32 C
Jember
Wednesday, 31 May 2023

Lelang Proyek Jember Gagal, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran Bisa Membengkak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lelang sejumlah proyek di Kabupaten Jember masih terus berlangsung, hingga memasuki pekan ketiga Desember ini. Utamanya untuk pekerjaan yang menggunakan anggaran multiyears, yaitu tahun 2021–2022. Proses itu diharap bisa cepat selesai karena memengaruhi serapan anggaran yang cukup signifikan.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, pada laman Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Jember, terdapat beberapa proyek yang belum selesai dilelang. Ada pekerjaan konstruksi jalan, dan beberapa di antaranya juga ada jasa konsultasi. Proyek yang dilelang juga dilengkapi dengan batas waktu penawaran. Misalnya, ada jasa konsultan dengan akhir masa penawaran tertanggal 22 Desember 2021.

Dikonfirmasi mengenai beberapa proyek yang belum selesai dilelang tersebut, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Pemkab Jember Rahman Anda membenarkannya. Dikatakan, memang ada proyek multiyears yang belum tuntas ditender. “Belum selesai semua,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski begitu, semua proyek saat ini sedang dalam proses lelang. “Tetapi sudah tayang lelang semua,” jelas Rahman kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (17/12). Semua lelang proyek yang menggunakan anggaran tahun ini dan 2022 itu diharapkan bisa selesai tanpa kendala.

Menyikapi adanya beberapa proyek yang masih proses lelang tersebut, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto meminta agar lelang disosialisasikan kepada kontraktor, sehingga semua proyek tahun jamak bisa tuntas tahun ini. “Ini menjadi tanggung jawab OPD terkait. Bagaimana semua proyek segera dituntaskan. Apalagi sudah mendekati pergantian tahun,” ucapnya.

Komisi C yang merupakan mitra kerja DPUBMSDA meminta agar lelang dituntaskan. Jika tidak, maka akan memengaruhi angka sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) menjadi lebih besar. “Jangan ada lelang yang gagal. Ini akan menyumbang Silpa lebih besar. Kalau ada satu proyek saja gagal lelang, nilainya sudah ratusan juta sampai miliaran rupiah yang masuk Silpa,” ucap David.

Dia mengingatkan, sebagian besar anggaran proyek multiyears memakai dana APBD 2021 dan sebagian besar memakai APBD 2022. “Anggaran proyek multiyears didanai dari APBD 2021 sebesar 15 persen. Sisanya 85 persen menggunakan APBD 2022. Kalau gagal, maka anggaran 15 persen dari setiap proyek otomatis masuk Silpa,” urainya.

Sekadar informasi, APBD 2021 totalnya ada sebanyak Rp 4,44 triliun. Pemkab Jember menarget serapan anggaran minimal 70 persen. Dengan begitu, Silpa tahun ini dapat diprediksi berada pada kisaran angka Rp 1,2 triliun bahkan lebih. Untuk itulah, mencegah proyek gagal lelang dapat menekan tingginya angka Silpa di Jember tersebut. (nur/c2/rus)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lelang sejumlah proyek di Kabupaten Jember masih terus berlangsung, hingga memasuki pekan ketiga Desember ini. Utamanya untuk pekerjaan yang menggunakan anggaran multiyears, yaitu tahun 2021–2022. Proses itu diharap bisa cepat selesai karena memengaruhi serapan anggaran yang cukup signifikan.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, pada laman Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Jember, terdapat beberapa proyek yang belum selesai dilelang. Ada pekerjaan konstruksi jalan, dan beberapa di antaranya juga ada jasa konsultasi. Proyek yang dilelang juga dilengkapi dengan batas waktu penawaran. Misalnya, ada jasa konsultan dengan akhir masa penawaran tertanggal 22 Desember 2021.

Dikonfirmasi mengenai beberapa proyek yang belum selesai dilelang tersebut, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Pemkab Jember Rahman Anda membenarkannya. Dikatakan, memang ada proyek multiyears yang belum tuntas ditender. “Belum selesai semua,” katanya.

Meski begitu, semua proyek saat ini sedang dalam proses lelang. “Tetapi sudah tayang lelang semua,” jelas Rahman kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (17/12). Semua lelang proyek yang menggunakan anggaran tahun ini dan 2022 itu diharapkan bisa selesai tanpa kendala.

Menyikapi adanya beberapa proyek yang masih proses lelang tersebut, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto meminta agar lelang disosialisasikan kepada kontraktor, sehingga semua proyek tahun jamak bisa tuntas tahun ini. “Ini menjadi tanggung jawab OPD terkait. Bagaimana semua proyek segera dituntaskan. Apalagi sudah mendekati pergantian tahun,” ucapnya.

Komisi C yang merupakan mitra kerja DPUBMSDA meminta agar lelang dituntaskan. Jika tidak, maka akan memengaruhi angka sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) menjadi lebih besar. “Jangan ada lelang yang gagal. Ini akan menyumbang Silpa lebih besar. Kalau ada satu proyek saja gagal lelang, nilainya sudah ratusan juta sampai miliaran rupiah yang masuk Silpa,” ucap David.

Dia mengingatkan, sebagian besar anggaran proyek multiyears memakai dana APBD 2021 dan sebagian besar memakai APBD 2022. “Anggaran proyek multiyears didanai dari APBD 2021 sebesar 15 persen. Sisanya 85 persen menggunakan APBD 2022. Kalau gagal, maka anggaran 15 persen dari setiap proyek otomatis masuk Silpa,” urainya.

Sekadar informasi, APBD 2021 totalnya ada sebanyak Rp 4,44 triliun. Pemkab Jember menarget serapan anggaran minimal 70 persen. Dengan begitu, Silpa tahun ini dapat diprediksi berada pada kisaran angka Rp 1,2 triliun bahkan lebih. Untuk itulah, mencegah proyek gagal lelang dapat menekan tingginya angka Silpa di Jember tersebut. (nur/c2/rus)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lelang sejumlah proyek di Kabupaten Jember masih terus berlangsung, hingga memasuki pekan ketiga Desember ini. Utamanya untuk pekerjaan yang menggunakan anggaran multiyears, yaitu tahun 2021–2022. Proses itu diharap bisa cepat selesai karena memengaruhi serapan anggaran yang cukup signifikan.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, pada laman Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Jember, terdapat beberapa proyek yang belum selesai dilelang. Ada pekerjaan konstruksi jalan, dan beberapa di antaranya juga ada jasa konsultasi. Proyek yang dilelang juga dilengkapi dengan batas waktu penawaran. Misalnya, ada jasa konsultan dengan akhir masa penawaran tertanggal 22 Desember 2021.

Dikonfirmasi mengenai beberapa proyek yang belum selesai dilelang tersebut, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Pemkab Jember Rahman Anda membenarkannya. Dikatakan, memang ada proyek multiyears yang belum tuntas ditender. “Belum selesai semua,” katanya.

Meski begitu, semua proyek saat ini sedang dalam proses lelang. “Tetapi sudah tayang lelang semua,” jelas Rahman kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (17/12). Semua lelang proyek yang menggunakan anggaran tahun ini dan 2022 itu diharapkan bisa selesai tanpa kendala.

Menyikapi adanya beberapa proyek yang masih proses lelang tersebut, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto meminta agar lelang disosialisasikan kepada kontraktor, sehingga semua proyek tahun jamak bisa tuntas tahun ini. “Ini menjadi tanggung jawab OPD terkait. Bagaimana semua proyek segera dituntaskan. Apalagi sudah mendekati pergantian tahun,” ucapnya.

Komisi C yang merupakan mitra kerja DPUBMSDA meminta agar lelang dituntaskan. Jika tidak, maka akan memengaruhi angka sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) menjadi lebih besar. “Jangan ada lelang yang gagal. Ini akan menyumbang Silpa lebih besar. Kalau ada satu proyek saja gagal lelang, nilainya sudah ratusan juta sampai miliaran rupiah yang masuk Silpa,” ucap David.

Dia mengingatkan, sebagian besar anggaran proyek multiyears memakai dana APBD 2021 dan sebagian besar memakai APBD 2022. “Anggaran proyek multiyears didanai dari APBD 2021 sebesar 15 persen. Sisanya 85 persen menggunakan APBD 2022. Kalau gagal, maka anggaran 15 persen dari setiap proyek otomatis masuk Silpa,” urainya.

Sekadar informasi, APBD 2021 totalnya ada sebanyak Rp 4,44 triliun. Pemkab Jember menarget serapan anggaran minimal 70 persen. Dengan begitu, Silpa tahun ini dapat diprediksi berada pada kisaran angka Rp 1,2 triliun bahkan lebih. Untuk itulah, mencegah proyek gagal lelang dapat menekan tingginya angka Silpa di Jember tersebut. (nur/c2/rus)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca