alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Putra Pemain Ludruk Jadi Bupati

Sejak Awal Istikamah untuk Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh warga Jember tentu tidak asing dengan nama Kali Jompo. Sungai yang melintasi jantung kota tersebut menjadi saksi bisu masa kecil calon pemimpin Jember lima tahun ke depan. Hendy Siswanto, putra si pemain ludruk itu, akhirnya ditetapkan sebagai Bupati Jember terpilih oleh KPU Jember, kemarin (17/12). Dia dipastikan dilantik pada Februari 2021 mendatang bersama wakilnya Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

“Masa kecil saya dulu, Sungai Jompo itu jadi tempat bermain. Saya tidak boleh mandi di sungai, tetapi tetap saya lakukan. Pernah juga lompat dari jembatan, nyebur ke sungai,” kata Hendy, belum lama ini di hadapan sejumlah warga.

Hendy lahir dari pasangan suami istri (pasutri) Slamet Alwi dan Alfiah Tarsiah. Masa kecilnya, dia terbiasa hidup dengan kesederhanaan. Bapaknya adalah seorang pemain ludruk yang keliling di Jawa Timur. Sementara itu, ibunya adalah penjual pisang goreng rumahan yang dikulak oleh sejumlah pedagang Pasar Tanjung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Masa kecil hingga menginjak dewasa, Hendy sudah terbiasa dengan makanan sederhana yakni nasi ditambah tahu tempe sebiji. Tak hanya itu, dia kerap berangkat sekolah tanpa membawa uang saku. Meski demikian, Hendy kecil tetap bersemangat menyelesaikan pendidikan yang mulai SD sampai perguruan tinggi diselesaikan di Jember.

Saat duduk di bangku kuliah, kondisi perekonomian keluarga Hendy mengharuskan dirinya terjun di dunia kerja. Dia menjadi kuli bangunan. Juga, bekerja memasang pipa air. Mulai bawah Jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung sampai ke Kecamatan Kaliwates. Pekerjaan itu dia lakoni sekitar 1982 – 1983 silam.

Hendy yang tumbuh dewasa selanjutnya melanglang buana mengadu nasib ke sejumlah tempat. Sampai dirinya menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Perhubungan. Hingga kemudian, Hendy mengajukan pensiun dini dan mendirikan Rien Collection, sebuah pertokoan retail yang menjual beragam busana. Puncaknya, dia terpanggil untuk mengabdi dan terpilih sebagai pemimpin Jember dalam Pilkada 2020.

Pada beberapa kesempatan, dia maju sebagai kandidat cabup karena merasa terpanggil melihat banyak warga Jember yang masih miskin. Kehadirannya diproyeksikan untuk membantu warga yang kurang beruntung dari sisi ekonomi. Tak hanya itu, dia bertekad melakukan perbaikan terhadap tata kelola pemerintahan. Serta, membuat terobosan program di bidang pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, ingin memberdayakan para pelaku usaha, petani, nelayan, serta hal lain dengan konsep sinergi, kolaborasi, dan akselerasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh warga Jember tentu tidak asing dengan nama Kali Jompo. Sungai yang melintasi jantung kota tersebut menjadi saksi bisu masa kecil calon pemimpin Jember lima tahun ke depan. Hendy Siswanto, putra si pemain ludruk itu, akhirnya ditetapkan sebagai Bupati Jember terpilih oleh KPU Jember, kemarin (17/12). Dia dipastikan dilantik pada Februari 2021 mendatang bersama wakilnya Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

“Masa kecil saya dulu, Sungai Jompo itu jadi tempat bermain. Saya tidak boleh mandi di sungai, tetapi tetap saya lakukan. Pernah juga lompat dari jembatan, nyebur ke sungai,” kata Hendy, belum lama ini di hadapan sejumlah warga.

Hendy lahir dari pasangan suami istri (pasutri) Slamet Alwi dan Alfiah Tarsiah. Masa kecilnya, dia terbiasa hidup dengan kesederhanaan. Bapaknya adalah seorang pemain ludruk yang keliling di Jawa Timur. Sementara itu, ibunya adalah penjual pisang goreng rumahan yang dikulak oleh sejumlah pedagang Pasar Tanjung.

Masa kecil hingga menginjak dewasa, Hendy sudah terbiasa dengan makanan sederhana yakni nasi ditambah tahu tempe sebiji. Tak hanya itu, dia kerap berangkat sekolah tanpa membawa uang saku. Meski demikian, Hendy kecil tetap bersemangat menyelesaikan pendidikan yang mulai SD sampai perguruan tinggi diselesaikan di Jember.

Saat duduk di bangku kuliah, kondisi perekonomian keluarga Hendy mengharuskan dirinya terjun di dunia kerja. Dia menjadi kuli bangunan. Juga, bekerja memasang pipa air. Mulai bawah Jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung sampai ke Kecamatan Kaliwates. Pekerjaan itu dia lakoni sekitar 1982 – 1983 silam.

Hendy yang tumbuh dewasa selanjutnya melanglang buana mengadu nasib ke sejumlah tempat. Sampai dirinya menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Perhubungan. Hingga kemudian, Hendy mengajukan pensiun dini dan mendirikan Rien Collection, sebuah pertokoan retail yang menjual beragam busana. Puncaknya, dia terpanggil untuk mengabdi dan terpilih sebagai pemimpin Jember dalam Pilkada 2020.

Pada beberapa kesempatan, dia maju sebagai kandidat cabup karena merasa terpanggil melihat banyak warga Jember yang masih miskin. Kehadirannya diproyeksikan untuk membantu warga yang kurang beruntung dari sisi ekonomi. Tak hanya itu, dia bertekad melakukan perbaikan terhadap tata kelola pemerintahan. Serta, membuat terobosan program di bidang pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, ingin memberdayakan para pelaku usaha, petani, nelayan, serta hal lain dengan konsep sinergi, kolaborasi, dan akselerasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh warga Jember tentu tidak asing dengan nama Kali Jompo. Sungai yang melintasi jantung kota tersebut menjadi saksi bisu masa kecil calon pemimpin Jember lima tahun ke depan. Hendy Siswanto, putra si pemain ludruk itu, akhirnya ditetapkan sebagai Bupati Jember terpilih oleh KPU Jember, kemarin (17/12). Dia dipastikan dilantik pada Februari 2021 mendatang bersama wakilnya Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

“Masa kecil saya dulu, Sungai Jompo itu jadi tempat bermain. Saya tidak boleh mandi di sungai, tetapi tetap saya lakukan. Pernah juga lompat dari jembatan, nyebur ke sungai,” kata Hendy, belum lama ini di hadapan sejumlah warga.

Hendy lahir dari pasangan suami istri (pasutri) Slamet Alwi dan Alfiah Tarsiah. Masa kecilnya, dia terbiasa hidup dengan kesederhanaan. Bapaknya adalah seorang pemain ludruk yang keliling di Jawa Timur. Sementara itu, ibunya adalah penjual pisang goreng rumahan yang dikulak oleh sejumlah pedagang Pasar Tanjung.

Masa kecil hingga menginjak dewasa, Hendy sudah terbiasa dengan makanan sederhana yakni nasi ditambah tahu tempe sebiji. Tak hanya itu, dia kerap berangkat sekolah tanpa membawa uang saku. Meski demikian, Hendy kecil tetap bersemangat menyelesaikan pendidikan yang mulai SD sampai perguruan tinggi diselesaikan di Jember.

Saat duduk di bangku kuliah, kondisi perekonomian keluarga Hendy mengharuskan dirinya terjun di dunia kerja. Dia menjadi kuli bangunan. Juga, bekerja memasang pipa air. Mulai bawah Jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung sampai ke Kecamatan Kaliwates. Pekerjaan itu dia lakoni sekitar 1982 – 1983 silam.

Hendy yang tumbuh dewasa selanjutnya melanglang buana mengadu nasib ke sejumlah tempat. Sampai dirinya menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Perhubungan. Hingga kemudian, Hendy mengajukan pensiun dini dan mendirikan Rien Collection, sebuah pertokoan retail yang menjual beragam busana. Puncaknya, dia terpanggil untuk mengabdi dan terpilih sebagai pemimpin Jember dalam Pilkada 2020.

Pada beberapa kesempatan, dia maju sebagai kandidat cabup karena merasa terpanggil melihat banyak warga Jember yang masih miskin. Kehadirannya diproyeksikan untuk membantu warga yang kurang beruntung dari sisi ekonomi. Tak hanya itu, dia bertekad melakukan perbaikan terhadap tata kelola pemerintahan. Serta, membuat terobosan program di bidang pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, ingin memberdayakan para pelaku usaha, petani, nelayan, serta hal lain dengan konsep sinergi, kolaborasi, dan akselerasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/