alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Update Gunung Semeru : Status Semeru Menjadi Siaga

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Status Gunung Semeru yang sebelumnya waspada level II, kini meningkat menjadi siaga. Informasi tersebut diketahui setelah Badan Geologi merilis perkembangan terbaru aktivitas dan kondisi Gunung Semeru, terakhir ini.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, status Gunung Semeru meningkat karena beberapa hari ini sering ada peningkatan aktivitas vulkanis. Bahkan dalam sehari, Kamis (16/12), Semeru tiga kali mengeluarkan awan panas guguran (APG). Aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi karena adanya endapan aliran lava atau lidah lava dengan panjang aliran sekitar 2 km dari pusat erupsi. “Aliran lava masih belum stabil dan berpotensi terjadinya longsor, terutama di bagian ujung alirannya. Sehingga bisa mengakibatkan awan panas guguran,” kata Budi melalui rilis tertulis, kemarin (17/12).

Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi. Sebab, masih sering terjadi hujan yang cukup deras hampir setiap sore. Didukung data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan curah hujan cukup tinggi akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tinggalkan Rumah

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Status Gunung Semeru yang sebelumnya waspada level II, kini meningkat menjadi siaga. Informasi tersebut diketahui setelah Badan Geologi merilis perkembangan terbaru aktivitas dan kondisi Gunung Semeru, terakhir ini.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, status Gunung Semeru meningkat karena beberapa hari ini sering ada peningkatan aktivitas vulkanis. Bahkan dalam sehari, Kamis (16/12), Semeru tiga kali mengeluarkan awan panas guguran (APG). Aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi karena adanya endapan aliran lava atau lidah lava dengan panjang aliran sekitar 2 km dari pusat erupsi. “Aliran lava masih belum stabil dan berpotensi terjadinya longsor, terutama di bagian ujung alirannya. Sehingga bisa mengakibatkan awan panas guguran,” kata Budi melalui rilis tertulis, kemarin (17/12).

Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi. Sebab, masih sering terjadi hujan yang cukup deras hampir setiap sore. Didukung data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan curah hujan cukup tinggi akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.

Tinggalkan Rumah

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Status Gunung Semeru yang sebelumnya waspada level II, kini meningkat menjadi siaga. Informasi tersebut diketahui setelah Badan Geologi merilis perkembangan terbaru aktivitas dan kondisi Gunung Semeru, terakhir ini.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, status Gunung Semeru meningkat karena beberapa hari ini sering ada peningkatan aktivitas vulkanis. Bahkan dalam sehari, Kamis (16/12), Semeru tiga kali mengeluarkan awan panas guguran (APG). Aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi karena adanya endapan aliran lava atau lidah lava dengan panjang aliran sekitar 2 km dari pusat erupsi. “Aliran lava masih belum stabil dan berpotensi terjadinya longsor, terutama di bagian ujung alirannya. Sehingga bisa mengakibatkan awan panas guguran,” kata Budi melalui rilis tertulis, kemarin (17/12).

Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi. Sebab, masih sering terjadi hujan yang cukup deras hampir setiap sore. Didukung data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan curah hujan cukup tinggi akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.

Tinggalkan Rumah

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/