang disebut-sebut terlibat dalam penanganan proyek tersebut.

Hearing yang berlangsung sekitar setengah jam itu cukup alot dan tak membuahkan kesepakatan. Alih-alih menghasilkan jalan terang, penyuplai justru dipaksa kembali gigit jari. Pihak Disperindag meminta penyuplai untuk berkirim surat ke Pemkab Jember jika ingin mendapat solusi dan pencerahan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/